Kris Sang Vokalis yang Supel dan Ramah
SORONG – Suplayer minuman CV Tri Abadi berduka. Pasalnya, diantara 17 korban meninggal dunia karena hangus terbakar dalam bentrokan di Double Km 10 masuk, salah satunya adalah manager Ridwan Dodoh.
Tentang sosok alm Ridwan Dodoh, salah satu karyawan, Jera Ramlan yang dihubungi Radar Sorong kemarin (26/1) mau berbagi kesannya terhadap Almarhum.
“Pak Ridwan itu manager saya. Selama saya bekerja dalam tim, beliau orang paling baik dan dekat dengan karyawan,”ujar Jera.
Selain manager Ridwan Dodoh, dikatakan Jera, dua korban meninggal lainnya yakni Edith Tri Putra dan Ferman Syahputra adalah prensiple yang saat kejadian bersama managernya, Ridwan Dodoh berada di TKP. Kedua prensiple itu tinggal di luar Kota Sorong.
Jera dan karyawan suplayer minuman lainnya dari CV Tri Abadi merasakan duka yang mendalam atas kepergian almarhum Ridwan Dodoh. Dalam kesehariannya di Kantor, tutur Jera, alm Ridwan sangat dekat dengan karyawan.
“Bapak paling baik. Kalau ada masalah, dan marah sama kami karyawan, itu marahnya tidak seperti orang lain, tapi langsung kasi solusi,”tutur Jera.
Satu hal ya berkesan bagi Jera, dimana alm Ridwan Dodoh adalah sosok pimpinan yang humble, tidak ngebos, selalu bisa berbaur dengan karyawan. Jera pun tidak menyangka dari daftar nama-nama korban yang meninggal ternyata bosnya dan dua prensiple yang tinggal di luar Kota Sorong.
Saat berbincang dengan Radar Sorong via ponsel tadi malam (25/1), Jera mengatakan di rumah duka sedang berlangsung ibadah. Dijadwalkan, keluarga dari mitra kerja bosnya yakni dua prensiple yang turut jadi korban akan tiba di Sorong pada hari ini.
Selain alm Ridwan Dodoh, kesan terhadap korban meninggal dunia lainnya, Kris didapatkan dari Tian. Kepada Radar Sorong, Tian mengaku cukup dekat dengan Kris, vokalis band yang turut jadi korban hangus terbakar dalam insiden di Double O.

“Kita sering nonkrong di café, dan anaknya baik, ramah dan supel kepada siapa saja,”tutur Tian.
Terakhir ketemu dengan korban, November tahun lalu. Dikatakan Tian, dengan suara yang bagus, alm Kris sering tampil dengan band di café.
Tian sendiri mengaku tidak menyangka, almarhum jadi korban dalam insiden di Double O. Saat nongky bareng, Kris tutur Tian sering menyapa orang yang dikenalnya.
“Ia dia supel. Jadi kalau nongkrong di café itu tidak duduk diam di meja, tapi dia (alm,red) yang sering menghampiri orang –orang yang dikenalnya.
Untuk lagu-lagu yang sering dinyanyikan alm Kris , menurut Tian, adalah lagu dengan musik yang bit, serta lagu yang direquest oleh café yang mengontraknya. “Yang biasa dinyanyikan itu seperti lagunya Krispatih, juga lagu dengan musik ngebit,”tutur Tian, karyawan LO Radar Sorong. (ros)














