Oleh : Karmila Sinen, MP (Dosen Ilmu Pemerintahan UNIMUDA Sorong)
PENDIDIKAN merupakan kunci penting bagi suatu negara. Di Indonesia masih banyak sekali permasalahan yang berhubungan dengan pendidikan yang tentunya perlu dilakukan perbaikan. Dalam hal ini opini atau kontribusi saya mengenai pendidikan di Indonesia atau jika menjadi menteri pendidikan di Indonesia antara lain yaitu:
1. Meningkatkan gengsi serta minat siswa untuk mengikuti lomba pelajaran.
Lomba game untuk saat ini lebih banyak diminati jika dibandingkan dengan lomba pelajaran. Dimana dapat diketahiu bahwasanya hadiah untuk lomba game lebih besar jika dibandingkan dengan lomba pelajaran. Kenapa? Bagi kalangan mahasiswa atau murid yang belum mempunyai uang banyak, tujuan untuk mengikuti lomba tersebut yaitu untuk mendapatkan uang. Hadiah yang besar akan meningkatkan gengsi dan minat orang untuk ikut, ketika minat untuk mengikuti perlombaan tinggi maka akan timbul persaingan yang ketat. Ketika persaingannya tinggi, maka orang-orang akan mempersiapkan dengan serius dan fokus. Hal ini menjadikan level dan skill dari peserta perlombaan menjadi tinggi di mana mereka bisa menemukan teknik atau strategi baru yang belum ada sebelumnya. Sehingga inti dari yang dimaksud disini adalah minat dan persaingan. Oleh karena itu lalu, bagaimana jika olimpiade pelajaran hadiahnya juga sebesar hadiah lomba game? Jika hal tersebut terjadi, maka minat siswa akan meningkat. Sehingga, dengan pola pikir sama ketika minatnya banyak maka akan muncul persaingan yang ketat. Siswa akan belajar dan bersiap dengan giat dan serius yang akan berakibat pada peningkatan skill yang dimiliki. Seperti contoh pada mengerjakan soal yang pada awalnya satu soal membutuhkan waktu 5 menit untuk menyelesaikannya, akan tetapi karena sering berlatih dapat mengerjakan satu soal dalam waktu satu menit. Dalam hal ini, apabila saya dapat berkontribusi untuk pendidikan maka yang dilakukan adalah dengan memperbesar gengsi dan minat siswa untuk mengikuti lomba pelajaran. Dalam hal ini tentunya tidak hanya memperbesar hadiah, tetapi juga dengan meningkatkan ekspos dari media massa untuk setiap prestasi yang didapatan. Dengan demikian, kemampuan siswa Indonesia akan meningkat dan Indonesia tidak akan kalah dari negara lain.
2. Mempersingkat durasi pendidikan di sekolah.
Waktu belajar di Indonesia lebih banyak dilakukan di sekolah, hal tersebut tentunya belum termasuk apabila murid tersebut mengikuti les dan lain sebagainya. dengan adanya hal tersebut menimbulkan 2 hal yaitu:
1. Murid menjadi lelah
Apabila kondisi otak lelah, dipaksa bagaimanapun tidak akan dapat menyerap pelajaran dengan efektif.
2. Menjadikan murid atau siswa tidak suka dengan sekolah.
Dalam hal ini siswa akan memiliki pandangan yang tidak enak terhadap sekolah. Di mana siswa merasa lelah atau capek belajar, jenuh belajar dan lain sebagainya. sehingga sekolah bukan lagi menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar, akan tetapi justru menjadi tempat yang ditakuti. Belajar hanya di sekolah tentunya tidak cukup, di mana untuk menguji dan memperdalam pemahaman harus dilakukan revew terhadap apa yang diajarkan di sekolah. Dalam hal ini, apabila saya dapat berkontribusi untuk pendidikan maka yang akan dilakukan adalah mempersingkat durasi pendidikan di sekolah. Hal tersebut tentunya juga dengan menanamkan kesadaran pada siswa untuk dapat menggunakan waktu dengan baik dan efektif seperti membaca buku, mengikuti ekstrakulikuler dan lain sebagainya. hal tersebut dilakukan dengan harapan murid-murid dapat mengatur waktu dengan baik.
3. Gaji guru di Indonesia
Gaji guru di Indonesia tergolong rendah. Sehingga profesi guru dianggap sepele karena gajinya rendah. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwasanya gaji guru di Indonesia belum sepenuhnya cukup untuk memenuhi kebutuhannya, meskipun terdapat gaji guru yang cukup di mana terdapat tunjangan-tunjangan yang dipatkan. Jika melihat pada negara lain seperti jepang, guru merupakan profesi yang di minati di mana gajinya juga tergolong tinggi. Hal tersebut tentunya menyebabkan persaingan yang ketat. Adanya persaingan untuk menjadi guru akan membuat level guru meningkat. Ketika guru levelnya tinggi maka akan menghasilkan murid dengan level tinggi. Guru yang bagus akan menghasilkan murid yang bagus. Murid yang bagus akan mejadi sumber daya masyarakat yang berkualitas yang dapat berkontribusi untuk negara. Sehingga negara menjadi maju. Kunci kemajuan negara adalah pembangunan. Kunci pembangunan negara adalah pendidikan. Kunci pendidikan negara adalah guru. Tanpa guru yang bagus maka tidak akan ada murid yang bagus. Peran guru sangat penting dan krusial bagi masa depan murid-muridnya. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwasanya terdapat korelasi antara kemajuan suatu negara dengan kualitas guru. (**)












