SORONG – Cuaca ekstrim, hujan deras disertai angin kencang, Rabu (8/12) benar-benar memporak-porandakan wilayah Kota Sorong. Angin kencang dengan kecepatan mencapai hingga 33 Knot (KT) mengakibatkan sejumlah pohon tumbang. Bukan hanya itu, dilaporkan bahwa cuaca ekstrim ini juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan kantor, atap rumah warga terlepas dan kerugian lainnya. Untung saja tidak ada korban jiwa dalam kejadian cuaca ekstrim ini. Hujan lebat disertai angin kencang terjadi sekitar pukul 13.30 WIT-pukul 13.50 WIT.
Kepala BMKG Sorong, melalui Koordinator Bidang Data dan Informasi, Suharyadi mengatakan, jika pada hari biasanya kecepatan angin di Kota Sorong rata-rata 0-7 knot, saat cuaca ekstrim kemarin mencapai hingga 33 knot. “Sesuai dengan data pengamatan di alat kami, kecepatan angina maksimum hingga 37 KT dan rata-rata untuk Kota Sorong 0-7 KT. Kecepatan angin tadi siang (kemarin,red) memang tercatat tinggi sekali,” kata Suharyadi seraya mengatakan kejadian dimana cuaca ekstrim dengan kecepatan angin mencapai 33 KT ini yang pertama kali terjadi di Sorong. Untung saja cuaca ekstrim ini tidak berlangsung lama, belasan hingga puluhan menit.
Sementara itu, Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi DEO Sorong, Retno Dwi Anggraini, mengatakan, dari laporan analisis kejadian cuaca ekstrim di Wilayah Kota Sorong dimana hujan sedang-lebat disertai angin kencang terjadi sekitar Pukul 13.30 WIT- Pukul 13.50 WIT.
Ia menambahkan bahwa analisis cuaca sementara yakni kondisi suhu muka laut yang hangat dan anomali SST bernilai +1.0 s/d +3.0 °C sehingga terdapat potensi penguapan (penambahan massa uap air) di sekitar wilayah Samudera Pasifik utara Papua Barat. Kondisi kelembaban udara signifikan pada lapisan permukaan hingga 500 mb berkisar antara 75% hingga 95%. ”Dari Analisis Angin Lapisan 3,000 ft adanya massa udara bergerak dari arah barat hingga utara menuju wilayah Papua Barat dan adanya konvergensi di wilayah utara Kepala Burung sehingga memicu potensi pertumbuhan awan-awan konvektif, dan dari citra satelit serta Radar terdapat pertumbuhan awan konvektif di wilayah Kota Sorong dan sekitarnya,” jelasnya.
Peringatan Dini cuaca wilayah Provinsi Papua Barat tanggal 7 – 9 Desember 2021 (Pembaruan : Selasa 7 Desember 2021 Pukul 10.15 WIT), peringatan dini cuaca ektrim untuk daerah Kota Sorong dikeluarkan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I DEO Sorong sebelum kejadian adalah sebanyak 1 kali yaitu peringatan dini didiseminasikan ke grup sosial media baik whatsApp, facebook yang berisikan masyarakat dan stakeholder termasuk media.
Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang, namun terus waspada dengan memonitor perkembangan informasi dan peringatan dini cuaca melalui berbagai kanal BMKG Sorong. ”Jika hujan terus berlangsung dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, masyarakat dihimbau untuk berlindung di tempat yang kokoh dan aman, hindari melakukan perjalanan pada saat cuaca buruk, serta menjauh dari tubuh air (misal sungai, pantai, dan waduk) dan dari wilayah yang rawan longsor,” pungkasnya.
Dari pantauan Radar Sorong, akibat cuaca ekstrim tersebut beberapa pohon tumbang, salah satunya di Melati Raya Km 9. ”Sioo tadi itu untung berteduh, kalau paksa jalan mungkin kena pohon yang tumbang itu,” ungkap salah satu warga yang hendak balik kantornya usai makan siang, Deny kepada Radar Sorong, Rabu (8/12).
Hujan yang disertai angin kencang juga terlihat dari Jembatan Pelabuhan Perikanan Sorong. Beberapa orang berhamburan dan berlarian dari dalam kapal yang sedang bersandar di pelabuhan, mereka menuju tempat yang lebih aman, Rabu (8/12). ”Astaghfirullah, cuaca di Kota Sorong tidak bisa diprediksi e mbak. Kok tiba-tiba langsung hujan baru angin kencang lagi. Padahal tadi cauaca cerah. Makanya kapal yang saya mau naik ini mereka pending keberangkatannya. Takut jalan kah,” kata warga Raja Ampat, Ian Karim, yang akan melakukan perjalanan. (zia)
















