MANOKWARI – Ketua Panitia Pemilihan Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Vitalis Yumte menunda pendaftaran dan sosialisasi dari unsur agama.
Hal tersebut lantaran adanya penyampaian aspirasi dari warga gereja untuk menuntut penambahan kursi bagi GPKI.
“Kita tunggu keputusan Gubernur yang berkaitan dengan permintaan penambahan kuota,” ujarnya, Senin (3/4).
Ia menyebutkan bahwa untuk pendaftaran anggota MRPB dari unsur agama yang sesuai dengan jadwal tahapan mestinya pada 27 Maret hingga 15 April 2023.
“Seharusnya di kurun waktu tersebut digunakan untuk masing-masing lembaga melakukan pendaftaran,” sebutnya.
Ia mengungkapkan adanya aspirasi tersebut, panitia pemilihan tidak bisa mengambil keputusan sebab pembagian kuota sudah diatur dalam keputusan gubernur.
“Hal ini yang membuat kita menjadi kesulitan,” ungkapnya.
Panitia pemilihan telah melayangkan surat kepada Gubernur Papua Barat guna mempertimbangkan tuntutan aspirasi yang di sampaikan oleh GPKI.
“Pak Gubernur telah memberikan respon dan memfasilitasi pertemuan pada 29 dan 30 Maret 2023 dengan pimpinan keagamaan,” katanya.
“Besok atau lusa pendaftaran di denominasi di masing-masing lembaga keagamaan,” imbuhnya.
Ia menyebut GPKI dalam aspirasinya meminta 3 kursi yang sebelumnya hanya mendapat 1 kursi di MRPB. (bw)















