WAISAI – Seekor dugong atau yang lebih dikenal sebagai ikan duyung, ditemukan warga terdampar di perairan pesisir pantai WTC Kota Waisai Kabupaten Raja Ampat, Minggu (23/1) sore sekitar pukul 17.00 WIT. Mamalia laut dilindugi tersebut ditemukan beberapa warga yang sedang mandi-mandi di perairan pantai WTC. Warga tak sengaja melihat sesuatu terdampar di sisi kiri perairan tempat mereka mandi.
Penasaran, warga mendekati, ternyata yang terdampar seekor ikan duyung yang sudah tak bernyawa, terdapat beberapa luka dan goresan di tubuhnya. Tak ingin perairan di kawasan pesisir pantai WTC ini, warga mengevakuasi bangkai duyung tersebut ke daratan pantai WTC. Penemuan bangkai duyung ini menjadi tontonan warga yang berkunjung menikmati suasana pantai WTC. Warga beramai-ramai mengabadikan gambar maupun video bangkai duyung.
Hermes Mambrasar, warga yang menemukan bangkai dugong yang ditemui Radar Sorong mengaku awal mula menemukan bangkai duyung itu ketika pihaknya sedang mandi-mandi di pesisir pantai WTC. Terus melihat bangkai duyung hanyut terdampar tepat di bagian ujung pagar tembok pantai WTC. ”Ketemu bangkai duyung (dugong) itu sekitar jam 5 sore, tadi saya dan teman-teman mau kasih naik di sebelah kiri sana, tapi tidak bisa lansung dengan teman-teman tarik ke bagian tengah pantai WTC, baru bisa dikasih naik ke daratan,” kata Hermes Mambrasar.
Petugas penanganan mamalia terdampar dari BKKPN Kupang Satker Raja Ampat, petugas PSDKP Raja Ampat dan pihak Dinas Perikanan Raja Ampat turun ke pantai WTC untuk mengindetifikasi dan mengumpulkan data awal terkait penemuan bangkai dugong ini.
”Setelah mendapatkan informasi dari masyarakat terkait penemuan bangkai dugong yang terdampar di pantai WTC, kami berkordinasi dengan PSDKP Wilker Raja Ampat maupun Dinas Perikanan Raja Ampat bersama-sama turun ke lapangan untuk dilakukan identifikasi awal. Setelah itu, kami mengamankan dan membawa bangkai dugong agar dilakukan identifikasi selanjutnya,” jelas Koordinator BKKPN Kupang Satker Raja Ampat, Ferdinand I.P Bata kepada Radar Sorong.
Menurut Ferdinand, indentifikasi awal yang dilakukan pihaknya pada bangkai dugong di lokasi pantai WTC yakni mengukur bagian-bagian tubuh (Morfometri perikanan) diantaranya mengukur panjang dan lingkar tubuh, sirip dan ekor sebagai data awal. ”Setelah identifikasi awal melalui pengukuran morfometri perikanan, kami mendapati panjang dugong memiliki ukuran sekitar 278 cm, lingkar tubuh berukuran 155 cm. Sedangkan panjang sirip 38 cm serta lebar ekor 35 cm. Identifikasi ini baru mengumpulkan data awal,” beber Ferdinand.
Ditanya penyebab kematian dugong tersebut, Ferdinand mengaku pihaknya belum bisa memastikannya. Mungkin nanti ada identifikasi lanjutan untuk mengetahui dengan pasti penyebab kematian dugong ini. ”Setelah identifikasi awal kami akan melakukan proses identifikasi tambahan untuk melengkapi data awal. Selanjutnya untuk menghindari pencemaran kami akan dilakukan penguburan bangkai dugong. Tapi sementara terkait penyebab kematian dugong belum bisa kami pastikan, menunggu identifikasi selanjutnya,” ucapnya.
Pantauan Radar Sorong, setelah melakukan penanganan dan identifikasi awal, selanjutnya bangkai dugong tersebut dievakuasi dibantu warga untuk dilakukan identifikasi tambahan. Hingga berita ini dilansir, tim BKKPN Kupang dibantu tim PSDKP Wilker Raja Ampat, tim Dinas Perikanan Raja Ampat, tim BBKSDA Papua Barat Seksi Wilayah. I Raja Ampat beserta tim Karantina Pertanian Kelas I Sorong Wilker Raja Ampat masih melakukan identifikasi tambahan untuk menyempurnakan data dan informasi kematian dari dugong tersebut. Bangkai dugong ini selanjutnya akan dikuburkan di kawasan kantor PSDKP Wilker Raja Ampat kompleks Kemindores Kota Waisai. (hjw)















