SORONG – Dibangun sejak tahun 2023 yang ditandai dengan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan Negeri di kompleks kolam buaya Sorong, Sabtu (30/9/2023), SMK Kehutanan Negeri direncanakan mulai tahun ajaran 2026 mendatang mulai menerima siswa baru untuk menjalani pendidikan kejuruan kehutanan. Potensi hutan yang sangat luas di wilayah Papua Barat Daya, mendorong pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya menyediakan sarana pendidikan untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) di bidang kehutanan yang berkualitas.
“Sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Pertanahan Provinsi Papua Barat Daya, kami menginformasikan kepada seluruh masyarakat Papua Barat Daya, terkhususnya orang asli Papua, bahwa di tahun 2026 mendatang kami membuka sekolah khusus kejuruan kehutanan negeri yang berlokasi di Km 16 belakang kantor BKSDAH, dan sekolah ini fokus melatih ilmu-ilmu kehutanan termasuk pemetaan, GIS, fokus masalah konsevasi dan reboisasi,” kata Kepala Dinas LHKP Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu,ST,MSi kepada Radar Sorong, Sabtu (22/11/25).
Diterangkannya, sekolah kejuruan kehutanan ini gratis. Peluang ini terbuka lebar bagi masyarakat Papua Barat Daya khususnya orang asli Papua, yang harus dimanfaatkan, jangan sampai orang dari provinsi lain yang datang memanfaatkannya. “Bila dihitung-hitung, biaya pendidikan dari kelas 1 sampai selesai itu itu 500-an juta, tapi sekolah ini gratis. Untuk itu kami berharap bupati/walikota bisa mendorong masyarakatnya khususnya orang asli Papua yang punya hutan adat di wilayahnya masing-masing, untuk dikirim masuk ke sekolah khusus kehutanan ini, untuk meningkatkan kapasitasnya pendidikan formalnya di bidang kehutanan,” tukasnya.
Dikatakannya, prospek kehutanan ke depan sangat luar biasa, diera 80-an itu Sumatera, 90-an itu Kalimantan, 2000-an sampai hari ini itu Papua, sehingga dibutuhkan SDM yang handal di bidang kehutanan agar nanti bisa kembali mengabdi dan mengawal kebijakan di sector kehutanan serta mengedukasi masyarakatnya. “Sekolah ini kan semacam sekolah vokasi, jalur pendidikan yang berfokus pada penguasaan keterampilan praktis dan keahlian terapan untuk mempersiapkan lulusan yang siap kerja di dunia profesional. Berbeda dengan pendidikan akademik yang lebih fokus pada teori, kurikulum vokasi memiliki porsi praktik yang lebih besar. Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri ini sebelumnya di Manokwari, tapi sudah ada kebijakan untuk dipindahkan ke Sorong, dan direncanakan tahun 2026 akan dibuka penerimaan siswa baru,” terangnya.
Menurutnya, pembukaan pendidikan khusus bidang kehutanan ini juga bisa menjadi salah satu pintu masuk kebijakan otonomi khusus Papua, sehingga bisa mendorong dan mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua, mengingat di undang-undang pembentukan provinsi Papua Barat Daya, bagian menimbang, provinsi ini hadir untuk pemerataan pembangunan, mempercepat pelayanan public, mensejahterakan masyarakat serta mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua. “Mengangkat harkat dan martabat orang asli Papua salah satunya melalui pendidikan vokasi, agar selepas mengikuti pendidikan memiliki keterampilan praktis dan keahlian terapan yang siap kerja,” tegasnya.
Terkait rencana operasional Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan ini, Kelly mengatakan baru-baru ini ada kunjungan Komisi IV DPR-RI dibawah pimpinan Bung Roberth Kardinal. “Sekolah ini ada salah satunya berkat perjuangan Bung Roberth Kardinal untuk bagaimana melihat masa depan generasi anak cucu orang asli Papua memiliki SDM yang handal salah satunya di bidang kehutanan. Untuk itu kami berharap kepada stakeholder terkait misalnya dari Tirta Remu, PLN, Pertamina dan lain sebagainya, mari sama-sama kita mendukung operasional sekolah ini nantinya,” kata Kelly Kambu.
Untuk diketahui, SMK Kehutanan Negeri adalah salah satu UPT Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang mempunyai tupoksi pengembangan sumber daya manusia bidang kehutanan di wilayah Papua dan Maluku melalui pendidikan formal tingkat menengah. Kepala SMK Kehutanan Negeri Manokwari, Rizard M. H. Waas saat peletakan batu pertama pembangunan sekolah pada tahun 2023 lalu mengatakan, SMKKN mempunyai visi yaitu, tersedianya tenaga teknis menengah kehutanan yang beraklak mulia, sehat, profesional, mandiri, dan berwawasan lingkungan, serta berdaya saing. Gedung SMKKN terdiri dari ruang kantor, ruang kelas, auditorium, Asrama putra putri, ruang makan, klinik dan mess Pengelola, rumah dinas tenaga pengajar, tempat ibadah, teaching factory, perpustakaan dan laboratorium, gedung praktek kehutanan, persemaian. (ian)














