


Serunya Mengikuti Media Gathering PT Gag Nikel di Bandung, Jawa Barat—(3/selesai)
LAUNCHING Buku Raja Ampat Geopark—The Jewel Of Tropical Island Karst- membawa kami para peserta media gathering PT Gag Nikel meninginjakkan kaki di Gedung Museum Geologi.
Gedung Museum Geologi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, (Jumat,10/2) jadi saksi diluncurkannya buku Raja Ampat Geopark. Atas dukungan dari Pemda Kabupaten Raja Ampat dan PT Gag Nikel, karya 6 penulis yang terlibat dalam penyusunan buku tersebut, akhirnya bisa selesai dengan tampilan buku yang terbilang lux.
Kolaborasi ilmuwan dua negara yakni Indonesia dan Malaysia melalui UGGp Lengkawi mampu menyatukan 6 penulis dalam karya yang mengagumkan . Buku Raja Ampat Geopark yang melibatkan penulis Hanang Samodra, Yusdi N. Lamatenggo, Ana R. Septiana, Mustajir, Ibrahim Komoo, Norhayati Ahmad dan Norzaini Azaman sebagai bentuk upaya Pemda Raja Ampat dalam mempromosikan Raja Ampat sebagai kawasan destinasi wisata pendidikan dan kebudayaan yang merupakan konsep UNESCO Global Geopark.
Karena itu dalam sambutannya pada acara launching buku Raja Ampat Geopark, Sekda Raja Ampat Dr Yusuf Salim,M.Si pun menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak, khususnya kepada PT Gag Nikel yang selama ini selalu setia mendukung program Pemda Raja Ampat.
Raja Ampat memiliki pesona alam yang sangat indah, namun kata Sekda, kita tidak dapat mengerjakan secara sendirian, karena itu membutuhkan kolaborasi.
“Dan apa yang hari ini dilihat, karena kerja kolaborasi antar semua pihak, baik dari para akademisi, pemerintah dan termasuk pihak PT. Gag Nikel yang terus mendukung kami mendorong Geopark Raja Ampat mendapat rekomendasi dari UNESCO Global,”tandasnya.
Buku Raja Ampat Geopark ini memperkenalkan kekayaan alam Raja Ampat yang didalamnya memuat tindakan pelestarian, warisan geologi, keanekaragaman hayati, masyarakat dan warisan budaya hingga konservasi dan geowisata.
Kepala Bidang Geologi Teknik, Pusat Sumber Daya Air Tanah dan Geologi Lingkungan, Badan Geologi Kementerian ESDM, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc., menyampaikan selamat kepada Geopark Nasional Raja Ampat khususnya Badan Pengelola Geopark Raja Ampat yang telah mendapatkan rekomendasi untuk menjadi bagian dari UNESCO Global.
Melalui peluncuran buku Geopark telah memperkenalkan khasanah kekayaan alam Raja Ampat baik keindahan Alam bahari, warisan geologi, flora fauna maupun karakteristik budaya. Karena itu, buku Geopark diharapkan menjadi jendela pengetahuan kepada Kalayak umum terkait dinamika bumi di kawasan Raja Ampat yang memiliki nilai tinggi dan menganggumkan.
Plt Presiden Direktur PT Gag Nikel Arya Aditya Kurnia mengatakan, selain sebagai Perusahaan Tambang, Gag Nikel juga memiliki komitmen untuk mengelola pelestarian lingkungan hidup dan program – program sosial lainnya.
“Kami juga turut berkolaborasi untuk mengelola lingkungan sesuai dengan visi misi Gag Nikel. Tekait program Geopark yakni konsep pengelola lingkungan warisan geologi, pengolahan keanakaragaman hayati, pemberdayaan masyarakat, tentunya perusahaan mengambil bagian dalam mensuport program tersebut. Saya kira dukungan ini adalah kepedulian kami melalui program – program perusahaan.
Karena itu, peluncuran buku ini adalah bentuk kolaborasi dari kita semua,”ujar Arya.
Usai peluncuran buku Raja Ampat Geopark, peserta media gathering PT Gag Nikel diajak untuk berkeliling melihat-lihat isi Gedung Museum Geologi Bandung yang berlokasi di Jln Diponegoro No 57 Bandung. Koleksi Museum Geologi Bandung terdiri dari 250.000 batuan dan mineral, serta 60.000 koleksi fosil.
Koleksi Gedung Museum Geologi sangat menarik, tapi yang lebih menarik adalah bangunan gedung museum yang merupakan peninggalan Hindia Belanda tampak masih sangat kokoh. Gedung Museum Geologi Bandung didirikan pada 16 Mei 1929. Tak heran jika beberapa jurnalis pun sangat terkagum-kagum melihat angka 1929 yang terpampang di depan gedung Museum.
Puas berada di dalam gedung museum, kami pun melangkah keluar sembari berteduh sejenak karena saat yang bersamaan, Jumat sore itu Kota Bandung diguyur hujan. Kembali ke bus yang telah menanti di sudut jalan kota Bandung, media gathering berlanjut esok harinya, Sabtu (11/2).
Bukan media gathering jika tanpa ada game-gamenya. Sebagai rangkaian acara terakhir, dengan mengenakan DC kaos ungu, pagi-pagi bus andalan yang menemani kami selama di Bandung telah menanti untuk membawa kami ke Lembang.
Saat akan bepergian, pak Ary yang setia menemani kami mengabsen peserta satu persatu di bus. Setelah semua personil lengkap, perjalanan pun dilanjutkan, namun sayangnya dalam perjalanan menuju ke Lembang, ada sedikit insiden, dimana ban serep bus terlepas hingga mengeluarkan bunyi yang cukup keras.
Karena kaget, saat bus berhenti, kami pun pada turun dari bus untuk mengecek apa yang terjadi. Bus berhenti di tengah jalan membuat jalan sempat macet.
Untung saja kejadian ban serep jatuh dapat diatasi, sehingga kami melanjutkan perjalanan untuk mengikuti game-game yang telah disiapkan oleh EO yang telah ditunjuk.
Berada di ketinggian, lokasi game Burgundy Dine & Wine di Lembang begitu sejuk serta view alam yang sangat indah. Untuk menghangatkan tubuh, rasanya sangat pas panitia menyiapkan minuman jahe gula aren (basren) yang sangat nikmat.
Terbagi dalam 3 kolompok, di sesi game yang menantang, seru abis… semua peserta dan panitia begitu bahagia, tertawa ngakak selepas-lepasnya. Kelompok Kucing, Cenderawasih Kuning dan kelompok Soa-Soa semua all out mengikuti game yang disiapkan oleh EO.
Dari 3 game yang turut diikuti panitia yang cantik- cantik, serta pak Mustajir , Pak Ruddy, dan Pak Ary, yang paling seru adalah game rolex dimana permainan ini sangat menuntut kosentrasi, dan kerjasama dalam tim. Jika tidak , maka akan terkena “boom” dan pertarungan pun buyar.
Berada di kelompok Kelinci, pada satu sesi, semua sudah mulus menyebutkan angka dan kaki di angka yang disebutkan, namun saat hitungan sudah selesai namun ternyata harus “boom” karena salah satu peserta saat balik melewati lingkaran rolex yang telah disiapkan panitia.
Hal ini membuat kami pun langsung tertawa terpingkal-pingkal karena ternyata rekan jurnalis itu tidak fokus hingga melanggar aturan dan akhirnya kena “boom”. “Fokus, fokus, jangan terpengaruh dengan yang lain,”ujar salah satu jurnalis menyemangati rekan kelompoknya.
Setelah puas dengan game-game, sore harinya berlanjut ke acara belanja-belanja di Pasar Baru, Bandung. Pasar Baru yang dikunjungi tampaknya merupakan “tanah abang’nya Jakarta. Rekan-rekan jurnalis pun berpencar mencari barang yang ingin dibeli.
Alhasil setelah kumpul di titik yang telah ditentukan, hampir semua kembali dengan barang belanjaan. Banyaknya barang bawaan untuk oleh-oleh, membuat koper, ransel dari peserta media gathering jadi beranak pinak.
Rasanya masih ingin berlama-lama di Bandung, namun rangkaian acara media gathering yang sukses digelar oleh PT Gag Nikel telah berakhir dan Minggu siang (12/2) dengan menumpangi bus, kami pun bertolak kembali ke Jakarta untuk selanjutnya dengan menumpangi Lion Air, terbang pada malam hari dan tiba di Bandara Domine Eduard Osok Sorong pada Senin pagi (13/2) sekitar pukul 06.00 WIT. (rosmini)















