• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Jumat, 11 September 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Demo Tolak DOB Ricuh, Massa Lempar Batu

by admin
1 April 2022
in Berita Utama
0
Demo Tolak DOB Ricuh, Massa Lempar Batu

Aksi unjuk rasa tolak DOB di Nabire , berakhir ricuh. Lemparan batu massa dibalas polisi pakai tembakan gas air mata.

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Lima Polisi Terluka

JAYAPURA – Massa menggelar aksi unjuk rasa menolak daerah otonomi baru (DOB) di Kabupaten Nabire, Papua. Aksi tersebut ricuh setelah massa melemparkan batu, yang kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata. ”Dilakukan tindakan mencegat dengan gas air mata,” ujar Kapolres Nabire AKBP Ketut Suarnaya, Kamis (31/3).

Berita Terkait

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

11 September 2026
13
Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik

Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik

10 September 2026
160
Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

6 September 2026
96

Suarnaya menjelaskan, massa berkumpul sejak pukul 07.00 WIT. Mereka terkonsentrasi di sejumlah titik sentral di Kabupaten Nabire, yakni di rumah sakit, kawasan Kali Bobo, Simpang SP 1 hingga di Pasar Karang Tumaritis. Massa, yang berada di wilayah Pasar Karang Tumaritis, tiba-tiba melemparkan batu ke arah polisi. Polisi kemudian membalas tembakan gas air mata untuk memukul mundur barisan massa. ”Pasar Karang Tumaritis (lokasi kericuhan). Situasinya terjadi provokasi sehingga ada lemparan batu (dan dibalas gas air mata),” katanya. Suaryana mengatakan saat ini situasi di lokasi sudah reda setelah pihak DPRD Nabire menemui massa. Kericuhan sempat terjadi pukul 13.00 WIT.

Kericuhan dalam aksi demo tolak pemekaran DOB ini mengakibatkan lima anggota Polres Nabire terluka. ”Selain anggota yang terluka, juga dua tukang ojek yang diserang para pendemo,” kata Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri seperti dilansir Antara, Kamis (31/3).

Dia menjelaskan, dari laporan yang diterima demo yang berlangsung di lima titik itu awalnya berlangsung aman namun tiba-tiba seorang pendemo yang berada di pasar karang berupaya menyerang petugas. Saat hendak diamankan para pendemo menyerang anggota Polres Nabire dengan melakukan pelemparan menggunakan batu ke arah anggota.  Pendemo juga dilaporkan melakukan perampasan barang milik tukang ojek yang menjadi korban dan para korban sudah melaporkan insiden yang dialaminya ke Polres Nabire, kata ­Fakhiri. 

Ketika ditanya apakah dari pendemo ada yang terluka, Kapolda Papua menyatakan hingga kini belum ada laporan tentang pendemo yang terluka.​​​​ Dari laporan yang diterima tercatat delapan pendemo diamankan dan diperiksa penyidik di Mapolres Nabire. Ke delapan pendemo yang diamankan yaitu MK, YG, SK, YD, NG, YK, YG dan AG. “Saat ini situasi kamtibmas di Nabire sudah berangsur-angsur kondusif, namun anggota masih bersiaga,” jelas Irjen Fakhiri.

Antisipasi Demo Tolak DOB, 1.000 Personel Disiagakan

Mengantisipasi aksi demo penolakan pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB), pihak Polres Jayapura Kota menyiagakan 1.000 personel gabungan. Hal itu diungkapkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Gustav R. Urbinas,SH,S.IK,MPd ketika diwawancarai, Kamis (31/3) siang di Mapolresta. Gustav dengan tegas memberikan peringatan kepada para oknum yang ingin melakukan aksi untuk mengurungkan niatnya. “Saya ingatkan aksi besok ketika ada keompok yang muncul kami langsung ambil tindakan tegas dengan membubarkan,” tegasnya.

Ia menyatakan aparat kepolisian selama ini tidak pernah menutup ruang demokrasi untuk menyampaikan aspirasi. “Kami tidak pernah membatasi siapapun, akan tetapi syarat itu sudah diatur dalam undang-undang,” ujarnya. Terkait isu aksi demo di Kota Jayapura menurutnya tidak memenuhi syarat formal sesuai aturan bahkan aksi itu tidak ada penanggungjawab aksi. “Secara formal sudah tidak memenuhi syarat, masa tidak ada penanggung jawab termasuk identitsnya, bahkan menyuruh orang lain untuk mengantarkan surat permohonan ijin aksinya, padahal sudah diatur dalam UU nomor 9 tahun 1998,” tandasnya.

Oleh karena itu, Gustav menegaskan pihaknya akan membubarkan massa yang melakukan aksi. “Saya harap masyarakat bijak, dalam menyikapi itu, jangan mau ikut sesuatu yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain,” bebernya. Disamping itu, dirinya pun meminta kepada masyarakat untuk beraktivitas seperti biasanya tanpa termakan isu aksi di Kota Jayapura oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab. “Masyarakat tidak perlu khawatir, kami akan memberikan rasa aman dan nyaman, apalagi aksi yang berpotensi mengganggu ketertiban,” pungkasnya. (ant/**/al)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Suzuki Luncurkan XL7 Alpha FF

Next Post

Sadis, Babinsa dan Istrinya Dibunuh, Jari Anaknya Dipotong

Related Posts

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur
Berita Utama

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

11 September 2026
13
Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik
Berita Utama

Provinsi yang Pertama Tiba di Kota Semarang, Kafilah Papua Barat Daya Disambut Welcome Drink dan Syal Batik

10 September 2026
160
Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya
Berita Utama

Menuju MTQ Nasional XXXI, Gubernur Lepas 71 Kafilah Papua Barat Daya

6 September 2026
96
Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat
Berita Utama

Sukseskan PAPEDA Summit 2026, Papua Pegunungan Tampilkan UMKM Binaan Sekolah Adat

4 September 2026
28
1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan
Berita Utama

1.030 Peserta Ikuti PAPEDA Summit 2026, Menko Pangan : Papua harus Diberikan Kepercayaan

2 September 2026
64
LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya
Berita Utama

LJ Klaim Jadi Korban Politik Usai Tolak Fakfak-Kaimana Masuk Papua Barat Daya

29 Agustus 2026
649
Next Post
Sadis, Babinsa dan Istrinya Dibunuh, Jari Anaknya Dipotong

Sadis, Babinsa dan Istrinya Dibunuh, Jari Anaknya Dipotong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

Gugatan Perlawanan Gubernur Papua Barat Terhadap RIco Sia dan Max Mahare Dinyatakan Gugur

11 September 2026

kakdbfbs

10 September 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!