MANOKWARI – Bupati Manokwari, Hermus Indou mengatakan saat ini usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Manokwari khususnya industri kerajinan waktunya naik kelas. Hal tersebut guna bisa bersaing di kancah nasional.
“Perlu adanya peningkatan hasil kerajinan yang memenuhi permintaan pasar dan bisa terus menaikkan daya saing sehingga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya, Senin (31/10).
Ia menyebutkan peningkatan UMKM di Manokwari bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan mendatangkan pemasukan bagi daerah termasuk pemasukan per kapita bagi para pengerajin.
“Kita harus bisa mengurangi secara bertahap ketergantungan produk UMKM dari luar Papua Barat. Manfaatkan UMKM yang ada di Manokwari,” sebutnya.
Ia mengakui bahwa saat ini, Manokwari masih ketergantungan dari luar Papua Barat. Untuk itu, UMKM yang ada di Manokwari bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dengan hasil kerajinan lokal.
“Pada pameran UMKM, ada 22 pelaku usaha yang ikut. Saya berharap UMKM yang ada ini bisa memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Pada pameran UMKM tersebut terlihat beragam produk yang ditampilkan melibatkan kelompok-kelompok hingga pihak sekolah dari SMP hingga SMA.
Hasil produk kerajinan pada pameran UMKM itu meliputi kerajinan tas anyaman, alat-alat kebutuhan rumah tangga dari sabut kelapa, daur ulang sampah plastik, serta produk olahan dari berbagai komoditi pertanian seperti ubi jalar dan sukun. (bw)













