SORONG – Ratusan Bakal Calon Anggota Legistatif (Bacaleg) dari kota dan kabupaten di Provinsi Papua Barat Daya rela mengantre lama di RSUD Sele Be Solu, Jumat (28/4) demi mendapatkan surat keterangan sehat dari pihak rumah sakit.
Sesuai ketentuan Komisi Pemilihan Umum (KPU), seluruh Bacaleg yang akan mendaftar untuk ikut serta dalam Pemilu 2024 mendatang, diwajibkan menyerahkan tiga jenis surat keterangan sehat. Meliputi surat keterangan sehat jasmani, rohani dan surat keterangan bebas narkoba.
Salah seorang Bacaleg yang berasal dari Kabupaten Tambrauw mengungkapkan, antrean pelayanan medical check up di RSUD Sele Be Solu sudah berlangsung sejak pagi. Ia menyebutkan, banyaknya Bacaleg yang hendak melakukan medical check up membuat petugas medis tampak kewalahan.
“Mungkin karena hari pendek (hari Jumat, red), ditambah lagi orang datang banyak makanya saya lihat macam petugas kewalahan. Bahkan saya ini datang antre dari jam 8 tadi, dan sore baru selesai,” ungkap pria yang enggan namanya disebutkan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Radar Sorong, untuk mendapatkan ketiga surat yang dipersyaratkan, setiap Bacaleg dibebankan biaya administrasi senilai Rp 550.000,-.
“Saya bayar untuk surat keterangan bebas narkoba Rp 250.000,- lalu untuk surat keterangan sehat jasmani rohani Rp 300.000,-. Jadi kalau ditotal semuanya yaa Rp 550.000,-,” bebernya.
Diakuinya, tidak ada pelayanan yang dipersulit oleh pihak rumah sakit. Hanya saja dengan banyaknya Bacaleg yang menginginkan surat keterangan tersebut, pelayanan rumah sakit menjadi sedikit lambat. (ayu)
















