MANOKWARI – Cakupan perekaman KTP elektronik di Pegunungan Arfak (Pegaf) yang masih rendah sebesar 33 persen, pemerintah Papua Barat bentuk tim percepatan.
Kepala Dinas Admindukcapil Papua Barat, dr. Ria Come mengatakan bahwa Pj Gubernur Papua Barat telah memberikan intruksi untuk pembentukan tim percepatan guna mengintervensi cakupan yang rendah di Pegunungan Arfak.
“Tim percepatan melibatkan Biro Pemerintahan dan Penggerak Massa dan SK masih dalam proses,” ujarnya, Jumat (9/6).
Ia mengungkapkan Pj Gubernur Papua Barat memberikan perhatian serius terutama di wilayah yang cakupan perekaman KTP elektronik yang rendah.
“Beberapa waktu yang lalu, kita ada rapat dengan Bapak Gubernur dan beliau memberikan perhatian serius sebab sudah mendekati pemilu 2024,” ungkapnya.
Keseriusan Pj Gubernur Papua Barat, Dinas Admindukcapil pada akhir Juni 2023 mendatang melakukan jemput bola di 3 distrik di Kabupaten Pegunungan Arfak.
“Kita siapkan petugas perekaman yang jemput bola selama 10 hari agar berjalan maksimal,” ucap dr. Ria.
Menurutnya, di Pegunungan Arfak memiliki 10 distrik, namun karena keterbatasan anggaran sehingga baru melaksanakan jemput bola di 3 distrik.
“Kita masih terkendala anggaran. Bapak Gubernur juga memerintahkan untuk pembelian alat perekaman KTP elektronik,” katanya. (bw)















