Tekan Inflasi di Kota Sorong, Pemkot-KPw BI PB Kolaborasi
SORONG-Ribuan warga Kota Sorong serbu 1.286 paket sembako dengan harga murah yang tersebar di 3 titik lokasi, yang disediakan Pemerintah Kota Sorong bekerjasama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, dan beberapa distributor di Kota Sorong, Selasa (11/4).

Adapun Komoditi yang dijual Beras 10Kg seharga Rp100 ribu, Tepung Terigu 5 Kg seharga Rp35 ribu, Gula Pasir 5 Kg seharga Rp50 ribu, Minyak Goreng 2 liter Rp30 ribu dengan total per paket sembako murah seharga Rp215 ribu.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Sorong, Andi Asmuruf mengatakan bahwa Kegiatan Pasar Murah dilaksanakan dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat menjelang hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.
“Tujuannya memberikan kesempatan kepada masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Sorong, untuk membeli dengan harga murah. Hal tersebut merupakan kepedulian Pj Wali Kota untuk meringankan beban masyarakat. Dan pengendalian inflasi daerah sebagai akibat kenaikan harga di berbagai sektor, yaitu sektor perikanan, makanan minuman, tembakau dan transportasi udara,” ungkapnya.
Dikatakan Dana bersumber dari dana otonomi khusus Tahun Anggaran 2023 sebesar Rp500 juta untuk 2 kali kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan dalam rangka hari raya Idul Fitri dan dilaksanakan juga dalam rangka perayaan natal dan tahun baru.
“Jadi ini Rp500 juta terbagi 2. Saya berharap ke depan kita sama-sama meningkatkan, karena saya melihat daya beli masyarakat ini cukup besar. Sementara dana yang disediakan pemerintah sedikit,” ungkapnya.
Andi menambahkan bahwa pelaksanaan Pasar Murah ini dilaksanakan pada 3 titik, yaitu di Kantor Distrik Sorong Timur, Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong, dan di SD YAPIS AN NUR Kampung Baru.
Kemudian, Komoditi bahan pokok yang dijual di Kantor Distrik Sorong Timur yaitu Beras 10Kg sebanyak 4.320 Kg, Tepung Terigu sebanyak 2.150 Kg, Gula Pasir sebanyak 2.136 Kg, Minyak Goreng sebanyak 3.264 Liter.
Komoditi bahan pokok yang dijual di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Sorong, yaitu Beras 10Kg sebanyak 4.320 Kg, Tepung Terigu sebanyak 2.150 Kg, Gula Pasir sebanyak 2.160 Kg, Minyak Goreng sebanyak 3.264 Liter.
Komoditi bahan pokok yang dijual di di SD YAPIS AN NUR Kampung Baru yaitu Beras 10Kg sebanyak 4.100 Kg, Tepung Terigu sebanyak 2.124 Kg, Gula Pasir sebanyak 2.136 Kg, Minyak Goreng sebanyak 3.252 Liter.
“Jadi Total keseluruhan komoditi yang di jual yaitu Beras sebanyak 12.740 Kg, Tepung Terigu sebanyak 6.424 Kg, Gula Pasir sebanyak 6.432 Kg dan Minyak Goreng sebanyak 9.780 Liter. Dengan total paket untuk ke 3 titik 1.286 paket,” pungkasnya.
Kemudian, Asisten II Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Thamrin Tajuddin,ST,MM menambahkan Kota Sorong harus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga tingkat inflasi daerah. “Salah satu kegiatan dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan hal tersebut melalui Pasar murah. Dalam rangka hari besar keagamaan nasional (HBKN) karena pada moment ini biasanya terdapat lonjakan permintaan, yang berpotensi terjadi kenaikan harga. Pemerintah perlu mengintervensi dengan kegiatan ini untuk menjaga iklim usaha agar tetap kondusif, dengan cara mempertahankan daya beli masyarakat, menjaga ketahanan stok dan ketahanan harga pasar,” pungkasnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Barat, Roni Cahyadi, mengatakan bahwa Kegiatan pasar murah TPID Kota Sorong dalam rangka menjaga inflasi menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 1444 Hijriyah.
“Kegiatan pasar murah ini salah satu bentuk mitigasi pengendalian inflasi menjelang HBKN Idul Fitri serta menjadi bagian juga dari gerakan nasional kita yaitu gerakan nasional pengendalian inflasi pangan di Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan ini juga merupakan kesepakatan yang telah kita hasilkan kemarin dari HLM TPID Kota Sorong yang telah dilaksanakan,” katanya.
Roni menambahkan bahwa Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua Barat bersama Dinas Perdagangan Kota Sorong senantiasa bersinergi dalam menjaga tingkat harga dan memitigasi lonjakan permintaan di Kota Sorong.”Kegiatan ini juga salah satu sarana sebagai sosialisasi bijak belanja di Kota Sorong. Pasar Murah ini didukung distributor, pelaku usaha dan perbankan. Yang mencerminkan bahwa komitmen menjaga inflasi di Kota Sorong,” tegasnya.
Ia berharap kegiatan pasar murah dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat di Kota Sorong. “Murah bisa dapat beli Beras 10Kg harga Rp100 ribu, Tepung Terigu 5 Kg seharga Rp35 ribu, Gula Pasir 5 Kg seharga Rp50 ribu, Minyak Goreng 2 liter Rp30 ribu,” kata salah satu warga, Susan usai membeli paket sembako.

Sementara warga lainnya ada yang mengeluh karena tidak mendapatkan kupon belanja yang telah disebarkan pada pagi hari. Namun, selain paket sembako murah yang disediakan Pemerintah Kota Sorong, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, adapun beberapa stand yang menjual komoditi lainnya dengan harga relatif terjangkau seperti sirup, sayur-sayuran, telur per ram, susu kaleng, bawang merah, dan beberapa komoditi lainnya.
Dari pantauan Radar Sorong, warga lainnya yang belum dipanggil nomor kuponnya, harus berteduh dari panas teriknya mentari. Namun, beberapa warga lainnya memilih tetap mengantre di depan stand Pasar Murah.(zia)
















