

AIMAS – Pemerintah Kabupaten Sorong melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Sorong gencar mengkampanyekan gerakan makan telur bagi anak balita. Aksi kampanye tersebut dikemas dalam kegiatan ‘Lokakarya Mini Percepatan Penurunan Stunting antar Lintas Sektor’ yang dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas (KB), Kelurahan Klasuluk, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong.
Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan Luther Salamala, S.Pd, M.PA saat membuka kegiatan tersebut menerangkan, bahwa kegiatan kampanye makan telur ini merupakan salah satu upaya pemenuhan kebutuhan gizi bagi anak yang sedang dalam masa tumbuh kembang guna mencegah stunting.
Dikatakan Luther, percepatan penurunan stunting menjadi program prioritas nasional yang juga di menjadi konsen Pj Bupati Sorong untuk diimplementasikan di Kaupaten Sorong. Ia menyebutkan, sesuai Perpres nomor 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting, secara nasional target penurunan stunting pada tahun 2024 yaitu berada di angka 14 persen.
“Kabupaten Sorong berada pada Prevalensi 23,8 persen di tahun 2022. Angka tersebut telah turun 4,9 persen jika dibandingkan dengan tahun 2021.
Diharapkan sepanjang tahun 2023 ini bisa mencapai target nasional menjadi 14 persen ditahun 2024 mendatang,” ujar Luther.
Menurutnya, strategi nasional percepatan penurunan stunting bertujuan untuk menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan serta meningkatkan akses air minum dan sanitasi.
Lanjut dikatakan Luther, selain kampanye makan telur, juga dicanangkan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Klasuluk. Pencanangan Kampung KB Klasuluk merupakan yang ke-70 dari 252 kampung/kelurahan yang tersebar di 30 distrik di Kabupaten Sorong.
Pencanangan Kampung KB ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung / kelurahan melalui program bangga kencana serta pembangunan sektor lainnya dalam rangka mewujudkan keluarga yang berkualitas.
“Hadirnya Kampung KB juga merupakan salah satu upaya percepatan penurunan stunting yang dilakukan melalui pendampingan dan pelayanan bagi masyarakat melalui kampung KB. Adapun kelompok sasaran yang harus didampingi yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak usia 0-59 bulan,” pungkasnya. (ayu)











