SORONG-Maskapai Susi Air kembali melayani penerbangan ke wilayah terisolisir di Papua Barat Daya. Namun penerbangan subsidi tersebut hanya 1000 flight dalam 1 tahun atau terjadi penurunan dari tahun 2022 yang tersedia 1.300 penerbangan.
Plh Kabandara DEO Sorong, Warso menjelaskan penerbangan perdana Subsidi Angkutan Udara Perintis Maskapai Susi Air tahun 2023 mengalami penurunan penerbangan. Dimana di tahun 2023 hanya melayani 1.000 penerbangan (flight) dengan 6 rute penerbangan yakni Sorong- Ayawasi, Sorong-Teminabuan, Sorong-Inanwatan, Inanwatan-Teminabuan dan Marinda-Kabare-Sorong.
“Di tahun 2023 jumlah flight memang mengalami penurunan dibandingkan tahun 2022.
Dimana tahun 2023 1.000 flight sedangkan ditahun 2022 1.300 flight,”jelas Warso usai pengguntingan Pita penerbangan perdana Maskapai Susi Air, Selasa (17/1).
Warso mengatakan penerbangan perintis tersebut guna menjalankan program pemerintah dalam menjaga konektifitas daerah terpencil atau membuka isolasi daerah terisolir.
“Tujuan perintis ini untuk mensubsidi masyarakat kalangan bawah dengan penawaran harga kisaran Rp 300 ribuan. Penerbangan Perintis dikhususkan bagi penumpang perintis atau masyarakat yang kurang mampu yang belum menikmati penerbangan komersil. Bukan untuk pengusaha atau disalahgunakan,”tegasnya.
Menanyakan keamanan penerbangan, pada beberapa rute daerah tertentu yang kadang mengalami gangguan keamanan. Warso mengatakan di wilayah Papua Barat khususnya transportasi udara belum mengalami gangguan keamanan.
“Kami berharap semuanya berjalanan lancar dan semoga tidak ada gangguan. Karena, kami di masing-masing Bandara sudah bekerja sama dengan aparat kemanan daerah setempat,”tuturnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Sorong Paul L. Yawan, S.Sos mengatakan Pemerintah Daerah Kota Sorong memberikan apresiasi atas penerbangan Perintis Maskapai Susi Air.
“Kami dipercayakan untuk meresmikan kegiatan penerbangan perdana Perintis Susi Air ke enam kabupaten wilayah Papua Barat Daya. Harapan kami kegiatan penerbangan perdana ini bisa berlangsung dan tetap berjalan dengan baik,”ujarnya.
Pada prinsipnya sambung Paul penerbangan perintis tersebut sangat membantu masyarakat di wilayah Papua secara khususnya di wilayah Sorong Raya termasuk di Manokwari.
“Penerbangan perintis ini juga sangat membantu untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan di daerah terpencil. Kami berharap semua yang terlibat baik pihak bandara, pemerintah daerah dan pihak penerbangan dalam hal ini Susi AiR, saling bekerja sama saling mendukung sehingga pelaksanaan kegiatan ini bisa berjalan baik,”ungkapnya.
Sementara itu Admin dan Ticketing Maskapai Susi air, Dwi Hanifa menambahkan Maskapai Susi Air menggunakan pesawat jenis Karavab dengan kode C208 yang mampu menampung 12 penumpang dengan daya angkut maksimal 1000 Kg.
“Frekuensi penerbangan sebanyak 2 kali dalam 1 hari dengan tujuan Kabare, Ayawasi, Waisai, Inanwatan, Teminabuan.Kami juga ada melayani penerbangan Sorong-Gebe,”tuturnya.
Dwi menambahkan harga tiket yang ditawarkan mulai dari Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribuan, tergantung jarak tempuh daerah tujuan.(juh)
















