Gubernur Harap Bisa Menghasilkan Hafidz dan Qoriah Terbaik Untuk Mewakili Papua Barat Dalam MTQ Nasional di Banjarmasin
TEMINABUAN – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Papua Barat ke-IX yang dilangsungkan di Kabupaten Sorong Selatan berlangsung megah dan penuh hikmah. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 7 Mei hingga 9 Mei, dibuka langsung oleh Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan,MSi, didampingi Wakil Gubernur, Kakanwil Kemenag Papua Barat, dan Bupati Sorong Selatan, Sabtu (7/5). Pelaksanaan MTQ ke IX tingkat Papua Barat yang sempat tertunda akibat pandemi covid-19.
Gubernur mengatakan dalam pelaksanaan MTQ ini diharapkan bisa menghasilkan perwakilan Hafidz dan Qoriah terbaik yang nantinya akan mewakili Papua Barat pada ajang nasional di Banjarmasin Provinsi Kalimantan. ”Ini merupakan momentum untuk melahirkan Hafidz dan Qoriah yang berkualitas yang nantinya mewakili Papua Barat di ajang nasioanal dan juga tidak mengurangi esensi-esensinya,” ujar Dominggus.
Senada, Bupati Sorong Selatan, Samsudin Anggiluli mengatakan MTQ ke-IX dalam rangka menyeleksi Qoriah dan Hafidz terbaik dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Papua Barat dan juga merupakan angin segar bagi umat Islam di Papua Barat. ”Dari kegiatan MTQ, harus lebih mempelajari dan memahami Al-Quran,” ucap Bupati. Dalam pelaksanaanya, Bupati Sorong Selatan meyakinkan bahwa kondisi keamanan dan toleransi telah terlanksana dengan baik di Sorong Selatan.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Barat, Luksen Jems Mayor menyampaikan terimakasih kepada Gubernur dan para Bupati yang telah memberi dukungan pada kegiatan keagamaan termasuk MTQ. ”Kerja nyata pemerintah dalam memelihara keberagaman mendapat predikat indeks kerukunan tertinggi di Indonesia tahun 2018-2019,” sebutnya. ”Melalui kebijakan gubernur maka Provinsi Papua Barat telah meraih dua kali berturut-turut indeks Kerukunan tertinggi di Indonesia,” katanya menambahkan.
Pelaksanaan MTQ ke IX di Sorong Selatan yang megah dan penuh hikmah tersebut telah menelan anggaran sebesar 10 miliar dan diikuti 409 peserta, ditambah official menjadi 723 orang dari 12 kabupaten dan 1 kota se-Papua Barat. Sebanyak 8 cabang lomba dipertandingkan dalam MTQ tingkat Provinsi Papua Barat ini. (bw)















