SORONG – Seorang pria bernama Nelson Patunru (51) yang sehari-harinya berjualan ikan, menjadi korban pengeroyokan dan penikaman di Jembatan Puri, Kota Sorong, Rabu (27/12) pagi. Sempat mendapatkan pertolongan medis akibat luka tikaman di tubuhnya, nyawa korban tak tertolong lagi.
Kapolresta Sorong Kota melalui Kapolsek Kawasan Pelabuhan Sorong Iptu Ihot R P Tampubolon menerangkan, kejadian pengeroyokan dan penikaman yang dialami di Jembatan Puri terjadi sekitar pukul 06.30 WIT. Mengenai motif para pelaku melakukan aksinya, hingga kini masih didalami aparat kepolisian. Awalnya lanjut Kapolsek Kawasan Pelabuhan, Senin (25/12), salah seorang pelaku membeli ikan di Jembatan Puri, karena kelebihan ikan diambil kembali. “Mereka (pelaku) tidak mau lalu menanyakan kenapa diambil lagi, kemudian dijawab oleh korban, kenapa kalau tidak terima saya tunggu kamu diatas,” jelas Iptu Tampubolon.

Kemudian pada Selasa (26/12) malam, para pelaku minum minuman keras, selanjutnya mereka menuju ke Jembatan Puri pada Rabu (27/12) pagi mencari korban lalu melakukan pengeroyokan dan penikaman menggunakan dua pisau (badik) yang para pelaku bawa. “Kemudian para pelaku mencoba kabur namun satu diantaranya diamuk massa, sementara dua pelaku lainnya menyelamatkan diri dengan bersembunyi di gudang es dan lari,” terangnya.
Kendati diantaranya sempat melarikan diri, ketiga pelaku masing-masing berinisial MA, H dan J, telah berhasil diamankan pihak kepolisian. Turut diamankan 2 buah badik sebagai barang bukti.

Informasi yang diperoleh Radar Sorong, korban sempat mendapatkan perawatan medis di RS Pertamina dan kemudian dirujuk ke RSUD Kabupaten Sorong di Km 22, namun nyawa korban tak tertolong lagi. Korban menghembuskan nafas terakhir pada siang hari sekitar pukul 12.40 WIT. Kapolsek mengatakan korban menghembuskan nafas terakhir akibat 9 luka tusukan. “Secara kasat mata terdapat sebanyak sembilan luka tusukan dan sobek di tubuh korban,” pungkasnya. (rin)














