MANOKWARI – Penjabat Gubernur Papua Barat (PB) Komjen Pol (Purn) Drs. Paulus Waterpauw, M.Si dijadwalkan tiba di Manokwari Papua Barat pada Rabu (18/5). Kepala Suku Besar Arfak yang juga mantan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan akab hadir dalam penjemputan Penjabat Gubernur Papua Barat di Bandara Rendani Manokwari.
“Ketika diundang ya kita harus hadir untuk menjemput bapak Paulus Waterpauw,” ujar Dominggus saat ditemui wartawan usai peresmian Pura Ksatria Shanti Bhuana Kodam XVIII/Kasuari, Minggu (15/5).
Ia menuturkan setelah Penjabat Gubernur Papua Barat tiba, esoknya, Kamis (19/5) langsung dilaksanakan serah terima jabatan (Sertijab). Dan sertijab, Dominggus Mandacan pun mengaku akan kembali menjadi tokoh masyarakat Kepala Suku Besar Arfak.
“Setelah selesai kita kembali sebagai tokoh masyarakat dan akan tetap memberikan dukungan kepada penjabat Gunernur,” tuturnya.
Ia belum mengetahui peiabat siapa saja yang akan menjemput Penjabat Gubernur Pqpua Barat di Bandara Rendani Manokwari.
*Penjemputan Dibatasi*
Melihat lokasi Bandara Rendani yang tidak terlalu besar, maka prosesi penjemputan Penjabat Gunernur Papua Barat dibatasi. Pasalnya, guna menghindari adanya gangguan yang menimbulkan kemacetan.
Penjemputan di Bandara Rendani Manokwari oleh Mantan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan dan Wakil Gubernur Papua Barat, Mohammad Lakotani, beserta Forkopimda Papua Barat dan Kepala OPD Lingkup Papua Barat.
Sekretaris Daerah Papua Barat, Nathaniel Mandacan mengatakan berdasarkan hasil rapat bersama OPD di lingkup pemprov Papua Barat, ada dua skema yang disiapkan.
“Yang pertama, Penjabat Gubernur Papua Barat langsung diantar ke kantor kemudian langsung di lakukan serahterima jabatan. Yang kedua Penjabat diantar ke kantor serta melihat ruang kerjanya dan selanjutnya kembali ke Kediaman untuk istirahat, Namun, pada keesokan harinya baru di lakukan Sertijab,” ujar Nathaniel.
Ia menjelaskan acara sertijab dilakukan secara sederhana yang kemudian dilakukan ibadah syukuran dan penandatanganan berita acara.
“Kedua skema ini masih belum pasti, masih menunggu skema mana yang di inginkan bapak Paulus Waterpauw,” pungkasnya. (bw)














