SORONG – Pemerintah Kota Sorong melalui Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sorong menggelar Sosialisasi Program Kampung Iklim (ProKlim) sekaligus pembagian bibit tanaman guna memperkuat adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, (1/7/2027) di Aula SMK YPK Emmanuel, Distrik Sorong Timur, dan menjadi agenda rutin tahunan yang telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut sejak 2024.

Plt Sekretaris Daerah Kota Sorong, Ruddy R. Laku,S.Pi,MM dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun kesadaran warga.
“Perubahan iklim bukan lagi sekadar isu global, tetapi telah menjadi kenyataan yang kita rasakan bersama. Curah hujan yang tidak menentu, meningkatnya suhu udara, serta berbagai bencana lingkungan menjadi pengingat bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam,” ujar Ruddy.
Plt Sekda menambahkan bahwa melalui ProKlim, pemerintah mendorong partisipasi aktif masyarakat terkecil dari tingkat kelurahan untuk menciptakan lingkungan yang hijau, bersih, sehat, dan tangguh. Budaya peduli lingkungan ini diwujudkan melalui pengelolaan sampah yang baik, penghematan energi dan air, hingga menjaga ekosistem sekitar.

Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas PPLH Kota Sorong, Angelia Januarita Wermasubun, S.An, menjelaskan bahwa sosialisasi ini merupakan tupoksi rutin bidangnya untuk mengedukasi masyarakat dari tingkat yang paling bawah.”Ini merupakan satu kegiatan kami mengedukasi masyarakat terkait perlindungan lingkungan atas perubahan iklim yang terjadi seperti banjir, untuk mengatasi itu juga. Tetapi kami mulai dari tingkat kelurahan, masyarakat yang paling bawah,” jelasnya.
Angelia menjelaskan, program ini sudah berjalan konsisten sejak tahun 2024 di Kelurahan Tampa Garam, dilanjutkan tahun 2025 di Kelurahan Klasaman, dan pada tahun 2026 ini akan dilaksanakan di dua lokasi berbeda.
“Setelah Distrik Sorong Timur, kegiatan serupa dijadwalkan menyasar Kelurahan Klawasi di Distrik Sorong Barat pada minggu kedua,” katanya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, kata Angelia bahwa mulai dari aparatur kelurahan, kelompok pencinta lingkungan, masyarakat umum, hingga pihak sekolah. “Keterlibatan generasi muda ini sejalan dengan harapan Sekda Sorong agar para pelajar dapat menjadi pelopor dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menjaga kebersihan sekolah,” katanya.
Tidak sekadar sosialisasi, kata Angelia pembagian bibit dalam kegiatan ini dimaksudkan sebagai stimulus penghijauan demi mencegah ancaman kekeringan dan banjir yang kerap melanda pemukiman warga Kota Sorong. “Pemerintah berharap pembagian tanaman ini ditindaklanjuti dengan aksi merawat hingga tumbuh besar,” katanya.
Perempuan murah senyum ini menambahkan Melalui kolaborasi erat antara pemerintah, dunia pendidikan, dan masyarakat sipil, ProKlim diharapkan dapat terus bergulir menciptakan Kota Sorong yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan untuk generasi masa depan.

Respons positif pun datang dari para peserta.
Marike Howay, salah seorang warga dari Kelurahan Malamso yang baru pertama kali mengikuti kegiatan ini, mengaku sangat bersyukur bisa dilibatkan. Menurutnya, sosialisasi ini membuka wawasan baru bagi warga mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
“Tanggapannya sangat bagus, karena selama ini kita belum tahu. Lewat kesempatan ini kita jadi tahu, dan nanti kita akan kembangkan di tempat lingkungan kita tinggal serta membagikannya ke teman-teman yang belum tahu,” ungkapnya.(zia)















