SORONG- Diikuti 2.242 peserta dari 37 provinsi, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI di Kota Semarang, Jawa Tengah melibatkan 155 orang Dewan Hakim.

Salah satu anggota Dewan Hakim yakni Alqaf, S.Pd asal Kabupaten Raja Ampat Provinsi Papua Barat Daya.
“Independensi, objektivitas dan profesionalitas dewan hakim menjadi variabel kunci yang kami jaga ketat agar hasil kompetisi tetap kredibel dan diterima oleh seluruh kafilah,” ujar Ketua LPTQ Nasional Abu Rokhmad pada acara pembukaan MTQ XXXI Sabtu malam (12/9/2026).
Dikatakan Abu Rokhmad, pelaksanaan lomba MTQ XXXI digelar secara serentak di 12 venue yang tersebar di Kota Semarang. Selain itu, terdapat satu titik registrasi kafilah sehingga total terdapat 13 titik operasional yang dikelola secara simultan.
Cabang yang diperlombakan mencakup tilawah hingga tafsir dalam tiga bahasa. Sementara kategori hafalan Al-Qur’an tersedia mulai dari satu juz hingga 30 juz dengan peserta dari berbagai kelompok usia.
Kafilah Provinsi Papua Barat Daya mengikuti 9 cabang lomba. Dan pagi ini (Minggu, 13/9/2026) peserta yang mulai tampil ikut lomba yakni dari cabang qiraat remaja puteri , tilawah anak-anak puteri, tilawah remaja puteri , fahmil puteri, fahmil putera, karya tulis ilmiah putera, kaligrafi konteporer puteri dan hifzil 30 juz putera.
Menteri Agama Prof KH Nasarudin Umar dalam sambutannya pada acara pembukaan Musabaqah Tilawatil-Qur’an (MTQ), Sabtu (12/9/2026) menyampaikan pesan agar MTQ menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan serta pengetahuan dengan keteladanan,” ujar Nasaruddin.
Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak menjadikan kompetisi sebagai sekat di antara sesama. Persaingan hanya berlangsung selama berada di arena perlombaan.
“Di arena MTQ boleh ada persaingan untuk mencapai prestasi terbaik. Namun, di luar arena kita semua adalah sahabat seperjuangan dalam menjaga Al-Qur’an dan mengabdi kepada Indonesia,” pesann Menteri Agama Nasarudin Umar. (ros)
















