


SORONG – Pemerintah Papua Barat Daya (PBD), meluncurkan Program Perlindungan Hari Tua (PAITUA) yang dilakukan langsung oleh Pj Gubernur PBD, Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si didampingi Wakil Duta Besar Australia, Stephen Scott dan Plh Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun dengan memukul tifa sebanyak tiga kali. Kegiatan berlangsung di Hotel Aston, Senin (17/7).
Pada kesempatan yang sama, juga diselenggarakan serah terima untuk bagi pakai Sistem Informasi Manajemen Bangga Papua dari Provinsi Papua, melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima antara Plh Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun dan Pj Gubernur PBD, Muhammad Musa’ad. Diketahui untuk di Papua dengan sebutan Sistem Informasi Manajemen Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera (Bangga), sementara di Papua Barat Daya Sistem Informasi Manajemen PAITUA.
Pj Gubernur Papua Barat Daya, Dr.Drs.Muhammad Musa’ad,M.Si mengatakan bahwa Program PAITUA adalah inisiatif Pemerintah PBD yang muncul dari kepedulian atas situasi kehidupan para lanjut usia yang jumlahnya cukup signifikan, yakni sekitar 24.759 lansia.
“Para lansia tersebut umumnya tidak memiliki pendapatan yang memadai dan mulai menurun kondisi kesehatannya serta membutuhkan bantuan keluarganya. Program PAITUA diperuntukkan bagi masyarakat Papua Barat Daya yang berusia lansia diatas 65 tahun untuk meningkatkan kesejahteraan, menurunkan kemiskinan,” katanya.
Selain itu, kata Pj Gubernur PBD bahwa program PAITUA juga diharapkan dapat membantu meningkatkan derajat kesehatan, dan meningkatkan daya beli masyarakat.
“Total anggaran yang disiapkan dari Dana Otsus Rp40 miliar. Adapun bantuan dana yang diberikan adalah sebesar Rp250.000 per bulan selama seumur hidupnya, dimana Rp150.000 dari Provinsi, sementara Rp100.000 dibantu dari kabupaten/kota, dan akan dibayarkan melalui sekber yang ada di daerah kabupaten/kota,” katanya.
Ia menambahkan Untuk memastikan agar semua calon penerima manfaat dapat tercatat dengan baik, proses pendataan dan verifikasi data akan dilakukan secara komprehensif.
“Penyaluran dana bantuan akan dilakukan melalui Bank BRI, sehingga selain dapat meningkatkan akses masyarakat ke perbankan, sekaligus membantu meningkatkan cakupan layanan kependudukan. Karena calon penerima manfaat yang belum memiliki dokumen kependudukan akan difasilitasi untuk mengurus dokumen kependudukan agar memenuhi syarat penerima bantuan,” ungkapnya.
Menurutnya, bahwa Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin pada sambutannya juga turut mengapresiasi Pemerintah Papua Barat Daya atas inisiatif untuk memulai program perlindungan untuk lansia. Dalam sambutannya Wapres menyampaikan bahwa Program PAITUA sejalan dengan upaya pengurangan kemiskinan ekstrem yang saat ini sedang diimplementasikan secara nasional.
“Selain itu, PAITUA juga merupakan wujud implementasi dari Strategi Nasional Kelanjut-usiaan. Program PAITUA dapat membantu upaya agar para lansia agar bisa mandiri, dan sejahtera,” ungkapnya.
Plh Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun mengatakan bahwa Peresmian Program Perlindungan Hari Tua serta Penggunaan Sistem Informasi Program Bangun Generasi dan Keluarga Papua Sejahtera. Sistem aplikasi berbagi pakai kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, dalam rangka meningkatkan kualitas dan efektif sebagai program perlindungan sosial, serta implementasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
“Kegiatan kita pada hari ini di inisiasi oleh pak Gubernur PBD. Jadi Pemerintah Provinsi Papua telah mengembangkan beberapa sistem aplikasi untuk mendukung kinerja pemerintah. Sistem aplikasi tersebut merupakan program yang dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua berkolaborasi dengan mitra yang bekerjasama antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Australia,” ungkapnya.
“Salah satunya memastikan data dengan tujuan memberikan solusi dalam manajemen program perlindungan sosial. Sistem ini akan membantu dalam mengelola data penerima manfaat, proses penyaluran yang transparan. Serta memungkinkan pemanfaatan dan evaluasi yang lebih efektif terhadap kinerja program maupun kinerja pelayanan pemerintah,” sambungnya.
Plh Gubernur Papua menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua berharap bahwa sistem informasi Bangga dan sistem aplikasi berbagi pakai ini akan menjadi alat yang efektif dalam mewujudkan program bantuan dan pengelola manajemen pemerintahan yang berkeadilan, transparan. Dan struktur dalam sistem ini terdapat fitur-fitur yang memudahkan pengelola penyaluran penerima manfaat.
Kemudian, dikatakan Pj Gubernur Papua bahwa sistem ini juga memberikan kemampuan untuk mengintegrasikan data, dengan sistem informasi dan penyalur atau sistem informasi lainnya. Sehingga memungkinkan analisa yang lebih holistik dan pengambilan keputusan yang lebih tepat.
“Dalam menyelenggarakan program untuk memastikan akselerasi kesejahteraan dan perlindungan sosial kepada masyarakat Papua Barat Daya,” ungkapnya.
“Mari kita terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program perlindungan sosial yang efektif dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Persiapan pelaksanaan program PAITUA ini didukung secara teknis oleh tenaga ahli dari program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA) yang merupakan Program Kemitraan Pemerintah Indonesia dan Australia di bawah koordinasi dari BAPPENAS, Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Keuangan.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Australia, Stephen Scott mengatakan bahwa Pemerintah Australia mendukung peningkatan kapasitas Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya dalam program dana Otsus.
Dukungan Pemerintah Australia bukan hanya di program PAITUA saja, tetapi juga di program-program lainnya seperti di bidang pendidikan, kesehatan serta lapangan kerja melalui pelatihan-pelatihan.(zia)














