Jamin BBM Disalurkan Tepat Waktu Tiba, Tepat Jumlah, dan Tepat Mutu

SORONG-Untuk menjaga mutu dan meningkatkan distribusi pengiriman bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya, Pertamina Fuel Terminal Sorong melakukan sosialisasi, Refremeshment Permintaan BBM via MS2 dan Tata Cara Pembongkaran BBM kepada Lembaga Penyalur PT.Pertamina Patra Niaga Papua-Maluku, Sabtu (24/6) di Depot Fuel Terminal Sorong.
Sosialisasi tersebut menjelaskan tentang Format MS2 atau laporan stok BBM di SPBU dan permintaan pengiriman oleh SPBU ke Terminal BBM. Serta bagaimana proses penerimaan dan pembongkaran BBM dengan baik dan benar serta aman sesuai prosedur serta menjamin BBM yang diterima tepat mutu dan tepat jumlah.
Region Manager Supply & Distribution Pertamina Papua – Maluku, Arif Ardyansyah mengatakan kegiatan sosialisasi tersebut adalah bentuk tugas dan tanggung jawab Pertamina Patra Niaga khususnya di Regional Papua-Maluku untuk selalu bersinergi dengan stakeholder terkait.
“Dalam hal ini Himpunan Wiraswasta Minyak dan Gas (Hiswanamigas) DPC Kota Sorong dan juga tim-tim lain untuk meyakinkan dan menjamin energi selalu ada di masyarakat. Dan kegiatan ini untuk internal kami bagaimana bisa meningkatkan kinerja layanan minyak itu bisa tepat waktu tiba, tepat jumlah, tepat mutu, tepat kualitas dan seterusnya,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa untuk penyaluran BBM pada dasarnya pihaknya selalu menjaga ketahanan stok di internal dan juga selalu berkoordinasi dengan Hiswana.
“Yang pada intinya minyak itu selalu ada di setiap lembaga penyalur atau SPBU,” katanya.
Dari pantauan Radar Sorong, para lembaga penyalur usai mengikuti sosialisasi di Aston Hotel, kemudian dilanjutkan ke Depot atau Fuel Terminal Sorong untuk melakukan uji petik, meninjau proses pengisian BBM ke mobil-mobil tangki milik Pertamina yang akan disalurkan ke SPBU-SPBU. Peninjauan tersebut dipimpin langsung Fuel Terminal Manager Sorong Yohanis Rony.
“Ini Refremeshment pemesanan BBM lewat MS2 di Lembaga Penyalur dan sosialisasi tata cara pembongkaran BBM di SPBU. Nah, tadi pagi sosialisasi sudah disampaikan di Hotel Aston. Kemudian dilanjutkan dengan uji petik pada saat pengisian BBM ke mobil tangki untuk lembaga penyalur SPBU yang disaksikan oleh Hiswana Migas dan perwakilan dari SPBU yang hadir,” jelasnya.
Dikatakan Fuel Terminal Manager Sorong Yohanis Rony bahwa perwakilan dari SPBU yang hadir yaitu berasal dari Provinsi Papua Barat dan Provinsi Papua Barat Daya.
“Ada yang dari Sorong dan Manokwari. Mereka menyaksikan langsung untuk pengisian BBM di mobil tangki. Apa yang disaksikan itu adalah meter awal, sebelum BBM jalan, ditunjukkan mereka pastikan bahwa totalisator di kilometer adalah 0. Nah, setelah kita isi di tangki kapasitas 5000 disaksikan juga bahwa BBM itu benar sudah masuk sesuai. Setelah meter stop, kita naik ke mobil tangki BBM untuk memastikan apa benar atau enggak kalau memang masuk 5000,” jelasnya.
“Kenapa dilakukan seperti ini, supaya meyakinkan para lembaga penyalur dan Hiswana Migas bahwa BBM yang disuplai dari Fuel Terminal Sorong benar sesuai dengan SOP yang berlaku dan aturan. Nah, setelah pengisian dan pengukuran, maka dilakukanlah pengambilan sampel,” sambungnya.
Kemudian, lanjutnya dilakukan Pemeriksaan spesifik grafitti dan temperatur. Itu dicek untuk memastikan bahwa BBM yang disuplai ke lembaga penyalur dari Fuel Terminal Sorong benar-benar sesuai kualitas dan mutu.
“Artinya BBM yang disuplai sesuai jumlah dan mutu benar. Kemudian setelah sampai di SPBU dilakukan lagi Uji Petik untuk memastikan apakah benar SOP pembongkaran BBM di SPBU sesuai dengan yang telah disosialisasikan. Apakah dilaksanakan sesuai SOP itu atau tidak. Karena akan disaksikan lagi dengan Fuel Terminal Sorong, Hiswana Migas dan perwakilan dari lembaga penyalur,” pungkasnya.

Salah satu lembaga penyalur atau pemilik SPBU, Kris Tanjung menyampaikan ucapan terima kasih karena telah dilibatkan untuk mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut.
“Terima kasih kegiatan yang diadakan oleh Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku sangat memberi pencerahan atau edukasi buat kita lembaga penyalur. Khususnya terkait aplikasi MS2 sangat mempermudah kami lembaga penyalur untuk order minyak dengan menggunakan aplikasi tersebut,” katanya.
“Kemudian kami melihat langsung tentang proses angkut BBM dari Depot Pertamina. Yaitu misalnya mobil tangki 5 ton, diisi sesuai kapasitas. Tidak sampai disitu, diuji lagi dengan ukuran manual. Sehingga memang Pertamina melakukan sesuai SOP. Kegiatan ini sangat menguntungkan pihak penyalur,” pungkasnya.(zia)














