Oleh: Uswatul Fajar Nur Fatimah (Mahasiswa Akuntansi Unimuda Sorong)
Pandangan Seorang Akuntan
Aspek penting dalam kehidupan manusia dewasa yang sehat adalah sebuah karir. Ketepatan dalam menentukan arah hidup dan memilih karir merupakan titik terpenting dalam perjalanan hidup manusia. Sebab karir memiliki kontribusi yang sangat besar bagi setiap manusia yang merupakan inti dari nilai dasar dan tujuan hidup seseorang.
Pemilihan karir yang tepat dan sesuai dengan passion yang dimiliki merupakan faktor penentu dalam pembentukan karir.
Pembatasan serta isu gender yang semakin ramai diperbincangkan, lingkungan pekerjaan yang sebelumnya didominasi oleh laki-laki. Akan tetapi, lambat laun setiap pekerjaan saat ini mulai berkombinasi dengan pekerja perempuan.
Pilihan karir sebagai seorang lulusan Akuntansi tidak hanya tertutup pada profesi akuntan saja. Melainkan telah banyak pilihan profesi yang dapat digali lebih dalam oleh mereka, dan semua itu tergantung pada faktor-faktor yang melatarbelakanginya.
Dalam bidang pekerjaan apapun, setiap perempuan mampu untuk menunjukkan kemampuannya. Terbukti bahwa setiap pekerjaan tak hanya bisa dilakukan oleh lelaki saja, melainkan perempuan juga mampu melakukannya, tanpa terkecuali pada bidang Akuntansi terkhusus profesi sebagai Akuntan. Sebelumnya, profesi Akuntan dianggap lebih fleksibel ditekuni oleh laki-laki yang membutuhkan mobilitas tinggi terhadap pekerjaannya.
Meningkatnya persaingan dan perubahan secara global pada masa sekarang dan masa mendatang terus menghadapi tantangan yang semakin berat. Sehingga dalam menjalankan aktivitasnya seorang akuntan dituntut untuk selalu meningkatkan profesionalismenya.
Perempuan Tempatnya di Dapur Saja ?
Namun, seiring berkembangnya zaman, perempuan mulai membuktikan kesuksesan di berbagai aspek kehidupan. Misalnya saja dalam aspek pendidikan hingga karir yang cemerlang. Akan tetapi, masih banyak pula yang beranggapan bahwa “perempuan tak usah sekolah tinggi-tinggi, toh ujungnya hanya didapur saja”.
Tak jarang kalimat semacam itu masih sering terdengar dalam percakapan di berbagai kalangan, baik orang tua maupun anak muda. Tak sedikit orang yang terkadang masih memandang sebelah mata dan menganggap pendidikan seperti bukan sesuatu yang penting bagi seorang perempuan.
Sebagai seorang perempuan yang selalu dipandang sebelah mata, kerap kali membuat pembatas pemikiran setiap orang di lingkungan sekitar. Tak hanya pada profesi Akuntan saja, melainkan profesi lain pun tidak lagi dibatasi oleh gender. Siapa saja tentu tidak menjadi masalah untuk menjadi seorang Akuntan.
Perempuan mulai mampu menyeimbangkan karirnya di segala bidang, salah satunya ialah profesi Akuntan. Dimana profesi Akuntan hadir bukan tanpa alasan. Tugas seorang Akuntan tidak hanya persoalan jurnal saja, melainkan mencegah terjadinya kecurangan dalam sebuah perusahaan ialah tugas utamanya. Dari banyaknya tugas dan tanggung jawab seseorang yang berprofesi sebagai Akuntan, juga harus mematuhi kode etik sebagai seorang Akuntan.
Tak hanya lelaki saja, bukan? Seorang perempuan juga mampu untuk menaklukkan profesi tersebut. Hanya bermodal pendidikan yang tinggi, menjadi seorang Akuntan yang sukses tak hanya bisa diraih oleh kaum lelaki. Tak sedikit perempuan hebat yang bisa menyelesaikan pendidikannya bahkan hingga pada taraf internasional. Hebat bukan ?
Profesi Akuntan Perempuan Pembawa Perubahan
Perempuan telah banyak membawa perubahan dalam lingkungan pekerjaan. Termasuk di dunia akuntansi yang tak pernah terlepas dari isu gender. Belakangan ini, semakin banyaknya perempuan yang berprofesi sebagai Akuntan memberikan lebih banyak sudut pandang yang berbeda terhadap dunia akuntansi.
Tak hanya bekerja pada Akuntan Publik, berbagai profesi Akuntan lainnya seperti Akuntan Pendidik, Akuntan Pajak hingga Akuntan Pemerintah pun dipercaya kan kepada perempuan. Tak bisa dipungkiri, nyatanya profesi Akuntan memang membutuhkan banyak keterlibatan kaum perempuan di dalamnya.
Tentu saja, sebagai seorang mahasiswa yang berkesempatan untuk mengetahui banyak hal tentang akuntansi patut bangga, bukan? Mendapatkan pembelajaran luar biasa tentang profesi akuntan itu sendiri. Apalagi prospek kerja di bidang akuntansi yang juga tak pernah main-main. (***)











