Lebih Dekat dengan Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua Barat Daya, Hj. Oktasari Sabil, S.Sos M.Si P.hD

Lulusan S3 dari Negeri Jiran , Prinsip Tanamkan Cinta Kepada Orang Lain

SEPERTI kata pepatah, “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Setelah kenal pasti muncul rasa sayang yang mendalam. Kesan inilah yang terasa setelah bertemu dengan ibu yang berperangai hangat dan santun ini.

Memiliki background pendidikan SI dan S2 dalam bidang ilmu komunikasi tepatnya jurusan PR (Public Relation), tak susah bagi Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Papua Barat Daya, yang bernama lengkap Hj. Oktasari Sabil, S.Sos M.Si P.hD untuk berbaur dengan masyarakat di provinsi ke 38 ini.

Tak pernah membeda-bedakan orang , siapa pun dia semua disapa dengan hangat, Hal ini juga terlihat dari pengurus dan kader Gerindra yang selalu mendampinginya. Dengan berbagai latar belakang, agama, suku semua jadi satu untuk kemenangan Partai Gerindra di Pemilu 2024.

“Saya asli Palembang, besar di Dki dan Jawa Barat, menikah dengan orang Papua, Fakfak, Indonesia banget kan,”ujarnya.

Mengenang masa-masa sekolahnya dulu, Okta-demikian Ia disapa- tipe anak yang tidak mau diam. Ia sangat aktif dengan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan pramuka, olah raga, renang, silat, lari, bersepeda. Pokoknya setiap olah raga-lah diikuti. Meski aktif dengan banyak kegiatan , namun prestasi di sekolah tetap patut utama.

Pendidikan yang ditoreh Oktasari Sabil bukan “kaleng-kaleng”, setelah tamat SMA, Ia melanjutkan kuliah di Universitas Islam Bandung (Unisba) kemudian S2 di Universitas Sahid (Usahid) Jakarta dan pendidikan doktor (S3) di Management & Science University (MSU) Malaysia.

Dari gelar S1 dan S2 yang liner Fakultas Komunikasi, jurusan PR, sebelum terjun ke dunia politik, Okta yang juga alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah dosen di STIKOM Jayapura, Papua dan di STIAMI Jakarta.

“Saya lulus kuliah Alhamdulillah cepat, dan langsung menikah dengan pasangan hidup saya, orang Papua, Fakfak, setelah itu punya anak, cepatlah prosesnya ya, karena memang pengen cepat nikah,”tuturnya.

Sempat tinggal di Jayapura, abepura Provinsi Papua dan sampai saat ini bolak balik saja ke jayapura, namun saat ada ada gejolak di Tanah Papua,Okta bersama keluarga pindah ke Jakarta dan kala itu berhasil menyelesaikan pendidikan S2nya, kemudian lanjut kuliah S3 di negeri jiran Malaysia.

Sebagai anak perempuan pertama-punya adik dan kakak laki-laki- wanita kelahiran 13 Oktober 1976 ini adalah sosok wanita yang sangat mendiri.
Sifat kemandirian yang ditanamkan orang tuanya sejak kecil itu pula yang diterapkan kepada ketiga puteranya, Abdur Raajih Musa’ad, Ahmad Rabi Musa’ad dan Muhammad Mirzan Musa’ad.

“Anak saya yang pertama sudah dewasa, Insya Allah tahun depan sudah selesai kuliahnya, karena saya nikah cepat kan. Yang kedua sudah kuliah , satu semester, Alhamdulillah dapat beasiswa dari kampus luar negeri. Itu juga lulusan dari pesantren, di Assalam Solo. Sedangkan putera saya yang ketiga masih kecil, usia 7 tahun. Tapi dia lebih dewasa, dari kecil ditinggal tidak pernah mau ikut cuma daa..daa. Yang nomor 1 yang agak manja,”tuturnya.

Dalam mendidik puteranya, yang utama ditekankan adalah pendidikan agama yang merupakan pondasi setelah anak-anaknya dewasa.

Memahami ajaran Islam bahwa memakai hijab adalah wajib bagi perempuan muslim membuatnya bertekat memakai hijab sejak SMP.

“Dari SMP Negeri saya pindah ke pondok pesantren Attahiriyah kampung melayu,. Saat jaman orde baru, jilbab belum boleh di sekolah-sekolah negeri. Akhirnya naik kelas 2 saya pindah sekolah dan memutuskan berhijab,”tuturnya.

Setelah lulus SMP, Okta kemudian lanjut di Pondok Pesantren Al- Musaddadiyah Garut, Jawa Barat. “Disitu tempaan masa-masa ABG saya, belajar agama di situ, menuntut ilmu agama, karena sekolahnya dua ada umum dan sekolah agama, sambil mondok di situ,”cerita Oktasari Sabil.

Tertarik dengan dunia politik awalnya diajak omnya, karena memang backgroundnya dari kampus adalah aktifis, akhirnya Oktasari bergabung dengan dunia politik.

Saat itu, Ia bergabung dengan Partai Hanura yang dinahkodai Jenderal Wiranto. Namun setelah Wiranto mundur dan menyerahkan tanggung jawabnya kepada Usman Sapta Odang, disitulah Ia memilih untuk mengundurkan diri dari Partai Hanura dan bergabung dengan Parta Gerindra pada tahun 2019.

Selanjutnya pada Pemilu 2019 lalu di Papua, Oktasari memperoleh suara lumayan banyak masuk di nominasi ke 2 suara di Papua.

Bahwa kini Ia terjun di dunia politik sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Papua Barat Daya dan Caleg DPR RI, Oktasari mengaku prinsip hidupnya adalah jalani saja, tidak memasang target harus jadi ini dan itu.

“Saya sih jalanin aja hidup ini, tidak ada cita-cita mau jadi apa, jalani, yang penting orang terdekat (orang tua, suami dan anak-anak) merestui, kalau tidak merestui ya sudah , tidak berjalan,”tandasnya.

Pernah merasakan pendidikan di pondok pesantren, pendidikan agama tentunya sangat kental, sehingga dulunya, Okta tidak pernah berpikir untuk jadi wanita karir apalagi jadi politisi.

Melihat sosok ibunya yang sangat luar biasa dalam mendidik anak-anaknya, awalnya Okta hanya mau jadi ibu rumah tangga biasa. “Jadi istri yang baik, ikut pengajian, ngurusin anak gitu, karena saya nikahnya kan cepat ya. Jadi saya memang pengennya jadi iburumah tangga,”ujarnya.

Bahwa perjalanan hidupnya kemudian mengantarkan dirinya terjun ke dunia politik, maka baginya ya dinikmati.

“Mungkin ini jalan terbaik, jadi kata suamiku, jalan menuju surga itu kan berbeda-beda, ada jalan surganya Allah melalui ibu rumah tangga, ada surga Allah melalui jihad. Nah ini salah satu mungkin jihad kita Insya Allah kalau besok maju di DPR dan kepilih, bagaimana perempuan di dunia politik, lalu bagaimana kita ikut serta dalam kebijakan-kebijakan yang pro rakyat, jadi ya udah saya jalani hari ini, apa yang Tuhan berikan kepada saya, saya syukuri semuanya,”tuturnya.

Yang ditanamkan kepada ketiga puteranya adalah mandiri dan jangan bergantung kepada manusia. “Kepada anak-anak, saya katakan kamu harus jadi tempat digantungkan orang, bukan kamu menggantungkan diri pada orang. Karena kalau kita bergantung pada orang, suatu saat pasti kecewa, lalu kita jadi orang dibawa mereka tidak bisa membantu apa-apa-apa, tapi kalau kita digantungkan kita bisa memberi, kita bisa kasih yang terbaik, kita bisa menentukan, maka disitulah efeknya kita bisa dapat pahala disitu,”ujarnya.

Untuk cita-cita ketiga puteranya, Okta mengaku sebenarnya menginginkan putera sulungya jadi kiyai ikut jejak alm mertuanya, kemudian Ia juga ingin putera kedyanya jadi jenderal di TNI AD, dan putera ketiga jadi dokter.

“Tapi perjalanan waktu kita kan tidak bisa paksakan, karena anak-anak kan sudah pada dewasa, kalau saya paksakan tidak bagus, cuma saya selalu kasi gambaran untuk masa depan mereka,”tandasnya.

Pengalaman yang paling berkesan dalam hidupnya adalah ketika menjadi petugas haji pada tahun 2022, saat itu Okta mendampingi salah satu jemaah yang tidak bisa melihat Ka’bah. Sempat berulang kali ta’waf jemaah yang dibimbing itu belum juga bisa melihat ka’bah. Namun setelah berdoa khusyuk dan mengajak jemaah tersebut untuk sholat taubat , akhirnya jemaah haji tersebut bisa melihat Ka’bah. Satu catatan bahwa sebagai petugas haji saat itu Oktasari Sabil mengaku pendekatan dilakukan dengan tidak mengeluarkan kata-kata yang membuat jemaah tersebut down tapi lebih prihatin dengan bersikap seolah-olah juga mengalami hal yang sama dengan yang dirasakan jemaah tersebut. Dan kesan paling dalam ketika berhaji mendampingi mama sendiri ditahun 2023, perjalanan paling berharga disaat itu hanya aku dan mama, masa haji lanjut usia prioritas pembukaan awal lepas covid, dua pengalaman haji yang sifatnya sama² melayani jamaah dan orang tua sendiri.

Saat bertemu masyarakat , Okta mengaku selalu menanamkan cinta kepada sesama. “Saya simpel orangnya, tanamkan cinta kepada masyarakat. Bentuknya gampang misalnya saya datang, ijin mau memperkenalkan diri, karena saya orang baru. Kita menghargai orang. Kita mau masuk rumah orang kan ketuk pintu,”ujarnya.

Di musim kampanye ini, Oktasari Sabil bersama timnya gencar turun ke lapangan menemui masyarakat. “Saya turun ke pasar , ke rumah sakit , turun ke kampung-kampung, pokoknya semua kita turun, sudah gak mikiran cuaca panas atau tidak”,tandasnya.

Dikatakan, Presiden Jokowi pada periode pertama menang bukan karena duit. Bagaimana Jokowi blusukan, masuk dari lorong ke lorong itulah yang menimbulkan simpatik masyarakat. “Sekelas Jokowi aja bisa seperti itu, orang yang hebat saja mau, kok saya yang orang biasa saja tidak bisa. Jadi cara-cara menyentuh cinta masyarakat dengan sentuhan itu kita bisa dekat dengan masyarakat,”tandas Oktasari Sabil.

Setelah terjun ke dunia politik, Okta mengakui mendapat dukungan utama dari suami tercinta, serta juga banyak mendapat bimbingan dari Ketua Harian DPP Partai Gerindra.

Dengan memperhatikan skala prioritas, jika terpilih melenggang ke Senayan DPR RI, Oktasari Sabil yang ternyata juga staf ahli komisi 1 Fraksi Gerindra DPR RI dan Staf Khusus Wakil Gubernur DKI Jakarta tentu akan memperhatikan aspirasi masyarakat Papua Barat Daya, Oktasari Sabil, pernah menerima penghargaan sebagai Pramuka Teladan dan Lulusan Lemhanas 2013, sempat di utus pertukaran pemuda di Beijing China 2015, saat ini masih menjabat ketua bidang ke anggotaan Dpp Gerindra.

Kepada masyarakat peserta Pemilu 2024, Oktasari Sabil mengatakan, pilihan boleh beda, tapi hendaknya membuka diri kepada siapa pun . “Siapa pun yang datang silakan. Kan nanti di hari H , hati dan tangan yang akan memilih. Jadi jangan menutup diri, harus membuka diri dulu seluas-luasnya, karena kadang kalau kita mau memilih belum tentu sesuai, jadi harus dibuka, sehingga kita tahu bagaimana orang yang akan kita pilih, baik itu untuk kabupaten, kota provinsi, DPR RI, capres dan cawapres minimal melihat program-programnya yang berpihak kepada rakyat.

Seperti yang ditawarkan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memberikan vitamin kepada ibu hamil dan ibu menyusui, dan untuk anak-anak susu dan makanan.
“Program itu saya jalankan karena saya seorang ibu, inginnya anak-anak cerdas dan terpenuhi gizinya,”pungkas Oktasari Sabil, srikandi satu-satunya di Papua Barat Daya yang memimpin partai. (rosmini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!