
Digelar BPJS Ketenagakerjaan Papua Barat
SORONG- Gathering Perusahaan yang digelar BPJS Ketenagakerjaan Papua Barat di Swiss BelHotel Selasa siang (28/7) diisi dengan game menarik yang menuntut peserta cepat dan benar dalam menjawab pertanyaan.
Game yang digelar disela sesi penyajian materi mampu mencairkan suasana jadi rileks. Dengan hanya menggunakan handphone, peserta diminta menjawab dengan mengklik salah satu pilihan jawaban dan selanjutnya akan menentukan nilai skor yang diperoleh peserta.
Yang menarik, saat salah satu soal menanyakan alamat Kantor BPJS , masih ada yang memilih alamatnya di Km 10, sontak, staf BPJS Ketenagakerjaan yang memandu sesi game mengatakan, “beda lho pak BPJS Ketenagakerjaan dengan BPJS Kesehatan”. Sebab yang berkantor di Km 10 itu adalah BPJS Kesehatan, sementara BPJS Ketenagakerjaan kantornya di Km 12.
Didampingi Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat, Nasrulllah Umar, dan turut disaksikan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sorong, Nurhayati, gathering perusahaan yang diikuti manager keuangan, HRD dari berbagai perusahaan skala mikro di Sorong Raya dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Papua Barat Daya, Suroso .
Dalam sambutannya, Suroso berharap pelaku usaha di Provinsi Papua Barat Daya turut serta berperan dalam menggerakkan perekonomian di provinsi ke 38 ini. “Pemerintahan digerakkan oleh 3 pilar, yakni pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Pemerintah tidak bisa membangun dirinya sendri tanpa ada peran serta dari dunia usaha. Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya hadir selain untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, juga untuk mendorong tumbuh kembangnya invetasi di daerah ini,”tandas Suroso yang berharap kegiatan gathering digelar lebih rileks.
Kegiatan gathering perusahaan yang digelar BPJS Ketenagakerjan Papua Barat ini diharapkan jadi wadah untuk menyamakan persepsi atas berbagai hal menyangkut masalah ketenagakerjaan.
Sementara itu Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Papua Barat Nasrullah Umar dalam sambutannya mengatakan seluruh pekerja di Indonesia baik formal maupun non formal terlindungi oleh program ketenagakerjaan. “Kami sudah bersinergai dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya yang sudah berkomitmen dalam melindungi seluruh tenaga kerja di Provinsi Papua Barat Daya melalui Peraturan Gubernur. Begitu juga dengan Kota Sorong sangat berkomitmen pun melindungi seluruh tenaga kerja di Kota Sorong,”terang Nasrullah Umar.
Dikatakan, saat ini BPJS Ketenagajaan kerjaaan tengah fokus untuk bergandengan tangan dalam rangjka mensukseskan program pemerntah yakni pemberantasan kemiskinan ekstrem. Dalam salah satu poinnya menyebutkan bahwa bagaimana kita bergandengan tangan melindungi tenaga kerja yang ada di sekitar kita.
Ada beberapa yang sudah terlaksana, seperti Provinsi Papua Barat Daya mulai 1 Agustus melindungi 50.000 pekerja di sektor informal selama 1 tahun. Sementara Pemerintah Kota Sorong juga telah berkomitmen melindungi 22.000 pekerja informal. “Begitu komitmennya pemerintah dalam memberantas kemiskinan ekstrem. Karena apa apabila ada pekerja yang mengalami resiko, kan menimbulkan biaya yang tidak sedikit. Untuk itu kami mengajak seluruh badan usaha untuk dapat berkontribusi dalam pemberantasan kemiskinan ekstrem,”tandas Nasrul.
Sementara itu dalam sesi tanya jawab , cukup banyak pertanyaan yang diajukan peserta, yang secara bergiliran dijawab oleh Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Muhammad Halik Sam dan staf, mulai dari soal persyaratan mengajukan klaim hingga teknik penginputan data. Yang turut dijelaskan secara rinci adalah tentang penggunaan aplikasi JMO dan sensus kepatuhan yang minta badan usaha agar menyampaikan laporan dan data yang sebenarnya. (ros)














