MANOKWARI – Seorang pria berinisial FN (50), warga Kampung Nafasi Distrik Mare Kabupaten Maybrat yang dipengaruhi minuman keras, menerima ‘hadiah timah panas’ di bagian mata kaki sebelah kanan oleh anggota TNI Pos Koramil (Posramil) Persiapan Mare Kabupaten Maybrat, setelah mencoba melakukan penyerangan dan hendak melukai Komandan Koramil Persiapan Mare, Minggu (17/4) sekitar pukul 01.47 WIT.
Kapendam XVIII/Kasuari, Kolonel Arm Hendra Pasireron mengatakan, pelaku penyerangan Posramil Persiapan Mare berhasil diamankan dan dilakukan penyelidikan oleh pihak berwajib. Dibeberkannya, kronologi kejadian bermula ketika pelaku sedang dalam keadaan dipengaruhi minuman, lari ke arah Posramil Mare dengan membawa parang. ”Ia menuju Posramil beserta sejumlah orang yang juga sama-sama dalam kondisi mabuk,” kata Hendra Pasireron.
Saat pelaku dan rekannya mendekat ke Posramil, Danposramil Persiapan Mare, Letda Inf Damanik beserta anggota yang sedang melaksanakan siaga, berusaha memberikan peringatan agar pelaku tidak mendekat, akan tetapi pelaku tetap bersikeras maju sambil membawa parang. ”Sehingga salah satu anggota Posramil memberikan tembakan peringatan pertama kearah atas,” bebernya.
Peringatan pertama tersebut, lanjut Hendra Pasireron, tidak dihiraukan oleh pelaku dan tetap maju menuju Posramil, sehingga diberikan tembakan peringatan kedua ke arah tanah. ”Peringatan kedua tersebut juga masih tidak dihiraukan, pelaku tetap maju dan naik ke tangga Posramil sambil mengayunkan parang ke Danramil yang berada kurang lebih satu meter dari pelaku,” jelasnya.
Kapendam XVIII/Kasuari mengatakan, melihat kondisi genting tersebut, anggota Posramil langsung melakukan tindakan untuk melumpuhkan pelaku dengan mengarah tembakan ke kaki dan mengenai mata kaki sebelah kanan pelaku. ”Setelah pelaku berhasil dilumpuhkan, selanjutnya diamankan anggota Posramil. Beberapa orang lain yang datang bersama pelaku akhirnya melarikan diri,” jelasnya.
Hendra mengungkapkan setelah diamankan, pelaku selanjutnya diberikan pertolongan untuk menghentikan pendarahan. ”Saat ini, kejadian sedang dalam tahap penyelidikan oleh pihak yang berwenang dan wilayah tersebut dijaga oleh aparat agar masyarakat tetap tenang dan kondisi wilayah kondusif,” pungkasnya. (**/bw)















