Mudik Via Laut Tidak Ada Lonjakan Signifikan
SORONG – H-7 jelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriyah, tingkat keberangkatan penumpang melalui Bandara Domine Eduard Osok (DEO) Kota Sorong naik mencapai 200%. Hal tersebut dikatakan Kepala Bandara DEO Sorong, Cece Tarya yang ditemui di ruang rerjanya di Kantor Bandara DEO Sorong, Rabu (27/4).
Dikatakannya, Rabu ini (Kemarin,red) merupakan hari kedua pelaksanaan kegiatan Posko Lebaran Tahun 2022/1443 Hijriyah bagi masyarakat muslim yang akan mengadakan melaksanakan kegiatan Idul Fitri di kampung halamannya masing-masing. ”Seperti biasa di setiap tahunnya kita ada melakukan kegiatan posko. Walaupun 2 tahun yang lalu posko diadakan dalam rangka untuk pengendalian larangan mudik, tapi kalau untuk tahun ini kegiatan pengendalian dan persiapan mengakomodir mudik. Sudah menjadi bagian kebiasaan dari masyarakat Indonesia untuk pulang mudik Lebaran,” ucapnya.
Dijelaskan, data menunjukkan bahwa untuk saat ini dari sisi jumlah pesawat yang masuk ke Bandara DEO dibandingkan dengan tahun sebelumnya, ada kenaikan sampai dengan 100% yang awalnya tahun 2021 itu di H-7 itu hanya 9 frekuensi penerbangan, sedangkan di tahun ini sudah 18 frekuensi. ”Berarti di tahun ini kita ada di H-7 itu ada 36 frekuensi keberangkatan. Dengan jumlah angkutan penumpangnya untuk datang sebanyak 1.703 orang artinya naik sekitar 266%. Kemudian untuk yang di keberangkatan ada kenaikan 200%, yang awalnya adalah dari 694 penumpang, kemudian kemarin di H-7 itu 1.917 penumpang,” jelasnya.
”Kemudian di hari kedua juga begitu juga ada kenaikan. Rata-rata kenaikannya adalah di 200%. Artinya bahwa ini menandakan masyarakat memanfaatkan momen dimana pemerintah sudah mengizinkan untuk berkegiatan pulang kampung dalam rangka melakukan kegiatan hari raya Idul Fitri berkumpul bersama keluarga,” sambungnya.
Disinggung bagaimana dengan ketersediaan seat keberangkatan yang ada saat ini, Kabandara DEO mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan beberapa maskapai, untuk maskapai Citilink sampai dengan tanggal 28-29 April Sorong-Surabaya sudah full 100% bahkan terjadi over booking. ”Kemudian untuk maskapai yang lain-lainnya di H-7 yang kami check saat itu bahwa masih posisi normal. Untuk yang di Lion Group rata-rata sudah di atas 90%, untuk okupansi ketersediaan menjelang mudik lebaran khususnya ini dominasi yang pada pulang kampung ke wilayah Jawa,” jelasnya.
Garuda Indonesia lanjut Kabandara DEO, juga demikian, di atas 85% okupansi, bahkan untuk di tanggal 29 April itu sudah over booking. Sriwijaya Air juga demikian, sudah terjadi over booking. ”Nah, bagaimana kalau sudah terjadi over booking, apakah nantinya hanya terbatas dengan itu saja jumlah frekuensinya?. Untuk mengatasi hal tersebut, dalam diskusi barangkali Lion group akan siap mengakomodir H-3, bila mana terjadi penumpukan penumpang, maka akan ada penambahan flight. ”Jadi ada penambahan flight untuk mengakomodir penumpang yang akan melakukan mudik bilamana terdeteksi di H-3 dari data sudah menunjukkan terjadi over booking,” ungkapnya. ”Nah, ini yang kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada maskapai bisa membantu kelancaran di dalam penyediaan sarana transportasi menuju ke destinasi-destinasi masyarakat yang akan melaksanakan mudik lebaran,” imbuhnya.
Salah satu calon penumpang yang hendak mudik menuju Jawa, Ferdrik, mengaku bahwa ia dan keluarganya telah membeli tiket secara online dari jauh-jauh hari. ”Sudah beli tiket lama, makanya sekarang datang main boarding saja toh. Untung kita beli tempo, karena saya punya ipar tidak dapat tiket lagi di tanggal libur,” ucapnya.
Sementara itu, arus mudik ke wilayah tengah dan barat Indonesia dari Sorong via transportasi laut, diprediksi telah terlewati pada Rabu 26 April 2022. Kepala Pelni Sorong, Muhammad Lutfi Israr yang ditemui Radar Sorong, Rabu (27/4) mengatakan, lonjakan arus mudik di Pelabuhan Sorong terjadi sejak tanggal 19 April 2022, dengan 3 daerah tujuan penumpang yakni Ambon, Bau-Bau dan Makassar.
Lutfi merincikan presentase penumpang beragam yakni penumpang Sorong-Ambon 40 persen, Sorong-Bau Bau sebanyak 30 persen, Sorong-Makassar 20 persen dan 10 persennya dari Sorong ke daerah-daerah di wilayah Indonesia bagian barat. ”Tetapi alhamdulillah, prediksi kami sesuai karena tidak adanya lonjakan yang signifikan, hanya terjadi peningkatan 20 persen dibandingkan hari-hari biasanya,”jelas Kepala Pelni, kemarin.
Lutfi menuturkan, guna mengantisipasi lonjakan arus mudik, PT. Pelni menambah rute kapal pada 3 wilayah tujuan yakni Ambon, Bau-Bau dan Makassar. Sorong-Ambon yang tadinya hanya menggunakan KM Dobonsolo dan KM Sirimau, ditambah lagi dengan KM Cirimai. ”KM Cirimai kini melayani Sorong-Ambon-Bau Bau. Kemudian untuk KM Gunung Dempo yang tadinya langsung ke Makassar, singgah terlebih dahulu di Bau-Bau, jadinya Sorong-Bau-Bau-Makassar,” ungkapnya.
Dikatakan Lutfi, pihaknya sudah mempelajari dari kejadian-kejadian mudik beberapa tahun sebelumnya, yang pasti ada lonjakan di beberapa wilayah seperti Ambon, Bau-Bau hingga Makassar. ”Tapi saat ini lonjakannya masih dengan batas-batas wajar atau sesuai kapasitas kapal yang ada, hanya rutenya yang kami tambah guna mengantisipasi terjadi penumpukan, karena sudah 2 tahun tidak adanya mudik sehingga kami sudah mengantisipasi itu,” pungkasnya. (zia/juh)















