Tarif Rental Sorong-Tambrauw Mahal, Anggota DPR: Harga Rp4 Juta Tidak Masuk Akal!

Jalan Sudah Bagus, Harusnya Turun Bukannya Naik
SORONG-Anggota DPR Kabupaten Tambrauw, Gaspar Baru, menilai bahwa tarif angkutan transportasi atau mobil rental Sorong-Tambrauw terlalu mahal dan membebani masyarakat. Yang mana harga transportasi angkutan mobil Sorong-Tambrauw Rp4 juta, sementara jalan sudah dibangun. Sedangkan dahulu sebelum dibangun dan kondisi jalan rusak parah Rp3,5 juta. Harusnya tarif angkutan turun bukan malah naik.

“Tarif angkutan Sorong-Tambrauw secara umum, bahkan khususnya Sorong-FEF terlalu mahal. Saya adalah bagian dari masyarakat yang tugas sehari-hari sebagai anggota DPRD Kabupaten Tambrauw. Saya tidak setuju dengan tarif yang naik jadi Rp4 juta per mobil dan di per orang, mereka minta Rp400 ribu. Sebelumnya hanya Rp,5 juta. Kasih naik itu dasar hukumnya dari mana?,” katanya ketika melakukan jumpa pers, Senin (17/4) di Km 12.

Menurutnya, dulu ketika jalan masih rusak parah Rp3,5 juta per mobil, namun sekarang ketika jalan sudah dibangun pemerintah malah naik menjadi RpRp4 juta. Seharusnya menurun, bukan malah naik. Bahkan kalau per orang diminta Rp400 ribu.

“Saya mantan kepala distrik FEF di tahun 2011 dan 2012. Saya kontrak (sewa) mobil untuk masyarakat saya, dengan tarif Rp3,5 juta. Sekarang harusnya turun, bukannya naik Rp4 juta. Itu sopir model itu saya akan hentikan dengan cara saya. Tidak bisa kita bantai masyarakat dalam sisi ekonomi. Jalan pemerintah sudah bangun bagus, yang seharusnya turun. Bukan naik Rp4 juta,” ujarnya.

Dikatakan bahwa setelah Idul Fitri, dirinya akan memanggil semua pihak yang punya mobil yakni masyarakat Tambrauw yang punya mobil. Kemudian ia akan membuka pangkalan dengan harga yang yang masuk akal dan tentunya tidak memberatkan masyarakat.
“Mohon maaf izin, demi masyarakat maka saya harus ambil solusi tersebut. Jadi para sopir harus kembali kepada harga atau tidak kurang dari Rp2 juta,” ujarnya.

Lanjutnya, Pemerintah bangun jalan untuk masyarakat, bukan untuk pengusaha mobil saja, bukan untuk sopir saja. Dirinya tidak tahu tarif ini keluar dari pengusaha mobil atau sopir yang buat-buat ini, namun harga tersebut sudah setahun.

“Saya akan tetapkan Rp2 juta per mobil. Mohon maaf pengusaha mobil dan para sopir, tapi kita menghargai bahwa Kabupaten ini untuk masyarakat. Bukan hanya untuk pengusaha mobil atau bukan hanya untuk Sopir. Itu harus kita pahami,” tegasnya.

Lanjutnya, Soal BBM naik Dirinya tahu, tapi terlalu menyolok jika harga dinaikkan hingga Rp4 juta. Sedangkan, Sorong-Maybrat hanya Rp1,5 juta dengan jangkauan waktu 6 jam.

“Sementara Sorong-Tambrauw tidak sampai 4 jam kemudian jalan bagus, apa alasannya. Jadi langkah yang untuk keluhan masyarakat, maka saya akan kumpulkan yang punya mobil untuk solusi tersebut,” ujarnya.

Gaspar menambahkan bahwa Rancangan peraturan daerah sudah DPR Tambrauw konsultasikan di tingkat provinsi dan tingkat pusat. “Rancangan sudah ada, tinggal kita penetapan. Tapi sebelum ada Perda mengapa buat sendiri-sendiri tarifnya. Rp 4 juta itu dia muncul dari mana,” katanya.

Disinggung bagaimana dengan perhatian Pemerintah setempat, kata Gaspar bahwa Pemerintah ini ikuti tapi kan tidak ada yang mengambil langkah, semua pada diam termasuk Dinas perhubungan.
“Bisa saja dinas perhubungan punya mobil. Tahu tapi sengaja,” tegasnya.

Ia menambahkan jika para pengusaha rental mobil atau sopir tidak setuju dengan anggaran atau tarif tersebut yakni Rp2 juta, maka dirinya akan melibatkan masyarakat Tambrauw yang memiliki mobil untuk menjadikan mobil mereka angkutan.

“Ini keluhan masyarakat. Harga Rp4 juta tidak masuk akal, mereka sangat memberatkan dan menurut saya itu pungli. Cara-cara seperti itu segera dihentikan. Jangan kau makan untung dengan masyarakat miskin berkali-kali lipat, tidak bisa,” tegasnya.(zia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!