Terkait aksi demo penolakan kehadiran PBD, Kelly menyatakan silahkan saja, tapi warga masyarakat Sorong Raya pada umumnya sudah siap menerima kehadiran Provinsi Papua Barat Daya. “Warga Sorong Raya mendukung sepenuhnya perjuangan pemekaran PBD oleh tim Provinsi Papua Barat Daya yang telah melakukan penyerahan aspirasi kepada badan legislasi DPR RI. Untuk itu kami atas nama warga masyarakat Sorong Raya dan tim Pemekaran Papua Barat Daya yang ikut berjuang memberikan dukungan kepada tim kerja,” tandasnya.
Ia berharap kepada pemerintah pusat, untuk memperhatikan aspirasi warga masyarakat Wilayah Sorong Raya yang sudah berjuang bertahun-tahun. Kelly mengingatkan pemerintah pusat harus perhatikan dengan arif dan bijaksana ekspirasi masyarakat Sorong Raya. PBD harus menjadi prioritas negara, untuk menjalankan, mengamankan kepentingan negara dan kesejahteraan masyarakat. “Intinya warga Sorong Raya siap atas kehadiran Provinsi Papua Barat Daya. Pemekaran adalah jawaban penyelesaian sebagian masalah kesejahteraan, dan untuk memperpendek rentang kendali, mempercepat pembangunan dan mengangkat harkat martabat orang asli Papua,” tegasnya.
Kelly menambahkan bahwa pemekaran Provinsi Papua Barat Daya menjadi prioritas pemerintah pusat. Apabila tidak, maka warga Sorong Raya akan melakukan yospan keliling Jakarta, akan datangi Kemendagri, datangi Senayan, datangi Kantor Istana untuk mendatangi dan bertanya ada apa, karena kita sudah memenuhi persyaratan yang diminta. “Jadi pemerintah pusat harus memprioritaskan wilayah yang sudah siap menerima kehadiran Provinsi Papua Barat Daya. Kesiapan tersebut dibuktikan dengan rekomendasi Gubernur Papua Barat, persetujuan DPR Papua Barat, MRP dan SK yang diberikan terhadap tim kerja wilayah Sorong Raya yang terdiri dari semua kepala daerah Sorong Raya,” pungkasnya. (ygs/mea/detikcom/**/zia)
















