AIMAS – Anggota DPR RI fraksi Nasdem Dapil Papua Barat, Rico Sia dalam setiap kesempatan berbicara di rapat DPR RI selalu minta agar Papua Barat Daya nantinya bisa ikut serta dalam Pesta Demokrasi serentak 2024. Ia mengaku konsen memperjuangkan ini karena menurutnya inilah yang didambakan masyarakat bahwa setelah jadi provinsi maka yang diharapkan kemudian adalah PBD ikut serta dalam Pemilu 2024.
Terkait dengan perjuangan Pronsi PBD, Rico Sia membantah isu yang santer terdengar terkait pembatalan pemekaran DOB Papua Barat Daya (PBD). Dikatakan Riso Sia, pada prinsipnya rencana PBD sudah sampai di tahap pengesahan. Sesuai penegasan Ketua DPR RI, bahwa usulan pengesahan akan disampaikan dalam rapat badan musyawarah (Bamus) dan disahkan pada rapat paripurna yang akan datang. “Jadi menurut saya, jika anggota pejabat tinggi negara sudah mengatakan akan disahkan pada paripurna yang akan datang, sebenarnya sudah terjadi saat dia mengucapkan itu. Tinggal ketok palunya nanti saat paripurna,” ungkap Rico Sia.
Rico Sia mengungkapkan, dalam rapat terakhir ditetapkan bahwa Kota Sorong akan menjadi ibukota PBD nantinya. Sehingga sudah tidak mungkin lagi untuk mengakomodir usulan perpindahan ibukota PBD dari Kota Sorong ke Kabupaten Sorong. Sebab proses yang dilalui sudah sangat panjang. “Persetujuannya sudah di tingkat satu. Dimana 6 cakupan wilayah dan ibu kota lainnya sudah ditandatangani bersama. Bahwa rencana ibukota provinsi PBD akan berada di kota Sorong,” ujar Rico Sia.
Menurutnya, jika upaya itu dipaksakan setelah diketuk palukan oleh DPR RI, maka hanya akan memperlambat pengesahan PBD itu sendiri. Sebab sebenarnya sudah tidak ada lagi tarik ulur antara Komisi 2 maupun Pimpinan DPR RI. “Hal itu (usulan perpindahan ibukota) sudah tidak bisa dinegosiasikan lagi. Karena prosesnya sudah sangat panjang dan kini memasuki tahap pengesahan. Karena di dalam rapat Panja komisi 2 sudah disepakati bersama dan ditandatangani oleh setiap fraksi yang ada,” beber Rico Sia.
Ditambahkan, jika tidak ada halangan lagi untuk disahkan pada November mendatang maka PBD berpeluang besar untuk ikut dalam pesta demokrasi 2024 mendatang. Rico Sia juga menegaskan, bahwa pihaknya siap memperjuangkan PBD untuk diikutsertakan pada Pemilu 2024. “Saya perjuangkan itu untuk 2024. Jadi isu pembatalan PBD itu tidak benar. Yang lebih lucu lagi, isu pembatalan santer terdengar padahal belum pernah dijadwalkan pengesahannya,” tandasnya.
Rico Sia mengimbau agar masyarakat lebih jeli memilah informasi dan tidak termakan berita hoaks. Sebab berita hoaks dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan di daerah yang bisa saja berdampak pada tertundanya pengesahan PBD. (ayu)















