

SORONG- Mengunjungi Glory Taekwondo Club, Pj. Sekda Papua Barat Dance Sangkek, SH.,MM “tertampar” dengan kondisi memprihatinkan club penyumbang 11 mendali emas pada kejuaraan Nasional mewakili Kota Sorong, Papua Barat tersebut.
Pasalnya, club tersebut hanya berlatih di sebuah gedung berukuran kecil tanpa Matras dan peralatan yang lengkap. Hal ini menunjukkan kurangnya perhatian Pemerintah Kota Sorong maupun Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap generasi yang telah membuat harum nama daerah di kanca nasional tersebut.
“Mari kita malu sama-sama melihat kondisi ini. Kami meminta maaf karena kurang memberikan perhatian,”jelas Pj. Sekda Papua Barat paska menyerahkan bantuan perlengkapan Taekwondo kepada Glory Taekwondo Club, Sabtu (14/1).
Menurut Dance dirinya sangat terkejut dengan pengakuan Atlet Taekwondo yang tidak mendapatkan bantuan dari manapun meski memiliki potensi dan membawa nama harum Kota Sorong dan Papua Barat.
“Hari ini prestasi yang mereka raih dengan susah payah. Ini menampar diri kita sebagai pemerintah. Ini tercecer dari padangan kita. Apa yang di depan kita, kita tidak perhatikan. Mari kita malu sama-sama dengan apa yang terjadi ini. Karena ada upaya yang masyarakat lakukan namun pemerintah tidak merespon,”ujarnya.
Dance menambahkan club ini sudah bergerak lama bahkan tanpa bantuan dari manapun, melainkan menggunakan dana sendiri.
“Mereka sudah bergerak sendiri dan hasilnya pun sudah ada bahkan tidak diragukan lagi, mereka sudah profesional dan berprestasi sehingga pemerintah seharusnya mempoles itu. Dengan ini, pemerintah harus peka,”ungkapnya.
Mempertanyakan perhatian Pemerintah Provinsi Papua Barat terhadap bidang olahraga, Dance mengatakan Pemprov memiliki perhatian yang besar dengan menganggarkan ratusan milyar ke Koni dan dana tersebut cukup besar.
“Namun tata kelola di dalam Koni sendiri belum profesional,”tuturnya
Sementara itu Kepala Pelatih Glory Taekwondo Club, Viktor Dominggus mengatakan bantuan yang diberikan Pemerintah Papua Barat berupa 144 lembar matras, samsak standing 3, samsak gantung 4 dan ukuran kecil 3, target besar dan target kecil.
“Ini perlengkapan yang paling lengkap kami dapatkan. Sebagai organsiasi olahraga taekwondo yang kecil atau club kami sangat bersyukur dan terima kasih,”tuturnya sambil terbata-bata menahan tangis.
Dikatakan Viktor, saat membawa nama Kota Sorong di ajang Nasional merebut Piala Ketua Kormi beberapa bulan lalu, dirinya sama sekali tidak mendapatkan suntikan dana dari Pemerintah. Bahkan 12 anak yang diberangkatkan tersebut ditanggung orang tua anak. Sehingga, dari 12 anak, 11 diantaranya membawa medali emas dan 1 anak membawa pulang mendalu perak.
“Kami harap ada perhatian dari pemerintah, sebab kami ini membentuk karakter anak-anak agar tidak terjerumus oleh hal-hal negatif. Kami juga berharap dapur olahraga ada di pemerintah. Di Club ini kami beranggotakan 198 anak dan pelatih sebanyak 5 orang,”pungkasnya (juh)















