MANOKWARI – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, pada bulan Juni 2023 mendatang terjunkan 1.128 petugas untuk pendataan sensus Pertanian 2023.
Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia mengatakan ribuan petugas tersebut tersebar di Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Nanti akhir Mei 2023, BPS melakukan pelatihan kepada para petugas,” ujarnya, Kamis (9/3).
Ia menjelaskan sensus Pertanian 2023 untuk mendapatkan jumlah petani dan mendapatkan potensi serta produksi Pertanian.
“Selain itu, ada penambahan 10 variabel. Kita juga ingin melihat apakah ada petani milenial,” jelasnya.
Ia mengungkapkan hasil dari sensus Pertanian 2023 nanti akan dirilis pada awal tahun 2024. Namun pelaksanaan pendataan pada bulan Juni dan Juli.
“Kita sudah tidak bisa lama-lama lagi. Harus cepat untuk merilisnya,” ungkapnya.
Maritje menuturkan sensus pertanian sebelumnya di tahun 2013. Sensus pertanian ini, BPS mendata 7 cakupan sub sektor terdiri dari tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, perikanan, peternakan, kehutanan dan jasa pertanian.
“Ada usaha pertanian, jasa pertanian dan jasa perorangan seperti petani, nelayan yang berusaha sendiri berbeda dengan perusahaan besar seperti Medco yang bergerak di bidang perkebunan kelapa Sawit,” tuturnya.
Menurutnya, cakupan wilayah terbesar untuk sensus pertanian yakni Manokwari karena memiliki lahan persawahan yang besar.
“Sebagian besar para petugas nanti mendata di Manokwari karena mencakup Manokwari Selatan, Pegaf sebab belum memiliki BPS kabupaten,” kata Maritje.
Hasil sensus Pertanian untuk mendapatkan jumlah petani dan potensi Pertanian serta produksi Pertanian.
“Seluruh wilayah di Papua Barat dan Papua Barat Daya yang memiliki potensi pertanian menjadi responden sensus pertanian,” ucapnya.
“Untuk sampling nya, kita ambil dari sensus penduduk 2010 yang mana sudlqah terbedakan antara petani atau bukan,” imbuhnya. (bw)















