• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Sabtu, 8 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Mengutuk Aksi Pembakaran Al-Qur’an oleh Politikus Swedia

by admin
7 Februari 2023
in Feature
0
Mengutuk Aksi Pembakaran Al-Qur’an oleh Politikus Swedia
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti
(The Voice of Muslimah Papua Barat Daya)

Dilansir dari cnnindonesia.com (22/2/2023), Politikus ekstrem kanan Rasmus Paludan membakar Al-Qur’an di Swedia dan Denmark dalam kurun waktu kurang dari sepekan. Pada 21 Januari, Paludan membakar Al-Qur’an di depan Kedutaan Besar Turki di Stockholm. Enam hari kemudian, pendiri partai Stram Kurs (Garis Keras) itu melakukan aksi provokatif serupa di depan masjid di Copenhagen.

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
167


Aksi Paludan membakar Al-Qur’an di Copenhagen bahkan dijaga ketat kepolisian. Aparat berwenang terlihat memasang garis polisi di sekeliling Paludan yang membakar kitab suci umat Islam itu di seberang masjid, disaat para jemaah baru keluar usai melaksanakan salat ashar. Ia juga sempat berorasi yang isinya banyak menghina Nabi Muhammad SAW.

ADVERTISEMENT


Aksi ini menambah deretan panjang penghinaan dan pelecehan terhadap kitab suci agama Islam. Beberapa negara kaum muslimin, termasuk Indonesia mengecam dan mengutuk apa yang dilakukan oleh Paludan tersebut. Namun, cukupkah hanya dengan kecaman dan kutukan?

Akibat Islamofobia

Aksi pembakaran Al-Qur’an sering terjadi di berbagai wilayah Eropa dan di belahan negara-negara Barat lainnya. Pembakaran Al-Qur’an yang terjadi, jelas mencerminkan adanya Islamofobia. Berdasarkan Wikipedia, Islamofobia adalah sebuah fobia atau suatu ketakutan, kebencian atau prasangka terhadap Islam atau muslim secara umum.


Diakui atau tidak, Islamofobia semakin meluas di dunia. Dari mulai pembakaran Al-Qur’an, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW, pelecehan serta penindasan terus-menerus ditujukan kepada Islam. Tak hanya Al-Qur’an, Rasulullah SAW, bahkan ajaran Islam serta pemeluknya di berbagai belahan dunia pun, kini masih terus merasakan kekejaman dan kezaliman oleh rezim yang anti-Islam maupun kelompok-kelompok anti-Islam.


Aksi pembakaran Al-Qur’an di Swedia adalah tanda makin meningkatnya kebencian pada ajaran Islam di dunia. PBB pada 2021 menyebutkan tingkat kebencian terhadap Islam terus meningkat. Tercatat 4 dari 10 orang di Eropa memiliki pandangan negatif terhadap muslim. Ini hasil survei antara 2018 dan 2019. Sebuah survei terhadap orang Amerika pada 2017 menemukan bahwa 30% di antaranya menganggap muslim dalam pandangan negatif.


Hal ini terjadi sejak propaganda war on terrorism dan deradikalisasi ajaran Islam yang dilancarkan Barat pimpinan AS pasca tragedi 9/11 pada 2001. AS menuduh Al-Qaeda berada di balik serangan tersebut. Memang banyak yang meragukan keruntuhan gedung WTC akibat serangan teroris dan mengungkap kejanggalannya. Namun, akibat kampanye ini, terjadi peningkatan kebencian pada Islam dan kaum muslim. Ironinya, hal ini justru diadopsi para pemimpin negeri muslim.


Aksi pembakaran Al-Qur’an di Swedia juga tentu merupakan bagian dari yang dijamin demokrasi, yakni kebebasan berbicara. Meski dikritik oleh pemerintah Swedia, izin tetap dikeluarkan dengan alasan hak warga di alam demokrasi. Perdana Menteri Swedia, Ulf Kristersson berkata, “Kebebasan berekspresi adalah hal mendasar dalam demokrasi. Namun, yang sesuai hukum belum tentu patut.”


Namun, kebebasan dalam demokrasi yang dipropagandakan Barat sering tidak berlaku untuk umat muslim. Di Prancis, misalnya, berlaku larangan cadar bagi muslimah di tempat-tempat umum.

Oleh karena itu, ajaran demokrasi memang bertolak belakang dengan Islam. Dalam Islam, tidak ada prinsip kebebasan, termasuk menista agama, baik terhadap agama Islam maupun agama selain Islam.

Butuh Peran Negara

Tindakan membakar Al-Qur’an dengan tujuan menghinakannya adalah dosa besar. Jika pelakunya muslim, ia telah kafir. Qadhi Iyadh menyatakan, “Ketahuilah siapa yang merendahkan Al-Qur’an atau terhadap mushaf, sesuatu yang ada dalam Al-Qur’an, atau mencela keduanya, maka ia telah kafir berdasarkan ijmak kaum muslim.” (Asy-Syifâ bi Ta’rîf Huqûq al-Musthafâ, 2/110).


Jika pelakunya kafir zimi dan orang kafir yang terikat perjanjian dengan kaum muslim, tindakannya telah membatalkan perjanjiannya, dan hilang pula jaminan keamanan bagi si pelaku sehingga dapat dijatuhi hukuman mati. Demikianlah pendapat dari Imam asy-Syafii (Ash-Shârim al-Maslûl ‘alâ Syâtim ar-Rasûl, hlm.13).

Terhadap negara-negara kafir yang mendukung dan melindungi para pelaku penistaan Al-Qur’an, kaum muslim seharusnya memutus hubungan diplomatik dengan mereka, lalu mengancam untuk menyerang segala kepentingan mereka.
Dalam sejarah, Khalifah Sultan Abdul Hamid II mengultimatum Inggris dan Prancis yang pada saat itu berkehendak memberikan izin pementasan drama yang menghina Rasulullah SAW. Pemerintah Prancis dan Inggris pun ketakutan lalu membatalkan pementasan drama itu.


Begitulah sikap para pemimpin Dunia Islam yang seharusnya, bukan bermain retorika tanpa aksi nyata. Jika tegas dalam membela Islam, tidak ada satu pun pihak yang berani menistakan agama Islam. Inilah pentingnya kaum muslim memiliki kepemimpinan layaknya perisai pelindung agama.


Sebagaimana sabda Nabi SAW, ”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud,dll)


Oleh karena itu, sebagai umat Islam kita harus mengutuk dan marah jika ada pihak yang menghina dan melecehkan agama kita. Mengutip perkataan Buya Hamka, “Jika agamamu dihina dan kamu diam saja, maka gantilah bajumu dengan kain kafan.”


Tapi sebagai warga negara biasa, kita tidak bisa berbuat apapun jika tidak ada peran negara. Karena hanya negara lah yang mempunyai kekuasaan.

ADVERTISEMENT


Imam Al-Mawardi dalam kitabnya Al-Ahkam as-Sulthaniyah mengatakan, ada dua yang menjadi tugas pokok negara, yaitu menjaga agama dan mengatur urusan kaum muslim.

Oleh karena itu, terjaganya kemuliaan agama ini menjadi hal yang sangat penting dalam pandangan Islam. Negara dengan sistem Islam tidak akan membiarkan penghinaan-penghinaan seperti ini terus terjadi.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Jokowi: Insyaallah NU Jadi Teladan Islam Moderat

Next Post

Ribuan Orang Tewas, Gempa Turki Sangat Mematikan!

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
167
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Ribuan Orang Tewas, Gempa Turki Sangat Mematikan!

Ribuan Orang Tewas, Gempa Turki Sangat Mematikan!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Pemprov PBD Dukung Pembentukan Kelembagaan Terpadu MIDAs Raja Ampat

Pemprov PBD Dukung Pembentukan Kelembagaan Terpadu MIDAs Raja Ampat

7 Agustus 2026
Program CSR Unggulan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Raih 5 Penghargaan ISRA 2026

Program CSR Unggulan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Raih 5 Penghargaan ISRA 2026

7 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!