

SORONG- Meski diwarnai aksi demo, Musyawarah Wilayah (Muswil) I Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Papua Barat Daya di Vega Hotel, Kamis (24/8) tetap dilaksanakan dan dibuka secara resmi oleh Ketua Umum yang diwakili Wakil Ketua Umum BPP (Badan Pengurus Pusat) KKSS Jumrana Salikki.
Pembukkan Muswil I BPW KKSS Papua Barat Daya ditandai dengan pemukulan tifa dan disaksikan olehPJ Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Kepala Biro Pemerintahan, Otsus dan Kesejahteraan Rakyat Pemrov Papua Barat Daya, Anhar Akib, Bupati Raja Ampat, Abdul Faris Umlati, SE M.Pd, Staf Ali Walikota, Abdul Rahman Oeli, Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Barat H. Nurjaya, an sejumlah anggota DPRD Kota Sorong, sesepuh, tokoh masyarakat KKSS dan tamu undangan lainnya.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Andi Seradjiddin mengungkapkan, Muswil BPW KKSS Papua Barat Daya diiikuti 5 BPD KKSS di Papua Barat Daya, 7 pilar dan 2 ortom. Jumlah peserta dan peninjau tota 24 orang. Adapun dana Muswil KKSS Papua Barat Daya bersumber dari BPW KKSS Papua Barat.
Atas dukungan mengantarkan terlaksananya Muswil I PBD ini, Wakil Ketua Umum BPP KKSSS Jumrana Salikki menyampaikan terima kasih kepada Ketua BPW KKSS Provinsi Papua Barart, H. Nurjaya.
Dikatakan oleh Jumrana Salikki, dalam pelaksanaan Muswil KKSS PBD ini, tidak ada yang menciderai organisasi KKSS, sebaliknya BPP KKSS menyampaikan apreseasi dan terima kasih kepada H Nurjaya yang dengan cepat merespon mandat dari BPP KKSS untuk menyelenggarkan Muswil BPW KKSS Papua Barat Daya.
BPW KKSS diibaratkan seperti orang tua yang akan melepas anaknya berumah tangga, dimana orang tua yang sayang anaknya tidak melepas begitu saja, melainkan disiapkan segala sesuainya termasuk menyiapkan rumah untuk ditempati.
Karena itu tegas Jumrana Salikki, dalam mengantarkan terbentuknya BPW KKSS Papua Barat Daya, tidak ada kata perpisahan, yang adalah saling mensupport untuk suksesnya KKSS di Bumi Papua dan Papua Barat Daya.
Dari pelaksanaan Muswil I KKSS Papua Barat Daya ini, Wakil Ketua Umum BPP KKSS Jumrana Salikki berharap melahirkan seorang bayi montok yang luar biasa, yang bisa berlari cepat mengimbangi segala derap pembangunan yang telah dilaksanakan maupun yang akan berjalan di Provonsi Papua Barat Daya.
Terhadap ketua terpilih KKSS Papua Barat, diharapkan dapat merangkul semua elemen masyarakat KKSS, bersinergi dengan seluruh stakeholder di Papua Barat Daya sehingga KKSS di benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat KKSS pada khususnya dan daerah dan bangsa pada umumnya.
Selain menyusun program-program yang strategis, diharapkan kepada ketua terpilih juga mampu membuat rekomendasi yang dianggap penting baik untuk lingkup internal KKSS maupun diluar KKSS.
Bahwa kepengurusan BPW KKSS Papua Barat periode 20023-2028 yang akan terbentuk diharapkan mampu menjadi penggerak untuk seluruh kegiatan pembangunan di wilayah Provinsi Papua Barat Daya. “KKSS Kuat, Indonesia Tangguh,”tandas Jumrana Salikki.
Sementara itu Ketua BPW KKSS Papua Barat, H Nurjaya kepada media membantah adanya anggapan bahwa Muswil I KKSS ini sudah disetting untuk memilih kandidat tertentu.
Ditegaskan oleh Nurjaya, panitia telah memberikan kesempatan kepada warga KKSS di Papua Barat Daya yang ingin maju sebagai calon ketua KKSS Papua Barat untuk mendaftar.
Namun sampai batas akhir waktu pendaftaran hanya dua orang yang mendaftar yakni H. Muhammad Said, ST MM, dan Drs H. Abidin Bado, M.Si.
“Pendaftaran kita buka bebas, sudah berapa hari kita buka bebas Kalau kita settting berarti kita tidak buka bebas dong, artinya kita hanya buka 1 atau 2 jam langsung tutup. Ini kan tidak, sudah berhari-hari kita buka pendaftaran,”terang H. Nurjaya.
Dikatakan, siapa pun yang ingin maju dalam bursa dalam kepemimpinan BPW KKSS Papua Barat Daya silakan. “Saya atau panitia tidak biasa memutuskan , nanti saat pleno silakan masing-masing menyampaikan visi misinya kedepan bagaimana. Kalau visi dan misi anda diterima oleh peserta, pasti terpilih. Jadi tidak bisa kita bilang, setting, siapa mau setting tu barang, kalau kita setting kita tidak akan buka bebas pendaftaran,”tandas Ketua BPW KKSS Papua Barat .
Terkait aksi demo massa, dikatakan H.Nurjaya, pokok masalahnya ada pada misskomunikasi, dimana ada penyampaian yang diterima namun setelah perwakillan massa yang menolak Muswil digelar dipanggil
untuk menglirkan kabar itu ternyata tidak benar.
“ Harapan kita Muswil KKSS Papua Barat Dayaini menghasilkan pemimpin dan pengurus yang baik, mudah-mudahan segala apa yang direncanakan kedepan bisa terlaksana dengan baik,”ujar Nurjaya.
“Siapa pun pemimpin terbaik mereka (Papua Barat Daya, Red), mereka harus dukung. Kita bukan duduk lalu tunjuk si A atau si B, tapi kita undang semua yang punya hak suara penuh. Yang punya hak suara kita undang, termasuk beberapa tokoh dan pilar-pilar jadi mereka saksikan bahwa ini pemilihan,”imbuhnya kemudian.
Menyinggung soal etika dimana tidak ada pemberitahuan kepada para sesepuh KKSS untuk pelaksanaan Muswil KKSS di Kota Sorong, ditegaskan oleh H. Nurjaya bahwa sesuai garis koordinasi, BPW KKSS menyampaikan kepada seluruh BPD di wilayah Papua Barat Daya, selanjutnya masing-masing BPD itulah yang meneruskan ke segala komponen masyarakat KKSS, termasuk kepada para tokoh dan sesepuh KKSS di wilayahnya masing-masing.
“Kalau kami harus datangi satu-satu itu keliru, karena garis koorinasi kami hanya dengan BPD-BPD. Kalau ketua tidak sampaikan itu masing-masing, yang lain respon, kalau ada yang tidak respon ndak boleh kita putar balikkan ini cerita, jangan putar balikkan fakta,”ujar H. Nurjaya.
Yang pasti Ia dan semua pengurus BPW KKSS Papua Barat berharap Muswil I KKSS Papua Barat Daya tidak hanya jadi jadi formalitas, apa yang telah disepakti diputuskan bersama-sama dilaksanakan dengan penuh tanggaungjawab. Dan merupakan tugas ketua dan pengurus BPW KSSS Papua Barat Daya periode 2023-2028 untuk untuk merangkul semua elemen masyarakat KKSS di Papua Barat Daya.
Sementara itu dari 2 calon Ketua BPW KKSS Papua Barat Daya, nama H. Muhammad Said, Ketua BPD KKSS Kabupaten Raja Ampat sejak awal disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Saat ditemui Radar Sorong, sebelum Muswil digelar, H. Said yang juga anggota DPRD Raja Ampat dari Partai Demokrat belum mau berkomentar tentang namanya yang disebut-sebut sebagai calon kuat ketua KKSS Provinsi Papua Barat Daya. (ros)















