Pimpinan Cabang Fatayat NU 3 Kabupaten di Papua Barat Daya Resmi Dilantik

SORONG – Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) dari tiga kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya resmi dilantik dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan Upgrading Kader dan Rapat Kerja Fatayat NU, di Aula Ainun Habibi MAN Insan Cendekia Sorong, pada Sabtu (31/10/2026).

Ketiga kepengurusan yang dilantik tersebut meliputi Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sorong, Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sorong Selatan, dan Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Raja Ampat. Pelantikan dilakukan langsung oleh Pj. Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Fatayat NU, Hj. Dewi Winarti, M.Pd., serta dihadiri Ketua Bidang Litbang Media PP Fatayat NU, Ufi Ulfiah, M.Pd.

Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sorong diketuai Rusmini, S.Pd, Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Sorong Selatan diketuai Mirdayanti, S.Pd.Gr, dan Pengurus Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Raja Ampat diketuai Kartini Usman, SH.

Sementara itu, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Fatayat NU Papua Barat Daya, Siti Syamsiah, S.Pd mengatakan bahwa, pelantikan, upgrading, dan rapat kerja merupakan bagian dari program organisasi untuk memperkuat kapasitas kader serta memperluas kontribusi Fatayat NU di tengah masyarakat.

Menurutnya, meskipun baru berusia dua tahun di Papua Barat Daya, PW Fatayat NU telah melaksanakan berbagai program, mulai dari peningkatan kapasitas kader, kegiatan sosial kemasyarakatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan peran perempuan.

“Fatayat NU ini benar-benar militan. Kami bekerja lillahi ta’ala demi kemaslahatan Nahdlatul Ulama. Kami ingin membuktikan bahwa keberadaan Fatayat NU bukan sekadar nama, tetapi hadir untuk berdaya dan memberikan manfaat,” ujarnya.

Siti Syamsiah juga menyampaikan bahwa PW Fatayat NU Papua Barat Daya membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk Inklusi dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), untuk mendukung pelaksanaan program pemberdayaan perempuan dan masyarakat.

Ia mengajak seluruh kader agar tetap bersemangat dalam menjalankan amanah organisasi, meskipun menghadapi berbagai keterbatasan dan tantangan.

“Kami tidak menjanjikan hal-hal yang muluk-muluk. Apa pun kendalanya, kami percaya bahwa Allah akan mempermudah jalan bagi mereka yang bersungguh-sungguh berjuang,” tegasnya.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada Kepala MAN Insan Cendekia Sorong Arnie Rieska Amanda, S.Pd, M.Pd, dan Anggota DPD RI H. Hartono, atas dukungannya terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sementara itu, H. Sukardi, S.PdI mewakili Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua Barat Daya, mengatakan bahwa, Fatayat NU sebagai badan otonom NU memiliki peran strategis dalam menggerakkan kemaslahatan umat, khususnya melalui kontribusi perempuan muda Nahdliyin.

Ia berharap pelantikan, upgrading, dan rapat kerja ini dapat melahirkan kader-kader yang mampu menjalankan visi dan misi Nahdlatul Ulama, terutama dalam mengamalkan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja), memperkuat persatuan, serta memberikan manfaat bagi umat, bangsa, dan alam semesta.

Sementara itu, Pj. Ketua Umum PP Fatayat NU, Dewi Winarti, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan memperkuat kaderisasi sebagai fondasi kepemimpinan perempuan muda Nahdliyin. Ia mengingatkan para kader agar mengesampingkan ego pribadi, menghindari konflik, dan mengutamakan kepentingan organisasi.

Menurutnya, penguatan kepemimpinan perempuan muda harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga persatuan serta membangun organisasi yang berintegritas dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Papua Barat Daya yang diwakili Wakil Gubernur H. Ahmad Nausrau, S.PdI, MM, dalam sambutannya mengatakan bahwa, Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia, termasuk dalam menumbuhkan semangat generasi muda dan menjaga nilai-nilai kebangsaan.

“Tantangan ke depan adalah menyiapkan generasi muda yang berkualitas, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang. Karena itu, pemberdayaan umat, penguatan ekonomi, serta peningkatan peran perempuan menjadi agenda penting yang perlu dikerjakan bersama,” ujar Ahmad Nausrau.

Ia berharap Fatayat NU dapat menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam mengawal program pembangunan, terutama yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, dan penyiapan generasi muda yang beriman serta memiliki kepedulian sosial.

Melalui pelantikan, upgrading, dan rapat kerja tersebut, Fatayat NU diharapkan tidak hanya memperkuat konsolidasi internal organisasi, tetapi juga melahirkan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan kader dan masyarakat.

“Dengan demikian, perempuan muda Nahdliyin di Papua Barat Daya dapat mengambil peran lebih besar dalam pembangunan daerah, memperkuat ekonomi keluarga dan masyarakat, serta menjadi penggerak kemaslahatan umat,” tegasnya.(*/akh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!