• Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
Senin, 24 Agustus 2026
Radar Sorong
Advertisement
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature
No Result
View All Result
Radar Sorong
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

KARTINI MASA KINI

by admin
7 April 2023
in Feature
0
KARTINI MASA KINI

(Ilustrasi Gambar : @AlfionitaGrande)

Share on FacebookShare on WhatsApp
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Elya Nindy Alfionita

(Dosen Unimuda Sorong)

Situasi masyarakat di era milenial  segalanya serba instan, serba kekinian, ternyata tidak mengubah apapun tentang “stigma’’ bahwa perempuan sebagai kanca wingking. Ternyata emansipasi hanya semata-mata dianggap sebagai kesetaraan peran. Sebetulnya nasib perempuan semakin memprihatinkan, kita bukannya maju tapi malah semakin mundur.

Peringatan hari Kartini, hari Perempuan nasional, dan tema-tema perempuan sesungguhnya hanya untuk saling menyudutkan sesama perempuan. Berbagai macam perlombaan juga tidak hanya diabadikan sebagai momentum perayaan perjuangan, tetapi malah dijadikan sebagai tolak ukur bahwa perempuan yang maju adalah perempuan-perempuan yang good looking, terampil, yang anggun, dan perempuan-perempuan yang bahkan mapan secara finansial, status sosial tertentu dan mampu mengambil peran-peran yang biasanya hanya dihandle oleh laki-laki. Tidak ada yang salah dengan sebuah perayaaan, hanya saja makna dari perjuangan tersebut malah disisihkan.

Berita Terkait

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
170

Lambat laun poin-poin perjuangan tersebut luruh bersama keegoisan situasi masyarakat yang stoic. Masyarakat Indonesia kenapa justru sibuk menguliti aib warga Negaranya sendiri, terutama topik-topik tentang perempuan. Perempuan masih cukup menarik dijadikan sebuah sorotan. Bahkan sosial media yang dengan tajam mengupas persoalan-persoalan yang lagi-lagi menyudutkan perempuan. Mirisnya, para perempuan yang berdiri kokoh di Garda terdepan juga dengan lantang turut meramaikan, mematahkan, mengolok-olok, serta menjatuhkan sesama perempuan. Salah satu contohnya adalah kasus pelakor, perselingkuhan dimana yang disalahkan adalah perempuan, penyimpangan-penyimpangan remaja perempuan dimana yang kena sanksi sosial adalah perempuan, hal yang mencolok tentang perempuan seperti tata cara berpakaian juga digagas secara tajam, jenis pekerjaan pun digagas sangat kejam. Diskriminasi perempuan masih terjadi sampai saat ini. Seolah-olah penampilan adalah sesuatu yang paling utama menurut indikator personal. Perlu ditekankan sekali lagi bahwa tidak ada yang salah dengan edukasi, tetapi alangkah bijak jika para perempuan di Indonesia fokus pada cita-cita yang cerah dan lebih bermanfaat bagi sesama.

ADVERTISEMENT

Makna Kesetaraan dalam Letter of Memories R.A Kartini

Flashback memories tentang perjuangan R.A Kartini.  Dapat dibayangkan betapa eratnya garis batas kemerdekaan saat itu, sehingga perjuangan RA Karrtini hanya mempu disampaikan melalui letter of memories. Sampailah kumpulan surat tersebut dibukukan oleh J.H Abendanon versi Bahasa Eropa dengan judul Door Duiternis Tot Lich atau dalam bahasa Indonesia ’’Habis Gelap Terbitlah Terang.’’

R.A Kartini dinobatkan sebagai satu-satunya perempuan yang memperjuangkan hak para perempuan bukan tanpa alasan. Meskipun banyak pehlawan-pahlawan perempuan di Indonesia seperti Cut Nyak Dien, Dewi Sartika, Cut Nyak Meutia, Rasuna Said, Fatmawati Soekarno dan lain sebagainya juga disebut sebagai pahlawan perempuan.  Namun semangat R.A Kartini yang tertuang sangat sederhana mampu mengantarkan para perempuan untuk mendapatkan hak yang sama dengan kaum laki-laki, dan hal itu tidak diperoleh dalam kurun proses yang singkat.

Kesetaraan hak bukanlah serta merta untuk menentang kaum laki-laki, bukan bertujuan untuk merendahkan martabat laki-laki. Bukan pula untuk menjatuhkan sesama perempuan. Bukan pula untuk kepentingan pribadi yang bersifat negative. Namun perempuan harus mendapatkan hak yang sama sekedar untuk memenuhi keutuhan manusia sebagai perempuan. Situasi ini cukup sulit bagi R.A Kartini saat itu. Berkat semangat perjuangan yang tidak pernah padam, finally hari ini kita seharusnya Merdeka dan mendapatkan hak yang sama seperti yang diharapkan pejuang  kita. Terutama hak dalam menentukan keputusan.

Sekarang barangkali kita Merdeka secara hak antara lain seperti menuntut ilmu, dan kemerdekaan peran. Namun kemerdekaan secara gagasan, kemerdekaan secara peluang, kemerdekaan memilih rule, kemerdekaan mengambil keputusan, bahkan kemerdekaan menerima perbedaan justru dikungkung dalam sekat-sekat yang cukup terbatas. Sehingga suara perempuan harus sembunyi di balik pintu dan ruang yang terbatas. Rasanya kita memang belum setara secara hak. Semangat perjuangan untuk kesetaraan itu perlu direnungkan bersama, apakah kita benar-benar sudah merdeka.

Pengemudi Sistem

Peran perempuan secara kodrat yang nyata hanya  melahirkan, dan menyusui, selebihnya adalah opsional aktivitas kehidupan yang dapat juga diambil alih oleh kaum laki-laki. Pengemudi sistem di Indonesia memang mayoritas adalah laki-laki, meskipun banyak pula pengemudi sistem yang luar biasa seperti Sri Mulyani Menteri Keuangan dengan , Tri Risma Harini Menteri Sosial dengan semangat perjuangannya di bidangnnya masing-masing.

Peran laki-laki sebetulnya tidak kalah penting dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan. Namun, apabila kebijakan-kebijakan dibuat oleh perempuan tentu saja mempertimbangkan aspek-aspek yang berpengaruh pada perempuan dan laki-laki, karena diperlukannya kepekaan untuk sebuah sistem. Kebijakan yang dibuat oleh laki-laki terkadang masih cukup kurang adil bagi perempuan. Perempuan seolah-olah berkewajiban menjalankan kodrat, sekaligus multi peran dalam kehidupan sosial, dan di balik alih-alih sistem. Alibinya, melulu tentang  kepatuhan, padahal sebenarnya kita dapat menjalani aktivitas kehidupan secara bersamaan tanpa harus memilih.

Pertanyaannya, kenapa semua tanggung jawab harus ditekan kepada perempuan ? padahal kesetaraan hak adalah tentang kemerdekaan. Tetapi pada sistem masyarakat tertentu, hak-hak tersebut masih belum setara. Seperti misalnya batasan-batasan dalam menentukan pilihan, batasan-batasan untuk menyuarakan pendapat, Batasan-batasan dalam mengaktualisasi diri, dan sepertinya kendali utamanya tergantung pada laki-laki.

Tampaknya perempuan merupakan salah satu objek yang masih menarik untuk menjadi  bidikan. Jangan-jangan laki-laki hanya dapat menuntut kesempurnaan pada satu ranah peran ? Jangan-jangan laki-laki memang sangat butuh sosok perempuan di sampingnya karena sesuangguhnya pengemudi di balik layar kesuksesan laki-laki adalah perempuan.(***)

ADVERTISEMENT
Previous Post

Waterpauw-Velix Wanggai Calon Penjabat Gubernur Usulan DPR PB

Next Post

HUT ke-52, Askrindo Bantu Anak-anak Panti Asuhan

Related Posts

Berita Utama

28 November 2025
16
Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong
Ekonomi

Momen Spesial Kemenkeu Mengajar 10: Rayakan Satu Dekade di SMA Negeri 4 Pulau Doom Sorong

12 November 2025
72
Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya
Feature

Bukti Negara Hadir, TMMD Ke-126 Wujudkan Pembangunan & Kesejahteraan Masyarakat Kampung Babak Wilayah 3T di Papua Barat Daya

10 November 2025
170
D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat
Feature

D’Malaumkarta Eco Resort, Tempat Wisata Alam di Papua Barat Daya dengan Fasilitas Lengkap & Harga Bersahabat

25 Agustus 2025
1.3k
Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?
Feature

Apakah bisa Papua Barat Daya Bebas Malaria?

18 Juni 2024
1.4k
Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice
Berita Utama

Kasus Vina : Fenomena No Viral No Justice

24 Mei 2024
1.8k
Next Post
HUT ke-52, Askrindo Bantu Anak-anak Panti Asuhan

HUT ke-52, Askrindo Bantu Anak-anak Panti Asuhan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Follow Us

Radar Sorong

Radar Sorong telah meluncurkan Portal Berita Online yaitu radarsorong.id yang lebih memudahkan masyarakat mendapatkan informasi terpercaya dan actual dari Harian Pagi Radar Sorong.

Kategori Beritra

  • Berita Utama
  • Ekonomi
  • Essay Foto/Berita Foto
  • Feature
  • Internasional
  • Lainnnya
  • Lintas Papua
  • Metro Sorong
  • Nasional
  • Nusantara
  • OPINI
  • Papua Barat Daya
  • Sepakbola
  • Sorong Raya
  • Sport

Berita Terbaru

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

“Semarak Lomba 17 Agustus”, Ipemi Kabupaten Sorong Bangkitkan UMKM

24 Agustus 2026
Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

Kapolda PBD Pimpin Sertijab, Sejumlah PJU dan Lima Kapolres Berganti

22 Agustus 2026
  • Profil
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak

© 2021 - Radar Sorong - Developed by Tokoweb.co

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Metro Sorong
  • Sorong Raya
  • Lintas Papua
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sport
  • Feature

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
error: Content is protected !!