• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Selasa, 18 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Masalah Sampah Kapan Tuntas?

by admin
16 Agustus 2022
in Feature
0
Meneladani Hijrah Rasulullah Muhammad SAW
Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Oleh: Tutus Riyanti

(The Voice of Muslimah Papua Barat)

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) tahun 2021, Kota Sorong yang terletak di Provinsi Papua Barat, dinobatkan sebagai salah satu kota terkotor di Indonesia. Kota yang biasa disebut Kota Minyak ini masuk dalam kategori kota sedang dalam penilaian kota kotor. Penilaian ini tentu mempertimbangkan berbagai aspek yang ada, dilihat dari kondisi jalan, sungai, air, hingga tumpukan sampah di penampungan.

Menurut data, setiap harinya masyarakat Sorong memproduksi kurang lebih 15 kontainer sampah. Sekitar 30 persen sampah terbuat dari material plastik yang sangat sulit terurai. Tidak heran jika sampah ini kemudian menumpuk, apalagi jika tidak dikelola dengan baik.

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168

Permasalahan utama lainnya di Sorong adalah karena proses akhir alias TPA (Tempat Pembuangan Akhir) sampah yang masih melakukan pembuangan terbuka. Selain itu, belum adanya kebijakan tegas dari Pemerintah Daerah terkait pengelolaan sampah rumah tangga dan pabrik, yang menjadikan kota Sorong masuk ke dalam daftar kota kotor.

ADVERTISEMENT

Gaya Hidup Mempengaruhi

Seringkali, kita disibukkan dengan bagaimana cara menangani masalah sampah. Tapi kadang kita lupa, bahwa salah satu akar masalah sampah adalah disebabkan karena gaya hidup konsumtif masyarakat.

Di dalam sistem demokrasi liberal saat ini, kebebasan individu merupakan sesuatu yang sangat diagung-agungkan. Manusia merasa bebas memiliki apapun yang dia kehendaki. Termasuk membeli barang-barang yang sebenarnya tidak dia butuhkan, tapi hanya sekedar diinginkan saja. Barang-barang yang dia beli tersebut, tentu membutuhkan tempat atau kantong plastik. Semakin banyak membeli barang, semakin menumpuk sampah yang diproduksi.

Akhirnya timbul masalah yang disebabkan karena sampah. Hal ini menjadi permasalahan yang sangat krusial jika tidak dikelola dengan baik. Pengelolaan sampah yang tidak benar, juga akan menimbulkan dampak yang bisa jadi membahayakan alam dan manusia.

Berikut dampak yang bisa terjadi akibat pengelolaan sampah yang tidak baik: (1) Merusak pemandangan alam, lingkungan menjadi kotor dan menjijikkan. (2) Menimbulkan bau yang tidak sedap dan mencemari udara. (3) Menjadi sarang penyakit bagi warga sekitar. (4) Bisa menyebabkan tercemarnya air bersih, jika dibuang di dekat sumber mata air. (5) Bisa menyebabkan banjir saat musim hujan.

Masyarakat dan Negara Abai

Secara fitrah, manusia tentu menyukai sesuatu yang bersih. Hanya saja, ada faktor-faktor yang membuat manusia akhirnya bisa menjalani gaya hidup yang kotor dan tidak bersih, yaitu sebagai berikut:

Pertama, minimnya keimanan. Dalam pandangan Islam, mengharuskan seorang muslim untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Akan tetapi jauhnya seorang muslim dari agamanya sendiri, akhirnya membuat ia tidak bisa menjaga kebersihan dengan membuang sampah sembarangan. Tidak hanya membuang sampah di daratan, bahkan sekarang di lautan pun sudah banyak tercemar limbah sampah.

Kedua, faktor ketidakpedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal. Sebagai bagian dari masyarakat, seharusnya muncul keinginan menjaga lingkungan tempat tinggal agar tetap bersih dan nyaman. Tapi sayang, saat ini masyarakat terkesan cuek dan tidak peduli jika ada warga yang membuang sampah sembarangan. Akhirnya, ketika dampak buruk akibat sampah sudah terjadi, barulah muncul protes dan kemarahan masyarakat, yang sejatinya sudah terlambat.

Ketiga, faktor abainya negara. Negara tidak menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai, sehingga masyarakat bingung mau membuang sampah kemana. Bahkan negara tidak memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Di dalam negara yang menerapkan sistem kapitalisme demokrasi, seorang individu, masyarakat, dan negara cenderung abai dalam masalah sampah. Sehingga wajar dari tahun ke tahun masalah ini tidak tuntas, bahkan semakin memburuk.

Pandangan Islam

Dalam Islam, seorang muslim tidak boleh mempunyai gaya hidup konsumtif. Islam mengajarkan agar kita membeli barang sesuai yang kita butuhkan. Karena berbelanja berlebihan, tentu kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.

Seorang muslim juga harus mempunyai kesadaran untuk membuang sampah di tempat yang seharusnya. Karena dalam Islam, masalah kebersihan adalah sesuatu yang sangat diperhatikan. Kebersihan amat erat kaitannya dengan kesehatan. Dan kesehatan merupakan salah satu unsur penunjang utama dalam melaksanakan berbagai hal, terutama dalam pelaksanaan aktivitas ibadah kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu,” (HR. Tirmizi)

Masyarakat juga harus saling mengingatkan jika ada yang membuang sampah sembarangan. Karena jika terjadi hal-hal yang buruk akibat sampah, semua masyarakat akan ikut terkena dampaknya. Maka sebelum hal itu terjadi, harus muncul kepedulian dari seluruh anggota masyarakat untuk saling mengingatkan.

Dalam Islam, negara memiliki aturan yang memaksa masyarakat untuk melakukan gaya hidup bersih, suka atau tidak suka. Negara akan menyediakan tempat pembuangan sampah yang memadai, sehingga masyarakat tidak bingung mau membuang sampah kemana. Jika masyarakat membuang sampah sembarangan, maka negara akan memberikan sanksi yang tegas.

Seandainya individu, masyarakat, dan negara menjalankan peran masing-masing, maka masalah sampah ini akan bisa diselesaikan secara tuntas.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Bentrok Antar Siswa, Dua Orang Diamankan

Next Post

Pejabat Daerah Wajib Hadiri Perayaan HUT RI

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
168
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
Pejabat Daerah Wajib Hadiri Perayaan HUT RI

Pejabat Daerah Wajib Hadiri Perayaan HUT RI

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

Puncak Milad ke- 50, KPWI Serahkan Piala Bergilir dan Tanda Jasa

Puncak Milad ke- 50, KPWI Serahkan Piala Bergilir dan Tanda Jasa

18 Agustus 2026
HUT ke-81 RI, Kilang Kasim Gelar Lomba Daur Ulang Barang Bekas untuk Dorong Budaya Kerja Berkelanjutan

HUT ke-81 RI, Kilang Kasim Gelar Lomba Daur Ulang Barang Bekas untuk Dorong Budaya Kerja Berkelanjutan

18 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!