SORONG – Seorang tokoh pemuda Kota Sorong, Poly Way menyampaikan kritik terbuka mengenai pembagian posisi dan anggaran di provinsi baru, Provinsi Papua Barat Daya. Dalam pernyataannya, Poly Way mendesak Gubernur Elisa Kambu untuk berlaku bijaksana dan mengakomodasi tiga tim perjuangan pemekaran yang telah berkontribusi besar dalam pembentukan provinsi ke-38 tersebut.
Perjuangan panjang pembentukan Provinsi Papua Barat Daya (PBD), yang diresmikan pada 8 Desember 2022 (UU Nomor 29 Tahun 2022), melibatkan 3 tim utama yang berperan sesuai dengan tahapan perjuangan mereka, Tim Deklarator, Tim Presidium dan Tim Percepatan Pemekaran Provinsi Papua Barat Daya.
Poly Way menyatakan bahwa perjuangan melahirkan provinsi baru adalah proses yang berat, melibatkan tiga tim perjuangan utama, yaitu Tim Deklarator, Presidium, dan Percepatan. Namun, ia menyayangkan bahwa hingga akhir tahun, tim-tim ini belum mendapat pengakuan melalui bagian, paket, ataupun pelantikan jabatan.
“Provinsi ini kan lahir melalui perjuangan yang berat. Ada tim perjuangan… Sekarang provinsi sudah terbentuk. Terus tim ini mengharapkan bahwa mereka harus merasakan,” katanya.
Menurut Poly Way, alih-alih mengutamakan pejuang pemekaran, sebagian besar akomodasi dalam struktur provinsi justru “diakomodir oleh tim sukses”.
“Kenapa bisa begitu? Seharusnya ini menjadi tanggung jawab Gubernur untuk mengakomodir tim pemekaran. Bagian mereka, mau kecil, besar, bagaimanapun, harus mereka dapat bagian,” tegasnya.
Poly juga menyoroti bahwa tim pemekaran seharusnya memiliki alokasi bagian di setiap anggaran, baik di APBD Induk maupun APBD Perubahan. Ia menganggap bahwa monopoli oleh tim sukses dapat merusak citra dan penilaian masyarakat terhadap Gubernur.
Pesan untuk Tim Sukses dan Gubernur,
Tokoh pemuda Kota Sorong ini mengingatkan bahwa kemenangan Gubernur Elisa Kambu sebagian besar didorong oleh keinginan masyarakat untuk “merasa adanya kepemimpinan baru,” bukan semata-mata karena kinerja tim sukses. Masyarakat memilih tanpa janji, tanpa bayaran, dan tanpa diberi imbalan.
“Tim sukses juga jangan terlalu, terlalu berbangga diri. Karena Elisa Kambu itu dipilih itu, sebagian besar itu masyarakat pilih saja. Jadi tim sukses jangan monopoli barang-barang. Terus tim sukses juga ingat bahwa ada tim pemekaran,” katanya.
Menutup pernyataannya, Poly Way menyampaikan bahwa Gubernur Elisa Kambu harus lebih bijak. “Pak Gubernur harus bijaksana untuk melihat dan membagi bagian-bagian ini, karena tim sukses ini bisa menjadi bumerang untuk merusak citra Pak Gubernur ke depan nanti,” katanya.(***)












