SORONG – Pasca pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Papua Barat Daya, partai berlambang banteng moncong putih ini langsung menetapkan target ambisius untuk lima tahun ke depan. Fokus utama kepengurusan baru ini adalah melakukan konsolidasi total guna memastikan kemenangan pada Pemilu 2029 mendatang.

Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa struktur partai harus diperkuat hingga ke unit terkecil. Beliau menginstruksikan para pengurus untuk segera membentuk ranting dan anak ranting di tingkat kecamatan hingga kampung-kampung di seluruh wilayah Papua Barat Daya.
“Tujuan kita adalah mengonsolidasikan kekuatan rakyat dalam rangka menghadapi Pemilu 2029,” ujar Komarudin, Senin (29/12).
Dalam pernyataannya, ia memberikan teguran keras bagi model politik yang hanya muncul lima tahun sekali.
“Kita ini partai politik, bukan gerombolan politik. Kalau gerombolan itu berkumpul saat ada kepentingan, habis itu bubar lagi. Organisasi politik harus bekerja setiap hari untuk pengabdian,” tegasnya.
Komarudin juga menyoroti bahwa meskipun PDI Perjuangan saat ini berada di luar pemerintahan, aksi kemanusiaan tidak boleh berhenti. Ia mencontohkan pengoperasian kapal rumah sakit “Laksamana Malahayati” yang terus bergerak memberikan bantuan kesehatan di berbagai pelosok Indonesia sebagai bukti kerja nyata partai.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Papua Barat Daya, Samsudin Anggiluli, menyatakan kesiapannya untuk memimpin konsolidasi di tingkat akar rumput. Dalam 2 hingga 3 tahun ke depan, DPD akan menjalankan program ganda yaitu penguatan struktur internal partai sekaligus konsolidasi para calon legislatif (caleg).
“Kami punya komitmen dengan seluruh jajaran pengurus untuk turun ke setiap kabupaten dan distrik guna memperkuat mesin organisasi, mulai dari DPC, PAC, hingga ke ranting-ranting,” tegas Samsudin.
Salah satu target paling krusial kata Ketua DPD Samsudin adalah memulihkan kekuatan partai di Kabupaten Raja Ampat. Saat ini, PDI Perjuangan tidak memiliki perwakilan kursi di DPRD Kabupaten Raja Ampat. Untuk mengubah kondisi tersebut, Samsudin berkomitmen untuk melakukan kunjungan maraton ke wilayah kepulauan tersebut.
“Khusus untuk Raja Ampat, saya berkomitmen untuk hadir di 24 distrik dan 196 kampung yang ada di sana. Kami akan duduk bicara dengan akar rumput agar pada 2029 nanti, kami bisa meraih minimal tiga kursi dan maksimal 7 kursi di Raja Ampat,” pungkasnya.(zia)















