SORONG – Banyak kendaraan dinas (Randis) pemerintah daerah Kabupaten Maybrat diduga disalahdigunakan oleh pejabat untuk kepentingan pribadi. Pernyataan tersebut disampaikan Penjabat Bupati Maybrat, Dr. Bernhard Rondonuwu,MSi saat memimpin apel pegawai di alun-alun Fait Mayaf baru-baru ini
Penegasan tersebut disampaikan Pj Bupati Maybrat bukan tanpa alasan, tetapi berdasarkan fakta-fakta yang dilaporkan masyarakat kepada dirinya dalam sebulan terakhir melaksanakan tugas pemerintahan di Kabupaten Maybrat. “Benar bahwa ada laporan dari masyarakat bahwa banyak kendaraan dinas pejabat yang disalahgunakan oleh oknum-oknum pejabat untuk kepentingan pribadi, bahkan ada kendaraan dinas yang dijadikan angkutan umum,” ucapnya.
Karenanya, di kesempatan apel tersebut, pihaknya menegaskan bahwa akan mengambil sikap tegas untuk menertibkan semua kendaraan-kendaraan dinas pejabat Maybrat. “Kita akan apel kendaraan dinas. Semua kendaraan dinas wajib menggunakan plat merah,” tegasnya sembari menambahkan bahwa jika kedapatan kendaraan-kendaraan dinas yang disalahgunakan oleh pejabat maka kendaraan tersebut ditarik dari yang bersangkutan.
Pihaknya lanjut Bernhard, selain memerintahkan Satpol PP untuk melakukan pendataan setiap kendaraan dan atau pejabat yang keluar masuk Maybrat di pos-pos perbatasan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Kapolres Maybrat untuk melakukan sweeping kendaraan dinas. “Saya telah berkoordinasi dengan Kapolres Maybrat untuk melakukan apel dan sweeping kendaraan dinas pejabat. Tujuannya apa, supaya kita semua ini tertib,” tandasnya.
Selain itu, pihaknya juga telah memerintahkan jajarannya di Bidang Aset BPKAD Kabupaten Maybrat untuk mendata setiap pejabat yang memiliki lebih dari satu kendaraan dinas, baik itu kendaraan roda dua maupun roda empat, yang dalam keadaan baik maupun yang sudah rusak. Tujuannya supaya ingin memastikan agar tertib dan juga pendistribusian kendaraan dinas adil dan merata kepada semua pejabat yang berhak untuk mendapatkannya. (ris)















