Dampak Kebakaran, Jaringan Telkomsel Down
AIMAS – Diduga kecewa karena terlambat tiba di lokasi kebakaran di sekitar Bundaran Tugu Merah, Senin (27/9) malam, mobil pemadam kebakaran (Damkar) milik Satpol PP Kabupaten Sorong diusir warga. Selain karena kedatangan damkar yang terlambat, alasan lain yang membuat warga semakin kesal karena mesin pompa air pada damkar yang tidak berfungsi.
Seorang warga, Bagas yang ikut andil dalam upaya pemadaman api malam itu, menjelaskan, mobil damkar baru tiba sekitar 30 menit kemudian dan api sudah terlanjur menjalar ke lapak kios lainnya. Namun setibanya di TKP dan hendak digunakan, ternyata pompa air damkar tidak berfungsi sehingga pemadaman terhambat.
“Kita terbawa emosi karena dalam keadaan darurat begini, mobil damkar datang terlambat padahal lokasinya sangat dekat. Lebih parah lagi begitu sampai disini mesin pompanya rusak, jadi air tidak mengalir. Itu yang paling bikin warga emosi. Makanya kita usir saja daripada tidak berguna disini,” kata Bagas dengan nada tinggi.
Selanjutnya, Bagas dan kawan-kawan Komunitas Pecinta Alam Papua Barat bersama warga lainnya terus berupaya menjagal api dari bagian ujung agar tidak terus merembet. Di saat yang bersamaan kepergian mobil damkar, satu unit mobil tangki air milik warga tiba di lokasi kebakaran untuk memadamkan api. “Setelah ada mobil tangki air kecil, kita pakai, terus ada mobil tangki air lainnya yang berdatangan menyusul. Akhirnya kita manfaatkan itu saja,” sambungnya.
Tak lama berselang setelah kedatangan mobil tangki air milik warga, kemudian disusul kedatangan satu unit mobil water canon milik Polres Sorong. Warga kemudian bahu membahu membantu petugas memindahkan air dari mobil tangki ke water canon agar pancuran airnya dapat menjangkau ke jarak yang lebih jauh.
“Air di dalam water canon habis, makanya air dari mobil tangki disalin kesitu. Baru pas api hampir padam, datang lagi satu unit damkar berukuran besar di TKP,” kata dia. Dikatakannya, tak banyak harta benda korban yang bisa diselamatkan. Termasuk toko dan depot air milik rekannya, bahkan dokumen penting seperti KK hingga buku tabungan sama sekali tak tersisa. Terkait kondisi damkar dan pengusiran dari lokasi kebakaran di Tugu Merah SP 1 Kabupaten Sorong, pihak Pemkab Sorong belum berhasil dimintai tanggapannya.
Kapolres Sorong, AKBP Iwan P. Manurung, S.IK melalui Kapolsek Aimas, Iptu Muhadi, SH menerangkan dugaan sementara penyebab kebakaran adalah akibat korsleting listrik. Namun untuk lebih detailnya akan dilakukan penyelidikan oleh Sat Reskrim Polres Sorong. Hingga saat ini belum ada warga maupun korban yang dimintai keterangan karena mempertimbangkan kondisi psikisnya. “Sementara diduga karena arus pendek listrik, tapi kami masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut. Adapun langkah yang telah diambil yakni melakukan olah TKP oleh Tim Inafis Polres Sorong dan memberikan label police line,” ujar Kapolsek Aimas.
Sementara akibat kebakaran tersebut, jaringan Telkomsel di sekitar TKP hingga jelang sore hari masih down. Warga masih sulit mengakses internet, bahkan ada yang sama sekali tidak bisa mengakses internet. Saat dikonfirmasi Radar Sorong, POH Manager Network Service Telkomsel Sorong, Achmad Taqiudin menjelaskan bahwa ada jaringan feeder kabel optik milik PT Telkom di sekitar lokasi kejadian yang ikut terbakar. Hal tersebut berdampak pada penurunan kualitas layanan Telkomsel di wilayah Tugu Merah dan sekitarnya, bahkan meluas hingga ke daerah Katapop.
“Akibat kebakaran, ada kabel optik yang terbakar. Saat ini Telkomsel dan Telkom Group masih berupaya melakukan perbaikan terhadap perangkat yang terdampak agar layanan bisa kembali normal. Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pelanggan di wilayah Tugu Merah Sorong dan sekitarnya,” pungkasnya. (ayu)













