• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Senin, 24 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Olah Sampah Jadi Pupuk dan Pakan Ternak Bernilai Ekonomis, Rumah Maggot Diresmikan

by REDAKSI
30 April 2026
in Berita Utama
0
Olah Sampah Jadi Pupuk dan Pakan Ternak Bernilai Ekonomis, Rumah Maggot Diresmikan
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AIMAS – Upaya mengatasi persoalan sampah organik di Papua Barat Daya kini memasuki babak baru. Rumah Maggot Keli dan Kandang Lalat Black Soldier Fly (BSF) yang berlokasi di Jalan Jambu, Aimas, Kabupaten Sorong, resmi diresmikan pada Kamis (30/4/2026), sebagai solusi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular yang mampu mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

Peresmian fasilitas tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat melalui budidaya Maggot.

Berita Terkait

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
38
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
54
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
888

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu mengatakan, pembangunan rumah maggot dilatarbelakangi oleh tingginya persoalan sampah organik yang selama ini belum tertangani dengan baik.

ADVERTISEMENT

“Selama ini kita dihadapkan pada dua jenis sampah, organik dan anorganik. Namun yang paling bermasalah adalah sampah organik, mulai dari dapur, pasar, hotel, rumah sakit hingga rumah tangga. Dari situlah kami mencari solusi, dan maggot adalah jawabannya,” ujarnya.

Menurut Julian, larva lalat BSF memiliki kemampuan mengurai sampah organik dengan sangat cepat. Bahkan dalam kondisi tertentu, sampah dapat terurai hanya dalam hitungan menit hingga maksimal 24 jam.

Ia menyebut, selain menjadi solusi lingkungan, maggot juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena hasil pengolahannya dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik dan pakan ternak maupun ikan.“Ini anugerah Tuhan. Maggot bukan hanya menyelesaikan masalah sampah, tapi juga memberi manfaat ekonomi. Sekali jalan, kita dapat banyak keuntungan,” katanya.

Maggot diketahui memiliki kandungan protein mencapai 40 hingga 60 persen, sehingga sangat potensial dijadikan alternatif pakan murah untuk ayam, bebek, hingga ikan seperti lele, nila dan mujair.

Rumah Maggot tersebut dirancang sebagai proyek percontohan terbesar di Tanah Papua, dengan kapasitas awal sekitar 50 kilogram maggot dan target penanganan sampah organik mencapai 400 hingga 500 kilogram per hari.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat dukungan pendanaan perubahan iklim dari pemerintah pusat.

Direktur Program RBP Ples GCV Output 2 Yayasan Penabulu, Muhammad Abdul Syukur mengungkapkan, Papua Barat Daya memperoleh alokasi dana sebesar Rp17 miliar sebagai bagian dari insentif keberhasilan Indonesia dalam menurunkan emisi.

“Program ini adalah bagian dari Program Kampung Iklim yang kami jalankan bersama Dinas Lingkungan Hidup. Ini bukti nyata kolaborasi pemerintah dan mitra pembangunan untuk menghadirkan solusi lingkungan yang berdampak langsung bagi masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu melalui Staf Ahli Bidang Otonomi Khusus, Beatriks Msiren menilai kehadiran rumah maggot menjadi jawaban atas meningkatnya volume sampah seiring pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sorong.“Masalah sampah sering dianggap beban, padahal di dalamnya ada peluang ekonomi besar. Rumah maggot ini membuktikan bahwa dengan inovasi, sampah bisa menjadi sumber daya,” ujarnya.

Menurutnya, konsep rumah maggot merupakan implementasi nyata ekonomi sirkular dan zero waste, di mana sampah organik diolah menjadi pakan ternak dan sisanya dimanfaatkan sebagai pupuk untuk menyuburkan tanah.“Inilah wajah pembangunan hijau di Papua Barat Daya. Kita tidak bisa terus bergantung pada pasokan dari luar. Kemandirian ekonomi harus dimulai dari inovasi lokal seperti ini,” tegasnya.

Peresmian rumah maggot ini juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu prioritas nasional.Dengan hadirnya fasilitas tersebut, Papua Barat Daya diharapkan mampu mengurangi krisis sampah organik sekaligus membangun ekonomi berkelanjutan berbasis lingkungan.(zia)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Notaris Dikumpulkan, BPPDRD Sorong Samakan Persepsi Soal BPHTB Gratis Bagi MBR

Next Post

FOPERA PBD Nilai Pelantikan 503 Pejabat di Maybrat Wujud Keberpihakan OAP

Related Posts

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card
Berita Utama

Revalidasi UNESCO Global Geopark Raja Ampat, Pemprov PBD Optimis Raih Green Card

21 Agustus 2026
38
Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara
Berita Utama

Sarankan Pembahasan Amdal Kelapa Sawit PT PAM Ditunda Sementara

17 Agustus 2026
54
Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak
Berita Utama

Kapendam XVIII/Kasuari Pastikan Tiga Warga di Maybrat Korban Kekerasan OTK Bukan Luka Tembak

16 Agustus 2026
888
Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Wagub PBD Pastikan Tiga Korban Diduga Ditembak Ditangani Maksimal di RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
206
Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu
Berita Utama

Warga Sipil di Maybrat Diduga Ditembak, Tiga Korban Dilarikan ke RSUD Sele Be Solu

14 Agustus 2026
597
Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!
Berita Utama

Rumah Hangus dan Masih Menumpang, Risdawati Korban Kebakaran: Suamiku Bilang yang Penting Selamat, Jangan Pikir Barang-barang!

11 Agustus 2026
102
Next Post
FOPERA PBD Nilai Pelantikan 503 Pejabat di Maybrat Wujud Keberpihakan OAP

FOPERA PBD Nilai Pelantikan 503 Pejabat di Maybrat Wujud Keberpihakan OAP

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

Program SESAMA Pertamina Hadir dan Dukung Semangat Belajar Anak-anak di Doromena Papua

24 Agustus 2026
“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

24 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!