SORONG – Dua politisi senior Golkar Papua Barat, Ir. Max Hehanusa dan Febri J. Anjar meramaikan bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat Daya. Hal itu terlihat pada saat keduanya mengambil formulir pendaftaran dan telah mengembalikan formulirnya ke panitia pendaftaran di Hotel Vega Kota Sorong Papua Barat Daya.
Namun demikian, dari hasil penelitian berkas, keduanya belum menyertakan rekomendasi syarat dukungan minimum 30 persen suara atau minimal tiga rekomendasi dukungan calon. Sesuai alokasi waktu yang diberikan panitia, keduanya diberi waktu sampai tanggal 20 Februari pukul 16.00 WIT untuk menyertakan syarat rekomendasi dukungan ke panitia Stering.
Sebagai politisi senior Golkar, Max Hehanusa mengatakan partai Golkar merupakan partai terbuka yang memberikan ruang kepada kader-kader terbaiknya untuk berkompetisi dalam Musda I DPD Golkar Provinsi Papua Barat Daya. Max tak menampik bahwa dirinya tidak bisa menilai dirinya sendiri untuk memimpin Golkar Papua Barat Daya, kaderlah yang bisa menilai dirinya. “Golkar adalah Partai Terbuka, objektivitas penilaian kader dari bawah ke atas,” ucapnya.
Max menegaskan, musda adalah forum pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi di tingkat provinsi, sehingga siapapun yang terpilih nanti adalah pilihan terbaik yang harus didukung. “Tetapi harus diingat dan terpenting adalah bahwa siapapun yang terpilih, dia kader Golkar terbaik di Papua Barat Daya,” tandasnya.
Untuk diketahui, Musda I Golkar Papua Barat Daya akan ada 7 delegasi yang memiliki hak suara yakni enam DPD II Golkar Kabupaten/Kota se-Papua Barat Daya yakni Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Maybrat, Raja Ampat, Tambrauw dan Kabupaten Sorong Selatan, serta DPP Golkar. Pelaksanaan Musda Golkar PBD rencananya akan dilangsungkan di Hotel Aston Kota Sorong pada tanggal 20-21 Februari 2023. (ris)














