Terima Tantangan Ketum PP Pertina, Faris Umlati Siap “Gila”
SORONG- Rangkaian acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2027 di Hotel Rylich Panorama Kampung Baru, Sabtu (3/6) berjalan lancar.
Pelantikan pengurus Pertina Papua Barat Daya ditandai dengan pengucapan ikrar dan penyerahan bendera Pataka Pertina oleh Ketua Umum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak , S.IP. M.Sc kepada Ketua Pertina Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2027 Abdul Faris Umlati, SE.


Pengurus Pertina Provinsi Papua Barat Daya diketuai oleh Abdul Faris Umlati, SE, Wakil Ketua I Hengky Korwa, Wakil Ketua II Jan Piet Prawar, Ketua Harian Johanis Edy Purba. A.Md, Wakil Ketua Harian Mathius P Kalami, SE,Sekretaris Nell Amstrong Ayal, Sekretaris II Samusi Saweyai, Sekretaris II Dewinto Tacher , Bendahara Lukas D. Mambrasar , Bendahara I, Syafirullah Umlati, Bendahara II Irke Fransina P. Kraar, Bendahara III Rachmat Syam.
Pengurus Pertina Papua Barat Daya juga dibantu beberapa komisi seperti Komisi Organisasi, Komisi Humas, Komisi Hukum, Komisi Dana dan Usaha, Komisi Teknik dan Kepelatihan dan Komisi Pembinaan dan Permasalahn atlet.
Selain Istri tercinta Faris Umlati, Faujiah Helga Tampubolon, sejumlah pejabat dan tamu undangan lainnya, pelantikan dan pengukuhan pengurus Pertina Papua Barat Daya turut disaksikan pelatih asal Quba Babaro Fernandesz Jiminez.
Usai proses pelantikan, rangkaian acara dilanjutkan dengan penyerahan cindera mata dari Ketua Umum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak kepada Ketua Pertina Papua Abdul Faris Umlati .
Dikukuhkan sebagai Ketua Pertina Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2027, Abdul Faris Umlati, SE siap menerima tantangan Ketua Umum PP Pertina, Mayjen TNI (Purn) Komaruddin Simanjuntak, S.IP M.Sc untuk bekerja “gila”.
Dalam acara pelantikan dan pengukuhan pengurus Pertina Provinsi Papua Barat Daya periode 2023-2027, Ketua Umum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak menegaskan, dalam memajukan cabang olah raga tinju di Papua Barat Daya, ketua dan para pengurus harus bekerja sedikit “gila”.
“Karena cabang olah raga ini tuntutannya tinggi tapi sumber daya manusia dan dukungannya gak ada, oleh karena itu untuk mengatasi ini, pemimpinnya, pengurusnya harus “orang gila”, bagaimana mencari dukungan, bagaimana mencari pelatih, tidak didukung oleh pemerintah tapi prestasinya harus mendunia, jadi butuh “orang gila” yang pemikirannya out of the box,”ujar Komaruddin Simanjuntak kepada wartawan yang menemuinya usai acara pelantikan pengurus Pertina Provinsi Papua Barat Daya.
Dikatakan oleh Ketum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak, ketua dan pengurus harus “gila” karena kalau tidak hasilnya nanti linear-linear saja. Dalam hal ini , perlu ada lompatan, dan Ketum Pertina sangat senang, Pertina Provinsi Papua Barat Daya dipimpin oleh Bupati Raja Ampat Faris Umlati yang dinilai sangat tepat. Ia pun menuturkan sempat beberapa kali buka-buka goggle untuk mengetahui sosok Faris Umlati dan ternyata sangat cocok memimpin Pertina Papua Barat Daya karena orangnya memang sudah “gila” .
“Di pusat juga begitu, yang gak benar “dipotong”, yang gak benar “dipotong”. Nah, harus “orang gila” yang memutuskan itu, kau salah, kau salah, masuk dihukum 1 tahun,”tutur Komaruddin seraya mengatakan, setelah menyadari kesalahannya, yang dihukum itu diberikan pembinaan. Kita bukan pembunuh anak buah ya, kita membina bukan membinasakan,”tandas Komaruddin Simanjuntak.
Kehadiran Ketua Umum PP Pertina Komaruddin Simanjuntak melantik dan mengukuhkan pengurus Pertina Provinsi Papua Barat Daya merupakan energi baru yang membangkitkan rasa “gila” dari Ketua Faris Umlati untuk memajukan dunia olahraga tinju di Papua Barat Daya.
“Dengan provinsi baru ini harusnya jadi semangat baru dalam meraih prestasi dan berjuang dengan penuh tanggung jawab. Jadi apapun konsekwensinya tapi tidak menghalalkan segala cara, bagamana atlit tinju kita bisa meraih prestasi kita bisa ambil dari luar negari, atau kita kasi berangkat ke sana (luar negeri,Red), sehinga mereka punya mental-mental bersaing, punya mental-mental bukan di dalam “kandang’ saja, tapi juga bisa bersaing di luar,”ujar Faris Umlati.
Faris Umlati berharap PP Pertina memberikan kuota yang besar bagi Pertina Provinsi Papua Barat Daya dalam cabang olah raga tinju di PON mendatang sehingga atlit tinju PBD bisa meraih emas. Itu target yang diharapkan dapat terwujud.
Faris Umlati Bantu Mantan Atlet Tinju Rp 10 Juta/Orang
Dalam sambutannya, Faris Umlati trenyuh melihat tayangan para mantan atli tinju yang pernah mengharumkan nama Provinsi Papua Barat Daya, karena itu sebagai bentuk apreseasinya, secara spontan, Ketua Pertina Provinsi Papua Barat Daya Faris Umlati memberikan bantuan Rp 10.000. 000 kepada para mantan artlit tinju yang telah berjasa mengharumkan nama Provins Papua Barat Daya. Penyampaian spontan dari Ketua Faris Umlati ini sontak disambut tepuk tangan gemuruh dari para undangan.
Seperti diketahui, diawal acara pelantikan pengurus Pertuna, lewat slide layar lebar, panitia menampilkan sosok para mantan atlit tinju yakni Alm Willem D Kraar
Jhon Kapisa, Alm Otis Saruri, Bob Moses, Edo Limaheking, Soni Sibi dan Pontinus Imbir dengan sejumlah prestasi dan penghargaan yang telah diterima. Jhon Kapisa yang dalam kepengurusan jadi Dewan Kehormatan tampak terharu saat Ketua Faris Umlati mengatakan akan membantu para mantan atlit tinju Rp 10.000.000.

Insiatif Ketua Pertina Papua Barat Daya Abdul Faris Umlati untuk menyantuni para mantan atlit tinju yang telah mengharumkan Papua Barat Daya mendapat apreseasi dari Ketua Umum KONI Provinsi Papua Barat Daya Dr Drs Muhammad Musa’ad, M.Si.
Dalam sambutannya, Muhammad Musa’ad yang tak lain Pj Gubernur Papua Barat Daya mengingatkan Kadispora Papua Barat Daya agar pada peringatan Hari Olahraga Nasional September mendatang, juga memberikan apreseasi kepada para mantan atlit yang telah mengharumkan nama Papua Barat Daya.
Kepada Faris Umlati yang telah dilantik sebagai Ketua Pertina Papua Barat Daya periode 2023-2027 agar melakukan konsolidasi dengan semua pihak sehingga Pertina meraih sukses dalam cabang olah raga tinju.
Muhammad Musa’ad juga menyampaikan obsesinya agar kelak Provinsi Papua Barat Daya dapat menjadi tempat “belanja” atlit tinju di tanah air.
Ini berarti atlit tinju Papua Barat Daya diharapkan kelak juga ada yang tampil mewakili daerah lain, dikontrak daerah lain sehingga tidak hanya jago di kandang tapi juga mampu meraih prestasi di luar bahkan sampai ke kancah internasional.
Bukan hanya atlit, Ketua KONI Papua Barat Daya juga berharap ada wasit tinju asal Papua Barat Daya yang tampil di ring nasional untuk memberikan sprit kepada para atlit Papua Barat Daya dalam bertanding. (ros)














