SORONG – Sebanyak 20 taruna Program Studi Manajemen Transportasi Laut Politeknik Pelayaran Sorong melakukan kunjungan industri ke Terminal Petikemas (TPK) Sorong pada Selasa (1/9).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, dan pemahaman taruna mengenai penyelenggaraan kegiatan kepelabuhanan secara langsung di lapangan.
Dalam kegiatan tersebut, para taruna didampingi oleh dua orang dosen dan mendapatkan kesempatan untuk mempelajari berbagai aspek operasional pelabuhan, mulai dari pelayanan kapal dan barang, penerapan sistem manajemen kepelabuhanan, hingga aspek keselamatan dan keamanan dalam aktivitas kepelabuhanan.
Pada kesempatan tersebut, peserta memperoleh penjelasan mengenai proses penyelenggaraan dan operasional kepelabuhanan, termasuk mekanisme pelayanan kapal dan barang serta berbagai fungsi strategis pelabuhan dalam mendukung konektivitas dan distribusi logistik.Usai sesi pemaparan, rombongan melanjutkan kegiatan dengan kunjungan lapangan ke Terminal Petikemas Sorong. Di lokasi tersebut, para taruna dapat melihat secara langsung aktivitas operasional terminal petikemas serta memahami proses pelayanan dan pengelolaan petikemas yang dijalankan setiap hari.
Kunjungan lapangan didampingi oleh Manager Operasi dan Teknik, Anthonius Marani, serta Asman Operasi, Usep Nurdin. Melalui pendampingan tersebut, para peserta mendapatkan penjelasan mengenai alur operasional terminal, penerapan aspek keselamatan kerja, pelayanan kepada pelanggan, hingga tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan operasional terminal petikemas.
Terminal Head TPK Sorong, Welta Selfie, mengatakan bahwa kegiatan kunjungan industri menjadi sarana penting untuk menjembatani teori yang diperoleh di lingkungan pendidikan dengan praktik yang berlangsung di dunia kerja.
“Kami menyambut baik kunjungan industri dari Politeknik Pelayaran Sorong. Melalui kegiatan ini, para taruna dapat melihat secara langsung bagaimana proses operasional terminal petikemas dilaksanakan sehingga pengetahuan yang diperoleh di bangku pendidikan dapat semakin dipahami melalui pengalaman di lapangan. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman yang bermanfaat bagi para taruna sebagai calon insan transportasi laut dan kepelabuhanan,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Selain mendapatkan materi dan penjelasan dari para praktisi kepelabuhanan, para taruna juga berkesempatan berdiskusi mengenai berbagai aspek operasional terminal dan perkembangan industri kepelabuhanan.
Melalui kegiatan ini, para taruna diharapkan memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai dunia kerja di sektor kepelabuhanan serta memiliki bekal pengetahuan dan pengalaman yang relevan untuk mendukung kesiapan mereka sebagai calon tenaga profesional di bidang transportasi laut.Salah satu taruna peserta kunjungan, Kosmos Mofu mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan untuk melihat langsung penerapan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan.
“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami bisa melihat langsung bagaimana operasional terminal petikemas berjalan sekaligus memahami penerapan teori yang selama ini kami pelajari di kampus. Pengalaman ini tentunya menjadi bekal yang berharga bagi kami sebagai calon insan transportasi laut,” ujarnya.
Kunjungan industri tersebut juga menjadi wujud sinergi antara institusi pendidikan vokasi dan industri kepelabuhanan dalam mendukung pengembangan kompetensi sumber daya manusia maritim Indonesia, khususnya di wilayah Papua Barat Daya.













