Pangdam Kutuk Keras Penembakan 5 Prajurit TNI Yang Bangun Jembatan di Maybrat
MANOKWARI – Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menyampaikan duka mendalam sekaligus prihatin atas kasus penembakan terhadap 5 anggota Yon Zipur 20 PPA, di Kampung Fankario dan Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Maybrat, Kamis (20/1) pagi sekitar pukul 07.00 WIT.
Dari kejadian ini seorang prajurit meninggal dunia Serda Melkias Rumbiak serta 4 prajurit lainnya luka-luka. “Yang kedua, Pangdam mengutuk keras insiden di luar batas kemanusiaan ini. Binatang saja punya rasa, tapi bukan binatang lagi,” tandas Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVIII/Kasuari Kolonel Arm Hendra Pesireron menyampaikan pernyataan tegas Pangdam, Kamis (20/1).
Padahal para personel Yon Zipur 20 PPA sedang melaksanakan pembangunan jembatan sebagai satu-satunya akses di jalan. Pembangunan jembatan atas permintaan pemerintah daerah dan masyarakat. “Satu-satunya akses, pemerintah daerah dan masyarakat yang diminta, makanya kita (TNI) bangunkan. Tetapi kelompok yang berseberangan itu tidak mau ada pembangunan,” tuturnya.
Para korban telah dievakuasi ke Sorong, kemarin, korban meninggal dunia Serda Melkias Rumbiak tertembak pada bagian perut kanan. Korban kritis sebanyak 3 orang, Serda Darusman luka tembak pada bagian lengan kiri, Prada Ajis luka tembak pada tangan kanan, Prada Abraham luka tembak pada bagian paha kanan, pundak kanan dan lengan bagian kiri serta Prada Odeng luka ringan recoset paha kanan.
Kapendam menuturkan, para pelaku sama dengan penyerangan Pos Koramil Kisor, Distrik Aifat Tengah, Maybrat pada 3 September 2021, yakni kelompok sipil bersenjata (KKB) KNPB yang menimbulkan 4 prajurit TNI AD gugur. Setelah melakukan penembakan langsung melarikan diri ke hutan. “Kelompok kemarin (pelaku penyerangan Pos Koramil Kisor). Pelakunya yang DPO (daftar pencarian orang) itu, KNPB,” ujar Kapendam.
Setelah kejadian, personel gabungan TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi kejadian melakukan pengejaran terhadap kelompok penyerang. Kapendam mengatakan, situasi di Aifat Tengah, Maybrat kondusif. Ditanya apakah ada penambahan atau pergeseran personel ke Maybrat untuk pengejaran pelaku, Kapendam menuturkan, tidak ada. ‘’Tidak ada, tidak ada (pergeseran personel),’’ imbuh Kapendam.
Ucapan duga atas gugurnya prajurit TNI di Maybrat juga disampaikan Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, setelah mendapat laporan kejadian, Kapolres Sorong Selatan AKBP Choirudin, dan Dandim Maybrat bersama sejumlah anggota langsung ke tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi melakukan olah TKP, Kabid Humas akan segera menyampaikan ke publik bila sudah ada hasil oleh TKP dan pemeriksaan. “Kalau sudah ada hasil olah TKP dan hasil pemeriksaan baru kita rilis,” ujar Adam Erwindi. (lm)















