• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 11 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Politik dan Perempuan

by admin
17 November 2022
in Lainnnya
0
Politik dan Perempuan

Sara Mambrasar

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oleh : Sara Mambrasar (Mahasiswa Unimuda Sorong)

Politik selalu identik dengan ‘dunianya laki-laki’, sehingga kurang pas rasanya untuk perempuan masuk ke dalam ranah tersebut. Politik selalu identik dengan sesuatu yang aneh dari sudut pandang feminitas karena politik politik terkait dengan kekuasaan, kesewenang-wenangan, mobilisasi massa dengan kompetisi yang tidak melekat pada perempuan yang mengutamakan perdamaian dan harmoni.

  Kekuasan pada dasarnya netral sama halnya dengan kebaikan. Politik memiliki dua makna bisa digunakan untuk kebaikan atau sebaliknya. Politik kekuasaan yang di gunakan dengan benar dewasanya dimanifestasikan melalui ketaatan, perubahan dan perubahan. Kondisi politik saat ini memposisikan perempuan sebagai sub ordinasi dari laki-laki. Sehingga kerap kali perempuan dipandang sebelah mata ketika bernyali bersuara dan menyatakan diri sebagai pelaku politik. Realitas bekerja dimanapun seorang warga negara, baik laki-laki maupun perempuan, entah dia ingin berpartisipasi dalam politik atau tidak, bahkan secara sadar atau tidak sadar menyerahkan nasibnya untuk kemaslahatan orang banyak.

Berita Terkait

DPMK Raja Ampat Dorong Inovasi Dan Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Pembuatan Mie Sagu

DPMK Raja Ampat Dorong Inovasi Dan Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Pembuatan Mie Sagu

4 Agustus 2026
34
Hari Kedua Kegiatan, Peserta Diajak Praktek Langsung Pembuatan Mie Sagu

Hari Kedua Kegiatan, Peserta Diajak Praktek Langsung Pembuatan Mie Sagu

30 Juli 2026
41
Ubah Paradigma Layanan Kesehatan, Klinik Pratama TEHIT Medika Hadirkan Program ‘Pelkeskom’

Ubah Paradigma Layanan Kesehatan, Klinik Pratama TEHIT Medika Hadirkan Program ‘Pelkeskom’

18 Juli 2026
114

  Aktif politik berarti aktif berpartisipasi dalam proses  detail pembuatan kebijakan, akan tetapi jika melihat kondisi politik saat ini sungguh ironi. Bagaimana bisa kebijakan tentang perempuan dihasilkan tanpa melibatkan perempuan itu sendiri dalam prosesnya, inilah kenyataan perempuan dan politik di negaraku. Politik tidak menjadi karir yang diperuntukan bagi kaum perempuan, karna sifatnya yang hanya ‘pelengkap’ supremasi kaum yang lain.

ADVERTISEMENT

  Diperlukan upaya untuk memperkuat partipasi politik  perempuan di Indonesia, ditempatkan dalam konteks perubahan yang di alami bangsa Indonesia menuju sistem politik yang lebih demokratis.

 Inti dari demokrasi adalah negara menjamin kesetaraan politik untuk semua warga negara, termasuk kelompok terpinggirkan (marginal) dan kaum minoritas. Ruang lingkup masih terkesan eksklusif dan tidak ramah terhadap perempuan. Selama ini hak politik dan hukum peremuan masih bersikap semu. Artinya hak masyarakat Indonesia senantiasa berada di bawah kekuasaan laki-laki ,terlebih lagi yang menganut paham patriarki. Kondisi ini jika terus dilanggengkan maka perempuan akan menjadi entitas yang amat dirugikan, karen hak berpolitik adalah hak asasi manusia.

  Melihat dari negara lain salah satunya  yaitu Thailand, meskipun terdapat sistem patriarki dalam politik yang sama Thailand dan Indonesia, tetapi terdapat perbedaan yang sangat jelas. Salah satunya pada partai politik di Thailand yang sangat memperhatikan kesejahteraan dan masalah-masalah sosial yang dihadapi oleh konstitutiennya masing-masing. Karena pada dasarnya perempuan perlu mengaktualisasikan dirinya dengan beradaptasi pada lembaga-lembaga politik (legislatif)maupun dalam kehidupan publik.

  Kebijakan politik juga harus dilihat dari perspektif  gender. Perspektif ini harus diseriusi, statement politik dalam praktiknya merupakan hambatan budaya yang sangat luar biasa terhadap peran formal politik perempuan harus segera dihilangkan,  penentuan kuota perempuan dalam aspek politik harus tetapkan secara bijak dan diawasi proses implementasinya.     Hak politik perempuan  pada dasarnya adalah hak asasi manusia, dan hak asasi manusia merupakan esensi dari kerangka demokrasi sehingga melibatkan perempuan dan laki-laki dalam proses pengambilan keputusan menjadi syarat mutlak dalam demokrasi. Dalam teori ini sesungguhnya tidak ada dikotmi antara perempuan dan laki-laki. Akan tetapi pada kenyataanya hak perempuan masih di minimalkan atas nama demokrasi.

  Keterwakilan perempuan sendiri dalam dunia politik mulai mendapatkan bagian saat di keluarkan undang-undang pemilu No 12 tahun 2003, yang menepatkan jumlah 30% dari seluruh calon partai pada parlemen adalah perempuan. Selain ketentuan dalam UUD 1945, terdapat juga UU Pemilu, pasal 7 dan pasal  8 CEDAW dan Konvensi Hak Politik perempuan yang semuanya menyuarakan bahwa perempuan memilki hak politik yang sama dengan laki-laki.

  Kemudian meningkatkan keterwakilan perempuan dalam politik khususnya di bidang politik tidak akan terjadi secara otomatis ataupun serta merta. Tetapi karena perjuangan yang secara continue untuk mewujudkan hak setiap orang untuk mencapai kesetaraan dan keadilan. Salah satunya dengan mewujudkan peraturan perundang-perundangan yang memilki keberpihakan dan afirmatif terhadap peningkatan perwakilan perempuan.

  Jika melihat proses peningkatan dan hambatan dari  keterwakilan perempuan itu sendiri pada pemilihan umum pertama tahun 1955, 6,5 % perempuan di antara anggota parlemen. Kemudian perwakilan perempuan Indonesia pernah mengalami pasang surut di parlemen dan mencapai angka tertinggi ini mencapai 13,0% pada tahun 1987. Lalu jumlah perempuan  sudah mencapai 8,8% dari semua perwakilan terpilih. Sampai pada akhirnya pasca reformasi keterlibatan perempuan berpatisipasi dalam aktifitas politik waktu ke waktu meningkat.

  Terlepas dari peningakatan keterwakilan perempuan tersebut, terdapat faktor lain yang sangat berpengaruh pada sistem politik ialah adanya perpepsi yang menganggap perempuan hanya pantas menjadi ibu rumah tangga, bukan warga masyarakat, apalagi aktor politik. Melihat tantangan dan kendala yang di hadapi bangsa Indonesia terkait keterwakilan perempuan dalam politik, maka di butuhkan strategi meningkatkan partisipasi politik perempuan Indonesia dan diperlukannya pengawasan secara komprehensif untuk menjaga aktifitas politik yang adil dan setara. (**)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Pahlawan Zaman

Next Post

Rico Sia : Maret atau April, Pj Gubernur PBD “Ready”

Related Posts

DPMK Raja Ampat Dorong Inovasi Dan Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Pembuatan Mie Sagu
Lainnnya

DPMK Raja Ampat Dorong Inovasi Dan Ekonomi Kampung Lewat Pelatihan Pembuatan Mie Sagu

4 Agustus 2026
34
Hari Kedua Kegiatan, Peserta Diajak Praktek Langsung Pembuatan Mie Sagu
Lainnnya

Hari Kedua Kegiatan, Peserta Diajak Praktek Langsung Pembuatan Mie Sagu

30 Juli 2026
41
Ubah Paradigma Layanan Kesehatan, Klinik Pratama TEHIT Medika Hadirkan Program ‘Pelkeskom’
Lainnnya

Ubah Paradigma Layanan Kesehatan, Klinik Pratama TEHIT Medika Hadirkan Program ‘Pelkeskom’

18 Juli 2026
114
Lainnnya

A

9 Juli 2026
18
Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila
Lainnnya

Pertamina Patra Niaga Kilang Kasim Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila

2 Juni 2026
36
Proses Seleksi Anggota Polri Junjung Tinggi Prinsip BETAH
Lainnnya

Proses Seleksi Anggota Polri Junjung Tinggi Prinsip BETAH

25 Mei 2026
12
Next Post
Rico Sia : Maret atau April,  Pj Gubernur PBD “Ready”

Rico Sia : Maret atau April, Pj Gubernur PBD “Ready”

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum, Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional

Hadapi Ancaman Era Komputasi Kuantum, Kemenko Polkam, BSSN, dan Telkom Perkuat Kolaborasi Nasional

11 Agustus 2026
Olah Sampah Organik Jadi Pakan Ternak dan Pupuk, Dinas LH PBD Jadikan Klawalu Pilot Project Budidaya Maggot

Olah Sampah Organik Jadi Pakan Ternak dan Pupuk, Dinas LH PBD Jadikan Klawalu Pilot Project Budidaya Maggot

11 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!