Inflasi Papua Barat Masih Disumbang Transportasi

MANOKWARI – Inflasi gabungan dua kota yakni Manokwari dan Kota Sorong, Inflasi Papua Barat pada Maret 2023 mencapai 5 persen secara tahun ke tahun.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat, Transportasi masih memegang andil inflasi di Papua Barat.

Kepala BPS Papua Barat, Maritje Pattiwaellapia mengatakan kelompok pengeluaran Transportasi dari tahun ke tahun mencapai 19,39 persen. Kemudian disusul perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 8,40 persen dan Makanan minuman dan tembakau sebesar 2,58 persen.

“Hal ini adanya kenaikan harga pada kelompok pengeluaran Transportasi terutama pada angkutan jasa penumpang sebesar 24,81 persen,” ujarnya, Senin (3/4).

Ia menyebutkan jika dari dua kota gabungan, Manokwari mengalami inflasi sebesar 4,75 persen dan Kota Sorong sebesar 5,07 persen.

Untuk Manokwari, komoditas penyumbang inflasi dari tahun ke tahun yakni angkutan udara sebesar 1,622 persen, Bensin sebesar 0 6933 persen, Rokok kretek filter sebesar 0 4075 persen, Kue kering berminyak sebesar 0 2765 persen dan Sirih sebesar 0 2486 persen.

Sedangkan Kota Sorong, komoditas penyumbang inflasi yakni angkutan udara sebesar 0,7218 persen, Bensin sebesar 0,6537 persen, Ikan Kembung sebesar 0,5715 persen, Angkutan dalam kota 0,4494 persen, Rokok kretek filter sebesar 0,3445 persen.

“Yang mengalami deflasi hanya informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar -0,0132 persen,” sebutnya.

Ia menyebutkan perlu adanya komitmen bersama dalam menurunkan angka inflasi di Papua Barat.

“Kita bersama pemerintah daerah dan TPID Papua Barat telah melakukan berbagai upaya dalam menekan inflasi daerah,” sebutnya. (bw)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!