Dinas Perikanan Kabupaten Sorong Gelar Pelatihan Teknis Icebbas Bagi 46 Nelayan

SORONG – Dinas Perikanan Kabupaten Sorong menggelar kegiatan Pelatihan Teknis Icebbas Bagi Nelayan, Pengolahan, dan Pemasaran Hasil Perikanan di Gedung Pertemuan Podomoro 2, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya, Selasa (03/11/2026).

Kegiatan pelatihan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sorong, Nimbrod Sesa, S.I.P., M.M., yang mewakili Bupati Sorong ditandai dengan pemukulan tifa.

​Pelatihan yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari (3–4 November 2026) ini bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Pemerintah Kabupaten Sorong Tahun Anggaran 2026. Pembukaan kegiatan dipusatkan di gedung pertemuan Podomoro 2, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, sementara sesi praktik lapangan direncanakan berlangsung di Jalan Arteri, Kelurahan Aimas. 

​Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sorong, Marthen Luther Kaiway, S.ST.Pi., M.Ak., menjelaskan bahwa program ini diikuti oleh 46 orang peserta perwakilan dari berbagai distrik, seperti Distrik Klamono, Salawati, Seget, Segun, Mayamuk, Makbon, Klawak, Beraur, hingga Bagun. 

​Menurut Marthen Kaiway, pengadaan mesin es Ice Spun ini merupakan solusi strategis untuk mengatasi kendala mutu komoditas ikan yang mudah membusuk. “Selama ini, nelayan di wilayah pesisir harus merogoh kocek cukup dalam untuk membeli es balok di Kota Sorong dengan harga yang jauh lebih mahal, yakni mencapai Rp5.000 hingga Rp6.000 per kantong di wilayah pesisir dibanding Rp2.000 di kota. 

​Dengan mesin ini, kata Marthen Kaiway, nelayan di pesisir dapat menekan biaya operasional. Sekali produksi yang memakan waktu 3–4 jam dapat menghasilkan sekitar 40 buah es balok, dan jika listrik normal bisa memproduksi hingga 200 buah es balok per hari.

​Mesin inovasi dari mitra CV. Indowalu Mandiri ini memiliki keunggulan, karena proses pembekuannya menggunakan campuran garam, sehingga es dapat bertahan lebih lama. 

Sementara itu, ​Sekda Kabupaten Sorong Nimbrod Sesa menegaskan bahwa mesin produksi es ini diberikan secara gratis kepada para nelayan tanpa dipungut biaya. Oleh karena itu Sekda meminta para peserta agar bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan dan memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal. 

​”Mesin ini gratis, tidak ada uang untuk membelinya, dan nanti akan diantar langsung oleh Dinas Perikanan ke tempat bapak-ibu. Gunakan dengan baik supaya hasil tangkapan bisa diolah dan dijual untuk mendapatkan penghasilan,” tegasnya. 

Sekda ​Nimbrod Sesa juga mengajak masyarakat, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk menepis rasa malu atau gengsi dalam menekuni aktivitas perekonomian. Ditegaskan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sorong di bawah kepemimpinan Bupati Sorong Johny Kamuru terus berkomitmen mendorong sektor kelautan dan perikanan secara merata di tengah keterbatasan anggaran daerah. 

​Pada hari pertama pelatihan itu, peserta mendapatkan materi teori dari narasumber profesional (CV. Indowalu Mandiri dan Bank BRI Cabang Sorong) serta narasumber lokal mengenai kebijakan pembangunan perikanan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), manajemen usaha, hingga penanganan ikan yang baik. 

​Sementara pada hari kedua, peserta akan langsung mengikuti praktik lapangan di Jalan Arteri, Kelurahan Aimas, yang meliputi pengenalan unit Ice Spun, teknik pengoperasian mesin, pembuatan es balok, hingga teknik maintenance dan perawatan mesin. 

​Dinas Perikanan Kabupaten Sorong akan terus melakukan pendampingan serta memonitor pemanfaatan bantuan mesin es ini secara berkala melalui kunjungan langsung ke lapangan, guna memastikan inovasi tersebut berjalan sukses dan berkelanjutan.(akh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social Icons

error: Content is protected !!