Ganjar-Mahfud akan Kampanye Pertama di Papua

AIMAS – Ketua Dewan Adat Papua (DAP) Wilayah III Doberay, Paul Finsen Mayor,S.IP, CM. NNLP bersama sejumlah tokoh adat dan tokoh masyarakat Papua menemui calon presiden (Capres) Ganjar Pranowo di Jakarta. Dipimpin langsung oleh Ketua DAP, pertemuan tersebut juga dihadiri para tokoh masyarakat dan tokoh adat Papua. Diantaranya, Drs. Yance Mambrasar (Ketua Dewan Adat Suku Besar BETKAF Raja Ampat), Yerimias Su (Kepala Suku Besar Moi Sorong Raya), Mesak Mambraku, ST (Anggota MRPBD Terpilih dari Raja Ampat), Moses Adadikam (Kepala Suku Besar Byak Kabupaten Sorong), Origenes Sadrafle (Tokoh Adat dari Kabupaten Sorong Selatan), Yakob Sauyai (Tokoh Masyarakat Adat Raja Ampat), Ir. Yoppy Omkarsba (Tokoh Masyarakat Adat Papua dan Koordinator Bidang Pemuda dan Olahraga DAP Wilayah III Doberay).
Saat dihubungi Radar Sorong via telepon, Paul menyebutkan bahwa dalam pertemuan tersebut, dirinya bersama para tokoh menyampaikan sejumlah permasalahan krusial yang ada di tanah Papua. Diantaranya, pertama, berkaitan dengan pendidikan. Di mana ada sekitar 600 ribu anak asli Papua usia sekolah, namun nyatanya mereka tidak bersekolah.
“Tentu saja kondisi seperti ini sangat memprihatikan bagi kelangsungan hidup dan masa depan masyarakat adat Papua. Itulah sebabnya pemimpin masa depan harus menuntaskan permasalahan ini dengan solusi yang tepat,” kata Paul kepada Radar Sorong.
Kedua, lanjutnya, menyangkut masalah kesehatan. Sebab sudah 78 tahun Indonesia merdeka telah banyak perusahaan nasional dan asing masuk dan mengambil Sumber Daya Alam (SDA) Papua. Namun hingga hari ini pemerintah pusat belum pernah membangun Rumah Sakit Internasional dan Universitas Internasional di Tanah Papua.
“Tidak sedikit perusahaan besar, baik nasional maupun perusahaan asing internasional yang beraktivitas di wilayah Papua. Tapi sama sekali tidak terpikirkan oleh pemerintah untuk menghadirkan sentra pelayanan kesehatan yang mumpuni seperti rumah sakit internasional. Begitu pun dengan universitas internasional. Kalaupun ada, itu atas inisiatif anak Papua. Dan itu sangat sulit kalau tidak ada dukungan pemerintah pusat dan daerah,” tegasnya.
Dalam pertemuan tersebut, dapun beberapa catatan penting yang disampaikan oleh para tokoh masyarakat Adat Papua kepada Capres Ganjar Pranowo.
Pertama, masyarakat adat Papua meminta pembentukan Kementerian Percepatan Pembangunan Kesejahteraan Papua dalam Kabinet Ganjar Pranowo ketika terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia periode 2024- 2029.
Kedua, penyelesaian kasus pelanggaran HAM di seluruh Tanah Papua harus dituntaskan. Ketiga, penegakkan dan penindakan hukum terhadap oknum pejabat yang menyalahgunakan dana Otsus harus benar-benar ditegakkan.
Keempat, pembangunan sekolah olahraga dalam berbagai Cabang Olahraga (Cabor), termasuk sepakbola, basket, voli, tinju dan lain-lain. Kelima, menyegerakan pembentukan posko-posko pemenangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia 2024-2029.
Dalam pertemuan tersebut, Ganjar mengaku terharu atas pertemuannya dengan para tokoh dari Papua. Ganjar sangat mengapresiasi kunjungan yang langsung dipimpin oleh seorang Mananwir Pemimpin Adat Papua yakni Paul Finsen Mayor.
Pada kesempatan yang sama, blak-blakan dikatakan Ganjar kepada para tokoh adat Papua, bahwa dirinya bersama Cawapres Mahfud akan mengawali kampanye perdananya di Tanah Papua. Diakui Paul, rencana Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud tersebut menjadi satu kehormatan besar untuk semua Masyarakat Adat di Tanah Papua.
“Rencananya Ganjar Pranowo akan mengawali kampanye pertama dari Tanah Papua, ujung timur Indonesia. Ini adalah kehormatan besar bagi kami dan seluruh masyarakat Papua. Untuk tempatnya telah kami sepakati bersama beberapa daerah di Tanah Papua dan sekaligus membangun posko-posko Pemenangan Ganjar Pranowo dan Mahfud MD sebagai Presiden Republik Indonesia Periode 2024-2029,” beber Ketua DAP.
Ia menambahkan, pertemuan yang berlangsung di Jakarta tersebut berjalan lancar, penuh kekeluargaan dan kebersamaan. Dimana di akhir pertemuan, juga diserahkan cinderamata dari Ketua DAP Wilayah III Doberay dan Kepala Suku Besar Moi Sorong Raya kepada Capres Ganjar Pranowo. (ayu)














