Kapolda Papua Barat: Saya Berikan Teguran kepada Kapolresta hingga Kasat Intel
SORONG-Buntut dari kesalahan pengetikan kata manusia Purba oleh oknum anggota Polresta Sorong Kota inisial FA. Kapolda Papua Barat Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menegaskan akan melakukan pengecekan hingga evaluasi sejumlah perwira Polresta Sorong Kota. Hal itu disampaikan saat press rilis usai tatap muka bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama hingga pemuda di Gedung Lambertus Jitmau, Kota Sorong.
“Yang mengetik (anggota) kurang teliti, karena di komputer itu ada program prediktif text, begitu diketik tidak dicek lagi lalu di print. Juga pimpinannya (Kasat Intelnya) mungkin kurang teliti juga oleh karena itu secara managemen sudah saya berikan teguran kepada Kapolresta hingga Kasat Intel dan kepada anggota yang secara langsung melakukan pengetikan sudah diproses, diperiksa dan akan dilakukan sidang disiplin dan sidang kode etik tentang itu,”jelas Kapolda Papua Barat dalam press rilis kepada awak media, Sabtu (12/8).
Kapolda Papua Barat mengatakan akan memeriksa jajaran Polresta Sorong Kota terkait kemungkinan adanya kelalaian yang terstruktur. Kapolda juga menegaskan akan menindak secara managemen bila ada keterlibatan perwira.
“Jadi kesalahan itu akan diambil tindakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku di internal Polri. Saya cek dulu apakah ada unsur kelalaian ini terstruktur nanti akan saya lakukan evaluasi terhadap semua yang mungkin akan terlibat didalamnya saya akan lakukan penindakan secara managemen,”ungkapnya.
Menanyakan kemungkinan ada mutasi pejabat utama, Kapolda menuturkan tidak akan mengambil tindakan cepat tersebut. Yang terpenting, dirinya harus menemui masyarakat untuk meminta maaf. Ia juga siap bila diminta untuk bertemu dimanapun demi kebaikan bersama.
“(Perihal mutasi PJU Polresta Sorong Kota), saya tidak cepat-cepat mengambil tindakan itu, tapi yang paling penting saya datang dulu kepada masyarakat minta maaf kepada masyarakat. Untuk masalah managerial nanti itu langkah langkah berikutanya yang akan saya laksanakan. Saya siap mau bertemu lanjutan, dimana tempatnya saya siap karena kami sesungguhnya tidak berniat apa- apa. Saya sendiri tidak ada niat apa- apa, saya sendiri sangat mencintai Papua. Ini demi kebaikan kita bersama,”tandasnya
Jenderal bintang dua itu mengaku bertanggung jawab atas masalah tersebut. Ia meminta agar tidak menyalahkan anggotanya, tetapi salahkan dirinya selaku pimpinan.
“Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Papua atas semua ini, jangan disalahkan anak buah saya mungkin saya bersalah juga, saya akan mengevaluasi ke dalam. Saya bertanggung jawab selaku Kapolda untuk masalah ini, saya akan lakukan tindakan-tindakan restorativ saya akan datang ke siapapun untuk minta maaf semua hal ini,”tuturnya.
Koordinator Wilayah DAP III Doberay Papua Barat Daya, Ronald Kondjol menambahkan masyarakat Papua secara khususnya di Sorong Raya, Papua Barat Daya untuk tidak terpancing dengan isu-isu yang nanti akan merugikan diri sendiri dan keamanan di Papua Barat Daya.
“Saya himbau kepada kita secara khusus orang Papua yang ada di Papua Barat Daya untuk tidak boleh terpancing dengan situasi apapun. Karena saya khawatir ketika hal ini (aksi) dilakukan maka ada pihak-pihak lain yang akan ditunggangi. Oleh sebab itu saya melarang kepada semua aliansi maupun masyarakat tidak boleh lakukan aksi damai maupun aksi-aksi yang bertentangan yang akan merugikan kita sendiri,”pungkasnya.(rin)















